DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pola 3—Per terhadap Kemampuan Membaca Cepat Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ngoro-Jombang. (Tesis)

Nuria Reny Hariyati

Abstrak


Membaca cepat merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikuasai untuk memahami isi bacaan secara cepat sehingga sudah seharusnya menjadi salah satu kegiatan yang penting dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan pembelajaran membaca cepat di kelas XI diperlukan perlakuan yang tepat dan efektif. Perlakuan yang diduga dapat mengoptimalkan pembelajaran membaca cepat adalah pola 3-per, yaitu pola perluasan jangkauan mata, pola percepatan gerak mata, dan pola pengecilan regresi mata.

Tujuan penelitian ini meliputi (1) mengetahui pengaruh pola perluasan jangkauan mata terhadap kecepatan dan pemahaman membaca, (2) mengetahui pengaruh pola percepatan gerak mata terhadap kecepatan dan pemahaman membaca, dan (3) mengetahui pengaruh pola pengecilan regresi mata terhadap kecepatan dan pemahaman membaca. Hipotesis penelitian ini adalah pola 3-per berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca cepat.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen dengan model rancangan Times-Series Design with Control Group. Data penelitian ini berupa skor kecepatan dan skor pemahaman membaca siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngoro-Jombang. Penetapan siswa menggunakan teknik sampling bertujuan. Dari penetapan tersebut, dapat diketahui bahwa kelompok kontrol adalah kelas XI IPA 1 dan kelompok eksperimen adalah kelas XI IPA 2. Instrumen penelitian ini berupa dua hal, yakni (1) bentuk instrumen dan (2) uji coba instrumen. Pelaksanaan penelitian ini melalui tiga tahap, yakni (1) persiapan, (2) pemberian perlakuan, dan (3) pengumpulan data. Analisis data penelitian ini memakai analisis Ancova.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yakni pola 3-per berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca cepat pada taraf signifikansi 0,05. Secara khusus hasil penelitian dijabarkan menjadi enam analisis. Pertama, pola perluasan jangkauan mata berpengaruh secara signifikan terhadap kecepatan membaca pada taraf signifikansi 0,025. Hal tersebut berarti bahwa kecepatan membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata lebih baik daripada kecepatan membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata. Kedua, pola perluasan jangkauan mata berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman membaca pada taraf signifikansi 0,031. Hal tersebut berarti bahwa pemahaman membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata lebih baik daripada pemahaman membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata. Ketiga, pola percepatan gerak mata berpengaruh secara signifikan terhadap kecepatan membaca pada taraf signifikansi 0,045. Hal tersebut berarti bahwa kecepatan membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata lebih baik daripada kecepatan membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata. Keempat, pola percepatan gerak mata berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman membaca pada taraf signifikansi 0,036. Hal tersebut berarti bahwa pemahaman membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata lebih baik daripada pemahaman membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata. Kelima, pola pengecilan regresi mata berpengaruh secara signifikan terhadap kecepatan membaca pada taraf signifikansi 0,000. Hal tersebut berarti bahwa kecepatan membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata lebih baik daripada kecepatan membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata. Keenam, pola pengecilan regresi mata berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman membaca pada taraf signifikansi 0,019. Hal tersebut juga berarti bahwa pemahaman membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata lebih baik daripada pemahaman membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata.

Berdasarkan simpulan tersebut disarankan (1) guru bahasa Indonesia di kelas menengah ke atas dapat menerapkan pola 3-per dalam perencaanaan pembelajaran membaca, (2) guru dapat memberikan perlakuan pola 3-per dalam pembelajaran membaca cepat karena penerapan pola 3-per dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan memperluas jangkauan mata, mempercepat gerak mata, dan memperkecil regresi mata, dan (3) perlakuan pola 3-per dapat meningkatkan konsentrasi siswa yang secara otomatis mengurangi hambatan-hambatan membaca.

Abstract:

Keywords: pattern 3-per, quick reading capability

 

            Quick reading was one of skill of language could be needed to dominated for understanding reading quickly, it went without saying could be one of important activity the learning. For increase the learning of quick reading of the eleventh grade needed goog ang efectif treadment. Optimal treadment the learning quick reading was 3-per pattern, the expanded view of the eyes, the acceleration of the eyeball movement, and the reduction of eye regression patterns.

Objective of this research included (1) find out the influence of the expanded view of the eyes on quick and understanding reading capability, (2) find out the influence of the acceleration of the eyeball movement on quick and understanding reading capability, (3) find out the influence of the reduction of eye regression patterns on quick and understanding reading capability. Hypothesis of this research is that 3-per pattern has significant influence on quick reading capability.

            This research used quantitative approach. This research used quasi-experimental design with Times-Series Design with Control Group. Data of this research are both scores for quick reading and understanding the reading material during learning of quick reading. Population data of the research was the eleventh grade students of State Senior High School of SMAN 1 Ngoro-Jombang in the academic year of 2007/2008. The determination of students used sampling technique. The control group was the eleventh grade of science department 1 and the experimental group was the eleventh grade of science department 2. Instruments of the research included (1) the instrument form and (2) instrument testing. Implementation of the research included (1) preparation, (2) give treatment, and (3) collecting data. Data analysis of the research used Ancova test.

Result of the research showed that the hypothesis was accepted, in which 3-per pattern has significant influence on quick reading capability of the eleventh grade students at State Senior High School of SMAN 1 Ngoro-Jombang under the significance level of 0.05. Specifically, results of the research are six analysis. First,

the expanded view of the eyes has significant influence on quickness of reading under significance level of 0.025. It means that quickness of reading of the students who got the treatment of expanded view pattern is better than the students who did not get it. Second, the expanded view of the eyes has significant influence on understanding the reading material under significance level of 0.031. It means that understanding the reading material of the students who got the treatment of expanded view pattern is better than the students who did not get it. Thrith, the acceleration of the eyeball movement has significant influence on quickness of reading under significance level of 0.045. It means that quickness of reading of the students who got the acceleration of the eyeball movement treatment is better than the students who did not get it. Fourth, the acceleration of the eyeball movement has significant influence on understanding the reading material under significance level of 0.036. It means that understanding in reading of the students who got the acceleration of the eyeball movement treatment is better than the students who did not get it. Fiveth, the reduction of eye regression patterns has significant influence on quickness of reading under significance level of 0.000. It means that quickness of reading of the students who got the reduction of eye regression pattern is better than the students who did not get it. Sixth, the reduction of eye regression pattern has significant influence on understanding the reading material under significance level of 0.019. It means that understanding in reading of the students who got the reduction of eye regression treatment is better than the students who did not get it.

Based on conclusions above, it is suggested to (1) the Indonesian teachers at the Senior High Schools to apply 3-per pattern in designing the learning of reading, (2) The teachers could give treatment of 3-per pattern in learning, and (3) the treatment of 3-per pattern could increase the students to concentrate, which automatically reduce obstacle in reading.