DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Teknik Skimming dan Scanning untuk Meningkatkan Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SD Negeri Salero 1 Ternate

Samsu Somadayo

Abstrak


Bertolak dari kenyataan di lapangan menunjukan bahwa upaya peningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman dengan penerapan teknik skimming dan scanning yang dilaksanakan di kelas V Sekolah Dasar terteliti belum optimal. Hal itu disebabkan (1) pelaksanaan pembelajaran masih berorentasi pada produk, bukan pada proses, dan (2) teknik yang digunakan dalam pembelajaran kurang tepat sehingga pembelajaran membaca pemahaman di kelas V perlu ditingkatkan. Karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik skimming dan scanning untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V Sekolah Dasar yang meliputi tahap prabaca, saatbaca, dan pascabaca.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian  tindakan kelas (classroom action research) yang bersifat partisipatori-kolaboratif. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan desain mengacu pada model Kemmis dan Taggart (dalam Depdiknas, 1999) yang meliputi: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, evaluasi, dan refleksi.

Data penelitian ini meliputi data proses dan data hasil. Data proses berupa aktivitas guru dan siswa selama tindakan pembelajaran berlangsung. Data hasil adalah hasil kegiatan membaca siswa dalam membaca pemahaman dengan menggunakan teknik skimming dan scanning yang diperoleh pada setiap akhir pembelajaran yang meliputi (1) kemampuan menemukan topik bacaan, (2) kemampuan memahami pendapat orang, (3) kemampuan menemukan ide pokok paragraf, (4) kemampuan menemukan informasi tertentu, (5) kemampuan menemukan fakta khusus, dan (6) kemampuan menyimpulkan.

Sumber data adalah penerapan teknik skimming dan scanning untuk meningkatkan pembelajaran membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri Salero 1 Ternate yang berjumlah 7 orang. Data proses diperoleh melalui kegiatan pengamatan, pedoman wawancara, dan catatan lapangan. Untuk memperoleh data, peneliti berperan sebagai instrumen utama dan didukung instrumen penunjang. Instrumen penunjang berupa pedoman pengamatan, pedoman wawancara, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan prosedur yang dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, verifikasi serta penyimpulan data.

Penerapan teknik skimming dan scanning dalam pembelajaran membaca pemahaman dilaksanakan dalam 3 tahap, yaitu tahap prabaca, saatbaca, dan pascabaca. Pada tahap prabaca, kegiatannya adalah (1) menentukan bahan pembelajaran yang akan disampaikan, (2) menyesuaikan  skemata siswa dengan materi yang ditampilkan, (3) melaksanakan langkah-langkah pembelajaran membaca pemahaman dengan teknik skimming dan scanning, (4) menyampaikan tugas atau kegiatan siswa yang harus dilakukan, dan (5) mengadakan tanya jawab seputar bahan yang sajikan. Adapun langkah-langkah pembelajaran membaca pemahaman mencakup (a) tahap prabaca secara khusus dengan menggunakan teknik skimming adalah (1) terlebih dahulu guru membuat pertanyaan, apakah yang dicari atau yang diperlukan dalam bahan bacaan tersebut, (2) guru memberikan petunjuk tentang cara mencari informasi yang dibutuhkan dalam bahan tersebut, (3) menelusuri bahan bacaan  dengan kecepatan yang tinggi setiap paragraf atau subbab yang dihadapi, (4) berhenti ketika merasa menemukan apa yang dicari, (5) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami dengan baik tentang informasi apa yang dicari, sedangkan (b) dengan teknik scanning melalui kegiatan kegiatan bab yang penting (1) melihat daftar isi dan kata pengantar secara sekilas, (2) telah secara singkat latar belakang penulis, (3) baca bagian pendauluan secara singkat, (4) mencari bab yang penting dalam daftar isi, (5) mencari bab yang penting dalam halaman-halaman buku  tersebut, kemudian membaca beberapa kalimat yang penting, (6) membaca bagian kesimpulan, (7) melihat secara sekilas daftar pustaka, daftar indeks, atau apendiks. Pada tahap saatbaca, kegiatannya adalah (1) membaca dan memahami topik bacaan, (2) memahami pendapat orang atau opini, (3) memahami urutan ide pokok, (4) memahami informasi tertentu, (5) memahami fakta khusus, dan (6) menyimpulkan. Kegiatan tahap pascabaca mencakup (1) meminta siswa untuk menghitung (a) tingkat kemampuan membaca, (b) melaporkan hasil kerja, (c) menanggapi hasil kerja siswa lain, (d) menghitung tingkat kecepatan membaca, (e) menilai hasil kerja siswa, dan (f) menyimpulkan hasil kerja siswa.

Hasil analisis menunjukan bahwa penerapan teknik skimming dan scanning pada penelitian ini secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada siklus I dengan rata-rata nilai adalah 74,4% (baik), siklus II mencapai 79,5% (baik), dan siklus III adalah 85,5% (sangat baik ). Untuk penerapan teknik scanning pada siklus I nilai rata-ratanya adalah 75,25% (baik), siklus II 79,55% (baik), dan siklus III mencapai 88,25% (sangat baik).Tingkat kecepatan membaca siswa kelas V SD Negeri Salero 1 Ternate termasuk kategori memadai. Hal ini dapat ditunjukkan dari 35 sampel pada siklus I, delapan belas siswa (52,75%) termasuk kategori baik, empat siswa (4,25%) termasuk kategori sangat baik; siklus II:  dua siswa (2,22%) termasuk kategori baik dan dua puluh lima siswa(76,25%) termasuk kategori sangat baik; sedangkan untuk siklus III: satu siswa (1,25%) termasuk kategori kurang, tiga siswa (4,75%) termasuk  kategori cukup, tiga siswa (3,55%) termasuk kategori baik dan dua puluh delapan siswa (88,25%) termasuk kategori sangat baik.

Dari temuan tersebut maka saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: (1) kepala sekolah diharapkan  senantiasa mendorong dan membina guru untuk meningkatkan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan teknik skimming dan scanning, (2) guru Bahasa Indonesia disarankan agar (a) memberikan latihan pada siswa  untuk menggunakan berbagai teknik dalam pembelajaran membaca pemahaman agar mengurangi kejenuhan siswa dalam belajar, (b) pembelajaran membaca memperhatikan tahapan-tahapan dalam membaca, yakni tahap prabaca, tahap saatbaca, dan pascabaca, dan (c) evaluasi yang digunakan hendaknya menggunakan evaluasi proses dan evaluasi hasil.