DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Jenis Asesmen Biologi dalam Pembelajaran Kooperatif TPS (Think Pair Share) terhadap Kemampuan Kognitif, Bepikir Kritis, Berpikir Kreatif, dan Kesadaran Metakognitif Siswa SMA di Kota Malang. (Disertasi)

Yuni Pantiwati

Abstrak


            Asesmen mata pelajaran Biologi di SMA Kota Malang pada umumnya masih menggunakan paper and pencil test. Cara penilaian tersebut tidak dapat menilai secara berkesinambungan dan tidak mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik, baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotor. Paper and pencil test hanya membuat anak pandai menghafal tetapi tidak terampil berpikir, oleh karena itu diperlukan asesmen yang baik dan bermakna. Asesmen autentik adalah salah satu alternatif solusi dalam menilai perkembangan belajar siswa secara lebih komprehensif, objektif, lebih menekankan pada pengembangan asesmen yang lebih akurat, dan dapat mencerminkan serta mengukur apa yang dinilai.

Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi sistem penilaian yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran Biologi pada siswa di SMA Kota Malang, 2) menemukan perbedaan kemampuan kognitif, berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kesadaran metakognitif siswa yang penilaiannya menggunakan asesmen autentik dengan asesmen konvensional pada sekolah dengan kategori tinggi dan kategori rendah dalam pembelajaran kooperatif TPS.

Penelitian ini terdiri dari dua jenis penelitian, yaitu survai dan eksperimen. Tahap pertama survai di 11 sekolah SMA Kota Malang untuk mendapatkan gambaran sistem penilaian mata pelajaran Biologi yang digunakan oleh guru dan sekolah. Tahap kedua eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2 desain eksperimen semu (Quasi Experimental Designs). Sampel penelitian adalah siswa kelas XI.1 dan kelas XI.2 SMAN I Kota Malang, siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Kota Malang, dan siswa kelas XI SMA Wahid Hasyim Kota Malang. Teknik análisis data dilakukan secara deskriptif dan análisis statistik ANACOVA, yang dilanjutkan uji lanjut dengan uji beda menggunakan Least Significant Different (LSD).

Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut 1) Sistem penilaian yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran Biologi pada siswa di SMA Kota Malang pada umumnya masih secara tradisional dengan lebih mengutamakan paper and pencil test, terutama di sekolah dengan kategori tinggi, sedang pada sekolah kategori rendah dan menengah sudah menggunakan sistem penilaian yang bervariasi tetapi asesmen belum digunakan dengan benar; 2) Ada perbedaan kemampuan kognitif antara siswa yang penilaiannya menggunakan asesmen autentik dengan asesmen konvensional dalam pembelajaran kooperatif TPS. Penggunaan asesmen autentik berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan kognitif dibanding dengan penggunaan asesmen konvensional. Ada perbedaan kemampuan kognitif antara siswa yang belajar pada sekolah kategori tinggi dengan pada sekolah kategori rendah dalam pembelajaran kooperatif TPS. Pembelajaran pada sekolah kategori tinggi berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan kognitif dibanding dengan pembelajaran pada sekolah kategori rendah. Secara interaksi, tidak ada interaksi antara jenis asesmen dengan kategori sekolah dalam pembelajaran kooperatif TPS yang menyebabkan perbedaan kemampuan kognitif; 3) Ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang penilaiannya menggunakan asesmen autentik dengan asesmen konvensional dalam pembelajaran kooperatif TPS. Penggunaan asesmen autentik berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dibanding dengan penggunaan asesmen konvensional. Ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar pada sekolah kategori tinggi dengan pada sekolah kategori rendah dalam pembelajaran kooperatif TPS. Pembelajaran pada sekolah kategori tinggi berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dibanding dengan pembelajaran pada sekolah kategori rendah. Secara interaksi, tidak ada interaksi antara jenis asesmen dengan kategori sekolah dalam pembelajaran kooperatif TPS yang menyebabkan perbedaan kemampuan berpikir kritis; 4) Ada perbedaan kemampuan kreatif antara siswa yang penilaiannya menggunakan asesmen autentik dengan asesmen konvensional dalam pembelajaran kooperatif TPS. Penggunaan asesmen autentik berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif dibanding dengan penggunaan asesmen konvensional Ada perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang belajar pada sekolah kategori tinggi dengan pada sekolah kategori rendah dalam pembelajaran kooperatif TPS. Pembelajaran pada sekolah kategori tinggi berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif dibanding dengan pembelajaran pada sekolah kategori rendah Secara interaksi, ada interaksi yang signifikan antara jenis asesmen dengan kategori sekolah dalam pembelajaran kooperatif TPS yang menyebabkan perbedaan kemampuan berpikir kreatif; 5) Tidak ada perbedaan kesadaran metakognitif antara siswa yang penilaiannya menggunakan asesmen autentik dengan asesmen konvensional dalam pembelajaran kooperatif TPS. Tidak ada perbedaan kesadaran metakognitif antara siswa yang belajar pada sekolah kategori tinggi dengan pada sekolah kategori rendah dalam pembelajaran kooperatif TPS. Secara interaksi, ada interaksi yang signifikan antara jenis asesmen dengan kategori sekolah dalam pembelajaran kooperatif TPS yang menyebabkan perbedaan kesadaran metakognitif; 6) Asesmen autentik sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar, terbukti kelompok dengan kemampuan akademik rendah yang menggunakan asesmen autentik, memiliki kemampuan kognitif, berpikir kritis, dan berpikir kreatif sama dengan kelompok yang kemampuan akademiknya tinggi yang menggunakan asesmen konvensional; 7) guru harus merubah sistem penilaian dari konvensional dengan dominasi paper and pencil test menuju paradigma baru dengan menggunakan asesmen autentik dalam strategi pembelajaran di sekolah.

 

Abstract:

 

Key Words: Authentic Assessment, TPS (Think Pair Share) Cooperative Learning, Cognitive Ability, Critical Thinking, Creative Thinking, and Metacognitive Awareness.

Senior High School Biology students Asessment in Malang was generally conducted by paper and pencil test , the most popular student assessment that does not assess simultaneously the whole aspects of learners' involved namely students' cognitive, affective, and psychomotoric domain. Paper and pencil test only encourage students to memorise, however it does not enable students to think critically. On the other hand, other assessment which can provide effective, efficient and productive learning is then always needed.

            The purposes of this research is to (1) identify evaluation/assessment methods conducted by teachers in Malang, to measure students' Basic Competence in Biology for Senior High Schools; (2) justify the differences of students' cognitive ability, measured by authentic and conventional assessment from schools categorized in high and low level during TPS Cooperative leaning class; (3) justify the differences between students' critical thinking measured by authentic and conventional assessment from schools categorized in high and low level during TPS Cooperative learning class; (4) ) justify the differences between students' creative thinking measured by authentic assessment and conventional assessment from the schools categorized in high level and low level during TPS Cooperative leaning class, (5) justify the differences between students' metacognitive awareness measured by authentic and conventional assessment from the schools categorized in high level and low level during TPS Cooperative leaning class

            This research was conducted into two research steps, anmely survey and experiments research. During first step of this research, the survey was conducted in 11 schools in Malang to collect data about the evaluation system in Biology used by the teachers and or schools. The second step was the experiment using factorial planning 2x2 Queasy Experiment Designs. The subjects of this research were Senior High school students grade Xl.l and grade XI.2 from Malang State Senior High Schools, Malang Muhammadiyah Senior High School grade XI, and from Wahid Hasyim Senior High Schhol grade XI. Technique of data analysis were Descriptive and ANACOVA analysis, followed by different analysis by LSD (Least Significant Different).

Based on data analysis and discussion, it was found that (1) student evaluation/asssessment system applied by the teacher in the teaching learning process to measure the basic competence biology subject of High School students in Malang belongs to traditional evaluation approach focussing on paper and pencil test, especially in the schools categorized high level. But in moderate and low level schools, the evaluation was already good and various but not applied appropriately; (2) there were the differences in students' cognitive ability measured by authentic assessment and conventional assessment during TPS Cooperative leaning class. There were difference in students' cognitive ability,studying in the schools categorized in high level and low level during TPS Cooperative leaning class. There was no correlation between type of assessment and the criteria of school in TPS Cooperative leaning class that bring about the students' cognitive ability; (3) there were differences between students' critical thinking measured by authentic and conventional assessment in TPS Cooperative leaning class. There was differences students' critical thinking between students studying in the schools categorized high level and low level during TPS Cooperative leaning class. There was no correlation between type of assessment and the criteria of school during TPS Cooperative leaning class that affect the students' critical thinking; (4) there were differences between students' creative thinking measured by authentic and conventional assessment during TPS Cooperative leaning class. There was difference students' creative thinking between students studying in the schools categorized high level and low level during TPS Cooperative leaning class. There was correlation between types of assessment and the criteria of school in TPS Cooperative leaning class that bring about the students' creative thinking difference; (5) there were no differences between students' metacognitive awareness measured by authentic and conventional assessment during TPS Cooperative leaning class. There was no correlation between students' metacognitive awareness of students studying in the schools categorized high level and low level during TPS Cooperative leaning class. There was correlation between types of assessment and the criteria of school during TPS Cooperative leaning class that bring about the students' metacognitive awareness difference; (6) authentic assessment can be used as the effective teaching strategy for increasing the result of study. It was proved that the group using authentic assessment although their academic ability was low showed their improvement in cognitive, critical, and creative thinking. It was similar to the group with high academic ability assessed by conventional evaluation; (7) teachers need to change from conventional focussing on paper and pencil test to new paradigm using authentic assessment in teaching leaning class process in the schools.