DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Ketrampilan Berbicara Siswa Kelas Dua MTsN Watulimo Trenggalek melalui Tehnik Bercerita Berdasarkan Gambar

Nurjanah Nurjanah

Abstrak


Penelitian ini menggunakan model model penelitian tindakan kelas. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara murid yang menggunakan tehnik bercerita berdasarkan gambar dengan mesalah penelitiannya : “ bagaimana keterampilan berbicara murid kelas dua MTsN Watulimo Trenggalek dapat ditingkatkan dengan menggunakan tehnik bercerita menggunakan gambar ?” Prosedur penelitian ini terdiri dari empat langkah utama, yaitu planning, implementing, observing dan reflecting. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus terdiri dari tiga prtemuan. Alat untuk mengumpulkan data adalah lembar obserfasi, catatan lapangan dan penilaian berbicara.

Penerapan tehnik bercerita berdasarkan gambar untuk pengajaran berbicara menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : (1) menunjukkan satu set gambar kepada murid.(2) bercerita berdasarkan gambar.(3) member pertanyaan kepada murit mengetahui pemahaman murid terhadap cerita tersebut.(4) menceritakan cerita tersebut sekali lagi supaya anak-anak paham tentang gambar tersebut sambil menulis cerita tersebut dipapan tulis sebagai contoh cerita untuk mereka.(5) membagi murid menjadi empat kelompok.(6) membagi tujuh set gambar kepada masing-masing kelompk siswa.(7) memberi kosa kata pertolongan yang berhubungan dengan gambar.(8) mempraktekkan pengucapan kata-kata tersebut.(9) menyuruh murid untuk membuat catatan-catatan singkat dari cerita mereka berdasarkan gambar.(10) menyuruh murid untuk bercerita berdasarkan gambar.(11) membetulkan pengucapan murid dan penggunaan grammer.(12) menyuruh murid yang punya gambar sama dimasing-masing kelompok memberikan pertanyaan kepada murid yang bercerita.

Temuan  penelitian ini menunjukkan bahwa tehni bercerita berdasarkan gambar berhasil dalam meningkatkan keterampilan berbicara murid. Peningkatan itu dapat dilihat dari meningkatnya penilaian berbicara murid mulai dari pretes, ke siklus pertama dan siklus kedua. Ada 60,71% siswa yang mendapatkan nilai poor dan 21,43% murid yang mendapatkan nilai very poor. Sementara di siklus pertama, ada tiga 35,71% murid yang memperoleh nilai average dan 3,57% murid yang mendapat nilai good. Di siklus kedua, 53,57% murid yang mendapatkan nilai average, 28,57% murid yang mendapat nilai good dan 3,57% murid yang mendapat nilai very good. Disamping itu penemuan menunjukkan bahwa tehnik bercerita berdasarkan gambar sangat efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam process belajar mengajar.


Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa tehnik bercerita berdasarkan gambar sangat efektif untuk meningkatkan baik keterampilan berbicara murid maupun keaktifan murid didalam mengikuti pelajaran berbicara. Oleh karena itu, guru-guru bahasa inggris disarankan untuk menerapkan tehnik ini dalam pelajaran bahasa inggris mereka terutama dalam pelajaran berbicara. Disarankan kepada guru- guru bahasa lain untuk menerapkan tehnik bercerita berdasarkan gambar di aktifitas kelas mereka terutama dalam meningkatkan ketrampilan berbicara murid. Dinasehatkan juga kepada para siswa untuk menggunakan tehnik bercerita berdasarkan gambar sebagai strategi belajar untuk meningkatkan ketrampilan berbicara mereka yang dapat dilakukan sendiri di rumah atau di sekolah tanpa kehadiran guru. Untuk peneliti lain disarankan untuk mengadakan penelitian dengan menerapkan tehnik bercerita berdasarkan gambar di tingkat sekolah yang lebih tinggi dan dengan ketrampilan berbahasa yang lain seperti mendengarkan dan menulis. Disarankan kepada kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas untuk meningkatkan kualitas mengajar guru bahasa inggris dengan cara membuat kebijakan atau bekerja sama dengan para ahli untuk mengadakan pelatihan tentang cara mengajar bagi guru bahasa Inggris. Di sarankan juga kepada Departemen Agama untuk membuat inovasi baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.