DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan bahan ajar tekstual berbantuan rekaman audio sebagai audio scaffolds mata pelajaran bahasa Inggris bagi siswa kelas VII SMP/MTS di lingkungan lembaga pendidikan Ma’arif NU Sidoarjo. (Disertasi)

Sugeng Susilo Adi

Abstrak


Pengembangan ini bertujuan untuk pertama, meneliti, mengembangkan, menguji, dan memvalidasi bahan ajar mata pelajaran bahasa Inggris berbantuan audio sebagai scaffolds untuk siswa kelas VII SMP dan MTs di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Sidoarjo. Kedua, pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa bahan ajar tekstual berbantuan rekman audio yang terdiri dari komponen-komponen pembelajaran berupa: (1) produk audio pembelajaran berupa rekaman suara Bahasa Inggris yang disimpan dalam Compact Disks (CD) dan kaset, (2) bahan ajar tekstual, dan (3) panduan guru.

 

Alasan pengembang melakukan pengembangan ini adalah karena adanya permasalahan bahan ajar mata pelajaran Bahasa Inggris di beberapa SMP dan MTs khususnya di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Sidoarjo yang tidak menyediakan aktivitas berbantuan audio untuk latihan keterampilan menyimak (listening), sehingga siswa tidak mendengar bahasa otentik (authentic language). Beberapa bagian bab yang berisi tentang aktifitas listening yang ada dalam buku tersebut hanya berupa perintah kepada siswa untuk menyimak atau menirukan suara guru. Pengembang beranggapan bahwa pemecahan masalah dengan produk (solution by product) akan menjadi salah satu alternatif pemecahan atas ketidakberhasilan pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah menengah umum khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu, pengembang juga beranggapan bahwa perlu dikembangkan bahan ajar berbantuan audio yang berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang memudahkan belajar siswa karena input bahasa yang paling mudah untuk diproses adalah input suara yang diterima melalui proses listening. Pada awal proses pembelajaran, sebelum siswa belajar membaca dengan baik, adalah listening yang merupakan keterampilan yang paling mempunyai kedekatan hubungan dengan makna dalam bahasa baru yang dipelajari.

 

Metode pengembangan ini menggunakan silklus penelitian dan pengembangan (R&D Cycle) dari Borg & Gall (1983) yang dimodifikasi. Alasan pemilihan R & D cycle ini adalah karena pertama, tujuan pengembangan ini adalah mengembangkan, menguji, dan memvalidasi produk pembelajaran, dan R & D cycle adalah metode tepat yang sesuai dengan tujuan pengembangan ini; dan kedua, R & D cycle memiliki beberapa karakter yang sesuai dalam proses pengembangan produk bahan ajar yang ideal, diantaranya: R & D cycle dapat melibatkan kolaboroasi berkelanjutan antara praktisi dan peneliti, dan R & D cycle dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktek.

 

Data yang diperoleh dari uji coba produk bahan ajar tekstual berbantuan audio ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa tanggapan dan saran perbaikan yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui nilai pretest dan posttest dari uji lapangan. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dokumentasi, diskusi dan konsultasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang dihimpun melalui serangkaian uji coba dibedakan berdasarkan fungsinya menjadi: (1) data dari uji coba ahli yaitu review untuk merevisi produk pengembangan, (2) data dari uji coba lapangan awal dan dari subjek guru mata pelajaran dipergunakan untuk merevisi produk, dan (3) data dari uji coba lapangan utama berfungsi untuk mengetahui kelayakan dan efektifitas produk.

 

Dalam analisis data digunakan dua teknik analisis yang diperoleh dari hasil review ahli dan uji coba produk, yaitu dengan menggunakan analisis isi dan analisis statistik deskriptif. Analisis isi digunakan untuk mengolah data dan hasil wawancara dan diskusi dengan guru pengajar mata pelajaran serta hasil uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan utama. Analisis isi ini dilakukan dengan mengelompokkan informasi-informasi dari data kualitatif yang berupa masukan, tanggapan, kritik, saran perbaikan yang terdapat di dalam kuesioner. Hasil analisis ini kemudian digunakan sebagai dasar merevisi produk pengembangan. Sedangkan analisis statistik deskriptif dipergunakan untuk mengolah data hasil uji coba yang bersifat kuantitatif yang dihimpun dari pretest, posttest dan nilai unjuk kerja individu siswa. Untuk menganalisis data dari uji lapangan utama digunakan rumus uji t sampel independen dengan bantuan software SPSS terbaru.

 

Berdasarkan hasil penilaian ahli, guru, dan ujicoba lapangan atas produk pengembangan berupa bahan ajar berbantuan rekaman audio, telah diperoleh hasil bahwa produk pengembangan ini dinilai layak dan telah mampu memfasilitasi pencapaian tujuan pembelajaran. Hasil uji lapangan terhadap kelas eksperimen dalam pengembangan ini menunjukkan bahwa penilaian siswa menunjukkan prosentasi sebesar 86,75% untuk bahan ajar tekstual dan 87,19 % untuk rekaman audio. Hasil posttest kelas eksperimen yang menggunakan produk pengembangan juga menunjukkan perbedaan yang signifikan dibanding kelas kontrol yang menggunakan paket pembelajaran yang lain. Selain itu, hasil unjuk kerja individu siswa kelas eksperimen menunjukkan bahwa mereka mempunyai unjuk kerja berbahasa Inggris yang baik dengan angka-angka prosentasi sebagai berikut: Siswa yang menunjukkan unjuk kerja sangat baik adalah yang paling tinggi prosentasenya yaitu sebesar 53,88%, sedangkan yang baik sebesar 30,38 %. Siswa yang menunjukkan unjuk kerja cukup sebesar 15,08%.

 

Produk pengembangan yang telah dikembangkan dan direvisi berdasarkan uji coba memiliki karakteristik tersendiri dibanding dengan perangkat pembelajaran lain. Hal ini dapat dilihat dari 2 hal. Pertama, produk pengembangan berupa media rekaman audio yang dihasilkan dari pengembangan ini mampu berfungsi sebagai scaffolds karena memberikan bantuan belajar kepada siswa khususnya untuk mampu melafalkan kata, frasa dan kalimat dengan akurasi dan kejelasan yang berterima. Selain itu, rekaman audio juga mampu memberikan input yang memadai unuk pengkonstruksian pengetahuan dan keterampilan berbahasa Inggris siswa. Kedua, strategi pembelajaran Audio Lingual Communicative (ALC) yang memadukan metode Audio Lingual Method dengan Communicative Language Teaching (CLT) yang diterapkan dalam desain pembelajaran dari pengembangan ini dapat disimpulkan sebagai strategi yang tepat untuk konteks pembelajaran bahasa Inggris di SMP/MTs di lingkungan LP Ma'arif NU Sidoarjo. Konteks tersebut adalah kelas besar yang terdiri dari sedikitnya 40 orang siswa, sekolah yang tidak memiliki laboratorium bahasa, siswa yang terbiasa dengan bahan ajar yang berbasis latihan tertulis (written based exercises), dan guru yang menjadi figur sentral dalam pengajaran.

Abstract:

Keywords: development, audio record, scaffolding, audio lingual, communicative, English language teching

 

This development aims at: first, researching, developing, testing, and validating audio-aided textual teaching materials of English lesson for the seventh graders of Junior High School (SMP/MTs) under the management of Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Sidoarjo. At the second place, it also aims at producing instructional products in the form of audio-aided textual English teaching materials which are consisting of three products: (1) audio product that is audio record stored in Compact Disc (CD) and cassettes, (2) teaching materials for students, and (3) teacher's guide.

The main reason why the developer decided to develop audio-aided textual teaching materials of English lesson is because the existing teaching materials in Junior High Schools especially those belong to LP Ma'arif NU Sidoarjo do not provide students with audio-aided materials for listening activities. Consequently, the students are not accustomed with authentic languages. Some parts of the existing materials consisting of listening activities are just providing the students with instructions to listen and repeat the teacher's voice. The developer thinks that a solution by product will be one of alternatives for some ineffectiveness of the English language teaching in public schools particularly in Junior High Schools under the management of LP Ma'arif NU Sidoarjo. Therefore, it is important to develop and design audio-aided teaching materials based on the teaching and learning theories and principles to facilitate learning. The audio-aided materials seem to be important in language learning because the easiest input to be processed is one which is acquired through listening. At the beginning process of language learning, before learners learn to read correctly, it is the listening having the closest relationship with the meaning of the language just acquired.

This development applies modified research and development (R&D) cycle from Borg & Gall (1983). The cycle was chosen because: first, the objective of this development is to develop, test, and validate instructional products and the R&D cycle is the appropriate method suitable with the abovementioned objectives, and; second, R&D cycle has several appropriate characteristics about developing ideal instructional products. Those characteristics are: R&D cycle is able to create sustainable collaboration between practitioners and researchers; and R&D cycle could bridge the gap between theory and practice.

The data obtained from the field test of this development product are both qualitative and quantitative. Qualitative data come from responses and suggestions taken from observation, interview, and questionnaires. Whereas quantitative data were taken from the scores of pretest and posttest carried out during the main field test. Research instruments used in the data collection are documentation, discussion and consultation, interview, and questionnaires. The data taken from a series of tests are classified to be: (1) data taken from experts, those are the reviews for revising the audio-aided product, (2) data taken from preliminary field test and reviews from the teacher as the end user which are used to revise the development products, and (3) data from the main field test to know the effectiveness and feasibility of the product development.

In analyzing the data from interview and discussion with the experts and the teacher, it is used two techniques of analysis namely: content analysis and descriptive statistic analysis. Content analysis is done by classifying information from qualitative data in the form of suggestion, opinion, critique, and revision. The analysis is used as a fundamental in revising the product development. Meanwhile, descriptive statistic analysis is used to analyze quantitative data taken from pretest and posttest, and students' individual performance scores. To analyze data taken from main field test it is used t test independent sample using the newest SPSS software.

Based on the review of experts, teacher, and based on the main field test for the audio-aided instructional materials, it showed that the development product could be said to be effective and feasible in facilitating the instructional objectives. The review results from the experiment class showed that the students' evaluation toward the textual materials reached 86.75% and for the audio materials was 87.19%. The posttest results from the experiment class which used the development product showed a significant difference compared to the control class which used other instructional materials. Also, students' individual performance of the experiment class illuminates that they have good English performances with significant percentage as the followings: 53% of the evaluated students showed very good English performance, 30.38% of them showed good performance, and those which are showing moderate performance are 15.08%.

The development product that had been revised by the experts and tested in the main field test possesses special characteristics compared to other instructional materials. First, the audio-aided materials was able to a be audio scaffolds in learning because it provided aid to learners particularly in pronouncing words, phrases, sentences, and longer texts with acceptable fluency and accuracy. Next, the audio-aided materials are able to provide students with comprehensible input that is appropriate to assist the students to construct their knowledge and English language skills. Second, the teaching strategy applied in this development, Audio Lingual Communicative (ALC), which is a mixture between Audio Lingual Method and Communicative Language Teaching, could be concluded as a suitable teaching strategy for this development context that is English Language Teaching for 7th graders of Junior High Schools in LP Ma'arif NU Sidoarjo. The context is a learning atmosphere in which the classrooms are dense that consisting of more than 40 students, the schools have no language laboratory, the students are accustomed with written based exercises, and the teacher is the center of the learning activities.