DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Tulisan Narasi Fiksi Berbahasa Arab Mahasiswa Penutur Asli Bahasa Indonesia. (Disertasi)

Nurhidayati Nurhidayati

Abstrak


Narasi fiksi merupakan salah satu genre tulisan yang mempunyai karakteristik tertentu. Narasi fiksi merupakan bentuk perwujudan produksi bahasa tulis mahasiswa, yang dipengaruhi oleh faktor kompetensi berbahasa, pemahaman genre tulisan, dan pengetahuan tentang topik yang ditulis. Penulis narasi fiksi adalah mahasiswa sebagai pebelajar pemula yang sedang berada pada tahap transisi dari penguasaan bahasa Indonesia ke tahap penguasaan bahasa target yaitu bahasa Arab (sebagai pebelajar bahasa antara). Narasi fiksi yang ditulis mahasiswa pada masa transisi tersebut menarik untuk dikaji karena narasi fiksi tersebut merupakan refleksi pola pikir, kreativitas kebahasaan penulis, ciri khas pemerolehan bahasa yang telah dipelajari, dan sebagai penanda tingkat kemampuan berbahasa mahasiswa. Hal itu berguna untuk menambah wawasan teoretis dan praktis bagi pihak-pihak yang terkait dengan pembelajaran menulis bahasa kedua/asing.

Berdasarkan urgensi penelitian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah sebagai berikut. (1) Bagaimana karakteristik unsur-unsur intrinsik tulisan narasi fiksi berbahasa Arab mahasiswa penutur asli bahasa Indonesia? (2) Bagaimana karakteristik kesalahan kebahasaan tulisan narasi fiksi berbahasa Arab mahasiswa penutur asli bahasa Indonesia? (3) Bagaimana karakteristik strategi komunikasi yang digunakan mahasiswa penutur asli bahasa Indonesia pada tulisan narasi fiksi berbahasa Arab?

 Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosio-psiko-struktural. Data penelitian merupakan data verbal yang berupa data: (1) narasi fiksi tulis, (2) transkripsi wawancara, dan (3) catatan observasi. Data narasi fiksi tulis diambil dari portofolio tugas akhir semester. Data transkripsi wawancara dan catatan observasi proses pembelajaran merupakan data yang digunakan untuk mengklarifikasi dan melengkapi data narasi fiksi tulis. Data dianalisis dengan analisis interaktif. Prosedur analisis data penelitian ini sebagai berikut: (1) pereduksian data, (3) penyajian data, dan (4) verifikasi temuan penelitian.

Temuan penelitian ini dikemukakan sebagai berikut. Unsur-unsur intrinsik tulisan narasi fiksi subjek penelitian ini tampak pada kekhasan plot, tokoh, dan latar. Plot didominasi oleh jenis plot linier yang tidak semuanya memaparkan klimaks. Tokoh yang ditampilkan dan mendominasi temuan adalah tokoh dengan peran mahasiswa dan siswa, dengan dominasi temuan pada pelukisan aspek fisik tokoh. Latar tempat yang ditemukan bervariasi, tetapi bermuara pada lingkungan sekitar mahasiswa. Latar waktu bervariasi, tetapi semua waktu yang digunakan menunjuk pada waktu yang biasa digunakan dalam kehidupan-sehari-hari. Latar sosial mengacu pada lingkungan sosial yang terkait dengan dunia kampus, sekolah, rumah indekos, pedesaan, dan pesantren. Latar suasana mengacu pada hal-hal yang sering dialami oleh penulis sebagai mahasiswa.

Karakteristik kesalahan tulisan narasi fiksi berwujud: (1) penghilangan unsur kebahasaan (omission), (2) penambahan unsur kebahasaan (additions), (3) kesalahan bentukan unsur kebahasaan (misformation), dan (4) kesalahan penggunaan unsure kebahasaan dengan sumber kesalahan interlingual mencapai 6% dan kesalahan intralingual mencapai 94%.

Karakteristik strategi komunikasi tampak pada kekhasan penggunaan strategi parafrase, strategi peminjaman, dan strategi penghindaran. Strategi parafrase yang ditemukan berupa: (1) rekonstruksi kata, frasa, dan kalimat, (2) pendeskripsian, (3) pemakaian contoh, (4) pendefinisian, (5) penggunaan sinonim, (6) penggunaan simile, dan (7) personifikasi. Strategi peminjaman yang ditemukan berupa: (1) terjemahan literal, (2) campur kode, dan (3) permintaan bantuan. Adapun strategi penghindaran yang ditemukan berupa: (1) penghindaran penggunaan bentuk morfologis yang kompleks, (2) penghindaran penggunaan struktur kalimat kompleks, dan (3) penghindaran variasi tema tulisan.

Berdasarkan temuan tersebut, dapat dirumuskan simpulan sebagai berikut. Pertama, plot, tokoh, dan latar sebagai unsur intrinsik narasi fiksi yang ditemukan menggambarkan karakteristik penulis sebagai penulis pemula yang masih belum sempurna penguasaan kompetensi bahasanya dan pengetahuannya akan genre tulisan narasi fiksi. Kedua, penghilangan unsur kebahasaan, penambahan unsur kebahasaan, kesalahan bentukan unsur kebahasaan, serta kesalahan penggunaan unsur kebahasaan yang ditemukan merupakan wujud kesalahan yang bersumber dari kesalahan interlingual dan intralingual. Dari dua sumber kesalahan tersebut, kesalahan intralingual mendominasi temuan. Kesalahan intralingual menggambarkan karakteristik khusus bahasa Arab yang belum dikuasai dengan sempurna oleh penulis pemula. Ketiga, strategi parafrase, strategi peminjaman, dan strategi penghindaran yang ditemukan merupakan usaha penulis untuk menghindari kemacetan tulisan, memperlancar tulisan akibat belum dikuasai kaidah-kaidah bahasa sasaran secara sempurna, dan untuk memvariasikan tulisan.

Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoretis tentang tulisan narasi fiksi dan pemerolehan bahasa kedua yang meliputi kesalahan bahasa dan strategi komunikasi. Hasil penelitian ini juga mempunyai implikasi praktis sebagai bahan penjelas dan penyelesai masalah-masalah dalam pembelajaran bahasa kedua atau asing di perguruan tinggi, khususnya dalam hal pembelajaran menulis narasi fiksi. Hasil penelitian ini juga sebagai acuan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran menulis narasi fiksi. Bagi program studi bahasa Indonesia, hasil penelitian ini merupakan bahan pembanding dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran bahasa Indonesia untuk pebelajar bahasa asing.

Abstract:

Key words: characteristic, fictitious narrative, Arabic, native student, Indonesian language .

 

            Fictitious narrative is a formal genre of writing involving particular characteristics. It is a product form of student's writing affected by the factor of language competence, the understanding of genre of writing, and the knowledge of the topic written. The writer of fictitious narrative is a student that can be categorized as the beginner who is in the transition from the point of mastering Indonesian language to the mastery of the target language, that is, Arabic (interlanguage learner). The fictitious narrative that students write at the transition is interesting to study because it is the reflection of cognitive pattern, language creativity of the student, the particular characteristic of language acquisition learned, and as the level mark of their language ability. This is useful to have theoretical and practical insight for anyone concerned in the teaching of writing second/foreign language.

            Based the urgency of this study, this study is carried out to answer the research questions as follows. (1) What are the characteristics of intrinsic elements of the Arabic fictitious narrative writing of the Indonesian language native students? (2) What are the characteristics of language errors of Arabic fictitious narrative writing of Indonesian language native students? (3) What are the characteristics of communication strategy used in the Arabic fictitious narrative writing of Indonesian language native students?

            This study is qualitative. The approach used is socio-psycho structural. Data are verbal such as: (1) fictitious narrative writing, (2) interview transcript, and (3) fieldnotes. Data of fictitious narrative writing were taken from of the students' portfolio of final tasks of semester. Data of interview transcript and fieldnotes of the teaching process are data used to clarify and complete the data of fictitious narrative writing. Data were analyzed using interactive analysis. The procedure of data analysis was taken through four steps: (1) data reduction, (3) data presentation, and (4) verification research finding.

            That findings of this study are: intrinsic elements of fictitious narrative writing of the subjects investigated appear on the particular plot, characters, and surface. Plot was dominated by linier plot, with not all plot presented climaks.The characters exposed dominated the finding are the characters with students' role, and school students with mayority finding describes physic character. The characteristics of the characters found in the writing are classified based on physic, socio, and psychological. The surface found were various. However, it was still in the students' environment. Time surface was various, though all used indicated the time usually used in their daily life. Social surface refers to the social environment relating to the campus life, schools, boarding house, villages, and Islamic boarding schools. Situational surface refers to the something often experienced by the students.

            The characteristics of the errors of the fictitious narrative writing are in the forms: (1) omission of the language elements, (2) addition of the language elements, (3) misformation of the language elements, and (4) error of usage of the language elements, with the source of interlingual errors 6% and intralingual errors 94%.

            The characteristics of communication strategy were shown in the particular use of paraphrase strategy, borrowing strategy, and avoiding strategy. Paraphrase strategy found were: (1) word reconstruction, phrase, and sentence, (2) describing, (3) using examples, (4) defining, (5) using synonyms, (6) using simile, and (7) personification. Borrowing strategy found were: (1) literal translation, (2) code switching, and (3) asking help. Avoiding strategy found were: (1) avoiding using complex morphological forms, (2) avoiding using complex sentence structure, and (3) avoiding the writing themes variation.

            Based on the findings above, it can be concluded that first, plot, characters, and surface are the intrinsic elements of fictitious narrative that were found and indicate that the characteristics of the writer are the beginner who does not master language competence adequately and the knowledge on the genre writing of fictitious narrative. Second, the omission of language elements, addition of language elements, misformation of language elements, and error of usage of language elements which were found as the forms of errors of interlingual and intralingual. Of the two types of errors, intralingual was dominant.

            Interlingual errors show the particular characteristics of Arabic that were not mastered adequately by the beginner writer. Third, paraphrasing strategy, borrowing strategy, and avoiding strategy found were the efforts of the writers to avoid the writing barrier, being fluent as the result of not having mastered the structure of the target language in varying the writing.

            The results of this study contribute theoretically to the fictitious narrative writing and second language acquisition covering the language errors and communication strategy. In addition, this study has practical implications as teaching materials to solve the problems in the teaching of second and foreign language in the university, particularly in the teaching of writing fictions, and as reference in designing, executing, and evaluating in the teaching of writing fictions. For study program of Indonesian language, the findings of this study can be comparative materials in designing, executing, and evaluating in the teaching materials of Indonesian language for foreign language learners.