DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Pembelajaran Bidang Manufaktur Berbasis Siklus Aktivitas Proses Manufaktur. (Tesis)

Wahono Wahono

Abstrak


Pembelajaran praktik proses manufaktur di Jurusan Teknik Mesin (TM), Fakultas Teknik (FT), Universitas Negeri Malang (UM), cenderung berorientasi pada keterampilan mengeksekusi material belaka. Pembelajaran demikian tidak mampu mengintegrasikan matakuliah praktik dengan matakuliah prasyaratnya, sehingga tidak mampu membuka wawasan mahasiswa untuk mengenal lingkup proses manufaktur secara total. Pembelajaran yang mengintegrasikan seluruh aktivitas proses manufaktur, mulai dari perancangan hingga perakitan dan instalasi, diprediksi mampu menjawab masalah pembelajaran praktik proses manufaktur tersebut.

Penelitian ini bertujuan ini untuk mengembangkan model pembelajaran bidang manufaktur dengan melakukan simplifikasi aktivitas riil industri manufaktur. Simplifikasi aktivitas tersebut diharapkan dapat dikomunikasikan kepada mahasiswa dalam bentuk aktivitas pembelajaran di kelas. Tujuan khusus kajian ini adalah untuk (1) merancang paket pembelajaran, (2) mengembangkan panduan evaluasi pembelajaran, (3) melakukan verifikasi kelayakan fasilitas pendukung pembelajaran, dan (4) menyusun panduan penerapan paket pembelajaran berbasis siklus aktivitas proses manufaktur.

Prosedur pengembangan, meliputi (1) pengumpulan informasi awal, (2) perancangan paket pembelajaran, pengembangan panduan evaluasi pembelajaran, verifikasi fasilitas pendukung pembelajaran, dan penyusunan panduan penerapan paket pembelajaran, (3) uji coba paket pembelajaran dan panduan evaluasi, serta (4) merevisi paket pembelajaran dan panduan evaluasi pembelajaran berdasarkan hasil uji coba. Panduan penerapan paket pembelajaran tidak diuji coba, karena sekedar sebagai pelengkap. Data informasi awal tentang estimasi kebutuhan (need assessment) kompetensi proses manufaktur diambil dari pendapat 11 mahasiswa D3 Teknik Mesin (TM) dan 11 mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin (PTM), FT, UM, yang dipilih secara acak. Isi dan urutan materi pembelajaran bidang manufaktur, paket pembelajaran, dan panduan evaluasi di-judgement oleh pakar yang kompeten di bidangnya. Paket pembelajaran diuji cobakan pada kelompok kecil untuk dilakukan one-to-one evaluation. Subjek uji coba adalah satu mahasiswa S1 PTM, dua mahasiswa D3 TM, dan dua mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif (PTO), FT, UM. Data informasi awal, uji coba paket pembelajaran, dan kelayakan fasilitas pendukung pembelajaran, serta panduan evaluasi dianalisis menggunakan teknik deskriptif.

Hasil analisis data menunjukkan, bahwa (1) informasi awal mengindikasikan ada kesenjangan (gap) kompetensi, sehingga diestimasi mahasiswa Jurusan TM, FT UM membutuhkan kompetensi aktivitas proses manufaktur untuk melengkapi tujuan pembelajaran proses manufaktur, (2) isi dan urutan materi pembelajaran proses manufaktur cukup memadai untuk dikonstruk menjadi paket pembelajaran berbasis siklus aktivitas proses manufaktur, (3) paket pembelajaran memiliki konstruk memadai untuk dilakukan uji coba, (4) paket pembelajaran memiliki kejelasan informasi dasar dari tinjauan vocabullary dalam hubungannya dengan konteks, kompleksitas kalimat dalam hubungannya dengan ikhtisar materi, kompleksitas pesan dalam hubungannya dengan analogi, pengantar dalam hubungannya dengan ilustrasi, dan prosedur, (5) fasilitas di jurusan TM memiliki potensi besar untuk mendukung implementasi paket pembelajaran ini, (6) panduan evaluasi pembelajaran memiliki kejelasan informasi dasar, teknik evaluasi, jenis data, dan aspek yang dievaluasi, sehingga layak digunakan untuk model pembelajaran ini.

Temuan penelitian ini direkomendasikan untuk dimanfaatkan (1) isi dan urutan materi pembelajaran proses manufaktur dapat dimanfaatkan sebagai pembanding materi pembelajaran praktik manufaktur di jurusan TM, FT, UM, (2) isi dan urutan materi pembelajaran proses manufaktur dan potensi dukungan fasilitas pembelajaran yang besar dapat digunakan untuk mengonstruk matakuliah baru yang mampu memberi pengalaman berlajar yang utuh kepada mahasiswa S1 PTM tentang proses manufaktur, (3) paket pembelajaran projek dan subprojek memiliki kejelasan informasi dasar, sehingga dapat diterapkan secara parsial pada matakuliah Menggambar Mesin, Manajemen Produksi, Praktik Manufaktur, Metrologi Industri, Statistik, dan Perakitan Mesin, (4) segmentasi, ragam topik, dan tuntutan fasilitas dalam paket pembelajaran ini identik dengan matakuliah Lab. Produksi, sehingga paket belajar maupun panduan evaluasinya disarankan untuk diimplementasikan pada matakuliah Lab. Produksi tersebut, (5) paket pembelajaran dan panduan evaluasinya dapat digunakan sebagai langkah awal untuk diteruskan dalam pekerjaan pengembangan pembelajaran sejenis berikutnya, (6) penggunaan paket pembelajaran dalam setting pembelajaran sebenarnya dimaksudkan untuk mengumpulkan data evaluasi formatif, dan (8) penerapan paket pembelajaran dalam setting pembelajaran sebenarnya harus di bawah kendali dosen pendamping.

Abstract:

Keywords: model development, instructional, manufacturing process

 

 Teaching-Learning process in the Department of Mechanical Engineering (TM), Faculty of Engineering (FT), State University of Malang (UM) for practical course, tends only oriented on manufacturing skills. This instructional model doesn't able to integrate the practical course with the other pre requisite courses, thus students do not have the overall aspects of manufacturing process. The instructional model for Manufacture Engineering Based on Manufacturing Process which integrate all of the activities from design process to assemblee and installation, is predicted to be able to solve the problem of the practical lesson.

 The objective of this research is to develop an instructional model to simplify the real manufacturing process in industries so it can be communicated to students in classroom learning activities. The specific objective of this research is to design (1) instructional package, (2) the evaluation guidelines, (3) facilities support for instructional package implementation, and (4) the implementation guidelines of instructional learning package.

 The development procedure, include (1) preliminary information gathering, (2) designing intructional learning packages, the development of evaluation, survey of instructional facilities support, and implementation guidelines of the instructional package, (3) prelimanary field test of the instructional package and it's evaluation guidelines, and (4) revision based on the prelimanary test result. The implementation guidelines of the instructional package was not tested, because it simply as appendages. The initial information data about manufacturing process competencies were taken from 11 students of D3 Mechanical Engineering (D3 TM) and 11 students of S1 Mechanical Engineering Education (S1 PTM), FT, UM, chosen at random. The content and sequence of the instructional materials in manufacturing process, instructional packages, and evaluation guidelines were judged by experts in their field. The instructional package is tested on small groups of students with "one-to-one evaluation". This small group consists of one PTM S1 student, two TM D3 students, and two PTO S1 students. Data of the initial information, instructional packages, instructional facilities support, evaluation guidelines were analyzed using descriptive techniques.

 Results of data analysis indicated that (1) some students need to have more addition of competencies to complete the objective of manufacturing course, (2) the content and sequence of manufacturing process course learning materials are feasible to be constructed to instructional package based project, (3) instructional package has properly construct to be performed field test, (4) instructional package has clear basic information in vocabulary that link to context, sentence complexity that link to materials view, message complexity that link to analogies, introduction that link to illustrations, and procedure, (5) mechanical engineering department facilities have great potency to support the course implementation using this instructional package (6) evaluation guidelines have clear basic information, techniques, data type, and aspects that are evaluated, so that is applicable to asses this instructional model.

            The result of this research are recommended to be used (1) content and sequence of manufacturing process course materials can be used to judge for manufacturing material course materials in Mechanical Engineering Department, (2) content and sequence of manufacturing practice course materials and instructional facilities support can be used to construct a new subject matter that can give holistic learning experience of manufacturing process, (3) the project and subproject instructional package have clear of basic information, so they can be implemented partially for subject matter, so that Machines Drafting, Production Management, Manufacturing Practice, Industrial Metrology, Statistics, and Machine Assembly, (4) instructional package materials segmentation is identics to material course of Production Laboratory course, so either instructional package or its evaluation guideline is recommended to be implemented for the course one, (5) these instructional package and its evaluation guideline can be use as start point to be continued in the next similarity instructional development work, (6) Using of this instructional package in real setting course is to collect the formative evaluation datas, and (7) using of this instructional package in real setting course must be conducted by peer teacher.