DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Membaca Pemahaman Siswa Melalui Strategi Pengajaran Timbal Balik pada Siswa Tahun Kedua MTs Negeri Pasir Sukarayat Rangkasbitung - Banten

Iyan Hayani

Abstrak


Membaca adalah salah satu dari keterampilan berbahasa yang lebih sering diajarkan dibandingkan dengan keterampilan berbahasa yang lain. Walaupun membaca sangat dominan dilakukan dalam kelas bahasa Inggris, hasil tes membaca siswa masih belum memuaskan. Hal ini terjadi di MTsN Pasir Sukarayat, Rangkasbitung-Banten, dimana kebanyakan siswa masih kesulitan dalam memahami suatu teks bahasa Inggris. Sehingga hal ini menjadi sebuah masalah yang perlu untuk dipecahkan. Oleh karenanya, perlu kiranya di adakan sebuah penelitian untuk meningkatkan membaca pemahaman siswa.

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan membaca pemahaman siswa dengan menggunakan Strategi Pengajaran Timbal Balik (Reciprocal Teaching Strategy). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Kegiatan dalam Strategi Pengajaran Timbal Balik adalah melatih siswa untuk membuat prediksi, klarifikasi, pertanyaan dan ringkasan. Para siswa berlatih dalam kelompok.

Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dalam hal ini, peneliti bekerjasama dengan guru bahasa Inggris dalam membuat rencana pengajaran, mengimplementasikannya, menganalisa data dan membuat refleksi.  Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A MTsN Pasir Sukarayat Rangkasbitung-Banten. Instrument penelitian ini adalah tes membaca pemahaman, checklist pengamatan, dan catatan lapangan. Kriteria kesuksesan pertama dari penelitian ini adalah keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hal itu bisa diketahui apabila 50% siswa bisa membuat sebuah prediksi, dua buah klarifikasi, dua pertanyaan dan sebuah ringkasan. Kriteria Kesuksesan yang kedua adalah peningkatan skor tes membaca pemahaman siswa. Peningkatan dicapai bila nilai rata-rata siswa meningkat dua poin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Strategi Pengajaran Timbal Balik di dalam kelas membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Data menunjukkan bahwa 99.2% siswa membuat sebuah prediksi pada tiap pertemuan menggunakan strategi ini. Kemudian, 100% siswa membuat sedikitnya dua buah klarifikasi dari kata-kata yang sulit. Dalam membuat pertanyaan, 89.7% siswa membuat pertanyaan mereka sendiri yang berkaitan dengan cerita yang mereka baca. Selanjutnya 90% siswa membuat ringkasan dari sebuah cerita.

Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan dari skor test membaca pemahaman siswa. Data menunjukkan bahwa rata-rata skor siswa pada test membaca pemahaman meningkat dari 1.31 menjadi 4.56. Skor peningkatannya adalah 3.25.

Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam kelas membaca dan juga meningkatkan membaca pemahaman siswa. Strategi Pengajaran Timbal Balik yang diterapkan dalam pengajaran membaca mengikuti prosedur sebagai berikut: (1) Mengarahkan siswa kepada topic pembelajaran, (2) memberikan contoh penerapan strategi Pengajaran Timbal Balik kepada siswa, (3) membagi siswa menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari 4 – 5 siswa, (4) memberikan teks atau cerita kepada siswa: a. menugaskan siswa untuk membuat prediksi berdasarkan petunjuk di dalam cerita, b. mengklarifikasi kata-kata sulit yang ditemukan dalam cerita, c. Membuat pertanyaan berdasarkan informasi dalam cerita, d. Membuat ringkasan dari cerita yang dibaca melalui pemetaan cerita, (5) menugaskan siswa untuk menjawab pertanyaan berkenaan dengan cerita, (6) menyimpulkan pelajaran.

Penelitian ini diakhiri dengan pemberian saran-saran diantaranya bagi guru yang memiliki permasalahan yang sama dengan peneliti dapat mencoba untuk menerapkan  Strategi Pengajaran Timbal Balik dikelasnya sendiri. Disarankan pula bagi para siswa agar agar menggunakan strategi ini dalam memahami sebuah teks. Terakhir, disarankan bagi peneliti yang lain agar menerapkan strategi ini pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi seperti Madrasah Aliyah atau Sekolah Menengah Atas.