DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris untuk Warga Belajar dengan Kemampuan Rendah pada Kejar Paket B setara SMP kelas VII. Tesis, Program studi Teknologi Pembelajaran

Endah Sri W

Abstrak


Penggunaan bahan ajar dalam proses pembelajaran di kelas merupakan salah satu hal yang penting. Bahan ajar merupakan salah satu sumber pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Mata pelajaran yang tersaji dalam sumber pembelajaran ikut mengambil bagian dalam mewujudkan pembelajaran yang optimal. Hal ini tidak terkecuali dalam pembelajaran pada pendidikan Non formal, khususnya untuk program Kejar Paket B setara SMP

Bahan ajar yang dipakai Kejar Paket B setara SMP adalah modul dan buku pegangan guru. Banyak kelemahan dalam modul ini dari sisi pengorganisasian isi yang kurang menarik dan dari muatan materi yang tidak mencukupi kebutuhan anak.

Pengembangan bahan ajar dikhususkan untuk anak-anak dengan kemampuan rendah (sebagai spesifikasi karakteristik anak-anak warga belajar Kejar Paket B) jarang ditemukan. Demikian pula dengan modul Kejar Paket B, guru lebih suka langsung memakai bahan ajar yang dipakai untuk anak-anak SMP tanpa memperhatikan karakter warga belajarnya.

Sesuai dengan alasan-alasan yang telah disebutkan di atas maka pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik mereka diperlukan agar dapat meningkatkan perolehan belajar pada mata pelajaran bahasa Inggris.

Menurut Seels and Richey (1994:35) “development is the process of translating the design specifications into physical form” (pengembangan adalah proses penerjemahan spesifikasi rancangan ke dalam bentuk fisiknya). Domain pengembangan dibagi menjadi empat kategori yaitu: 1) teknologi cetak, 2) teknologi audio visual, 3) teknologi berbasis komputer, dan 4) teknologi terpadu. Teknologi cetak adalah cara-cara memproduksi dan menyebarkan materi seperti buku dan materi visual statis, yang pada umumnya dilakukan dengan proses pencetakan mekanis dan fotografis.

Bahasa adalah medium yang paling penting dalam komunikasi manusia. Bahasa itu bersifat unik bagi manusia dan sekaligus bersifat universal. Dalam kenyataan kegiatan sehari-hari kita amati bahwa hanya manusialah yang mampu menggunakan komunikasi verbal; dan kita amati pula bahwa manusia mampu mempelajarinya.

Kejar paket B setara SMP sebagai satuan pendidikan berdiri dan berfungsi terkait dengan program pendidikan untuk anak usia 12 s.d 17 tahun. Program ini berisikan pembelajaran serupa dengan pendidikan formal pada jenjang SMP, namun ada beberapa hal yang membedakan antara lain adalah fleksibilitas waktu pembelajaran, usia, materi dan penambahan pada program pendidikan untuk peningkatan taraf hidup. Program Kejar Paket B dikhususkan untuk pelayanan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu.

Model pengembangan yang dipakai adalah model R2D2 (Recursive, reflective, desain and development). Ada tiga hal penting dalam prosedur pengembangan yaitu tahap pendefinisian, tahap pengembangan (desain) dan tahap menyebarkan.

Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model R2D2, pengembangan bahan ajar ditetapkan untuk membentuk tim partisipatori melibatkan: Designer (pengembang bahan ajar), ahli isi yaitu DR. Arwiyati Wahyudi, Ahli desain dan ahli media Prof.DR. I Nyoman Sudana Degeng, tutor bidang studi yaitu Ibu Endah Setyowati Spd, dan Bpk Syahrial, SS, siswa (warga belajar) Kejar Paket B setara SMP Kelas I Dipilih 12 orang WB sebagai team pengembang berdasarkan nilai bahasa Inggris yang lebih baik dari teman sebaya, kreatifitas dan motivasi yang baik dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris.

Kegiatan uji coba merupakan satu kesatuan langkah kegiatan pengembangan dengan menggunakan model R2D2. (1). Subjek Uji Coba pada kegiatan ini adalah: Warga belajar Kejar Paket B setara SMP kelas VII pada SKB Kab. Malang, Tutor MP Bahasa Inggris pada SKB tersebut di atas, Ahli bidang isi, Ahli bidang rancangan pembelajaran, Ahli Media pembelajaran. (2)Jenis data yang dikumpulkan dalam pengembangan ini digunakan untuk melihat tingkat keefektifan, efisiensi dan daya tarik dari produk yang dihasilkan. Data ini dibedakan menjadi data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari kegiatan uji coba di lapangan yang digunakan untuk melihat presentase mengenai keefektifan, efisiensi dan kemenarikan bahan ajar. Data kualitatif adalah data yang diperoleh dari kegiatan uji coba lapangan yang berupa saran dan masukan terhadap bahan ajar. (3). Instrumen pengumpulan data pada pengembangan ini mencakup angket, pedoman wawancara dan observasi

Produk pengembangan paket pembelajaran terdiri dari bahan ajar yang diberi judul English For Package B Grade 7, buku kerja warga belajar yang berjudul My Work Book dan panduan pembelajaran. Bahan ajar yang berjudul English For Package B Grade 7 terdiri dari 9 bab: (1) Greeting and Introduction (2) Personal Identity (3) Physical Appearance (4) My SKB (5) Activity in SKB (6) Family (7) House (8) Jobs dan (9) Review.  Buku Panduan pembelajaran berisi tentang latar belakang  yang terdiri dari kurikulum yang ada saat ini, tujuan dan ruang lingkup kurikulum serta penjelasan program Paket B setara SMP yang meliputi Pengertian Pendidikan Kesetaraan dan Kurikulum Pendidikan Kesetaraan. Pada bagian selanjutnya secara berurutan berisi tentang :Identitas Bidang Studi, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, Analisis Pembelajaran, Karakteristik Warga Belajar, Pokok bahasan, Sub pokok bahasan dan strategi pembelajaran.

Untuk mendapatkan produk pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna maka dilakukan ujicoba, guna mendapatkan data-data untuk penyempurnaan produk. Ujicoba dilakukan dengan meminta masukan dari ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, ujicoba perorangan, ujicoba kelompok kecil dan ujicoba lapangan.

Hasil ujicoba dari ahli isi didapatkan 66,89% untuk bahan ajar yang dicocokkan dengan tabel kelayakan yang sudah ditetapkan pada tabel 3.2, maka berada pada level BAIK/MENARIK/ EFEKTIF/SESUAI. Dan untuk panduan pembelajaran didapatkan 62,5%, jika dicocokkan dengan tabel kelayakan berada pada tingkatan KURANG BAIK/KURANG MENARIK/KURANG EFEKTIF/KURANG SESUAI. Produk yang telah diselesaikan pengembang diserahkan kepada Ahli Desain dan Ahli Media.  Pengembang menyerahkan hasil produk langsung secara bersamaan kepada ahli desain dan ahli media dan hanya satu orang untuk dua uji ahli ini.  Hal ini dilakukan karena materi antara desain dan media pengembangan merupakan satu hal yang tidak terlalu berbeda jauh sehingga bisa dilaksanakan oleh satu orang. Hasil uji desain pembelajaran didapatkan 72,05% dicocokkan dengan tabel kelayakan yang sudah ditetapkan pada tabel 3.2, maka berada pada level BAIK/MENARIK/ EFEKTIF/SESUAI. Untuk hasil uji Ahli media didapatkan 60,7 jika dicocokkan dengan tabel kelayakan berada pada tingkatan KURANG BAIK/KURANG MENARIK/KURANG EFEKTIF/KURANG SESUAI. Hasil ujicoba perorangan yang dilakukan oleh tutor mata pelajaran dan oleh warga belajar. Didapatkan angka 77,5 % untuk bahan ajar yang jika dicocokkan dengan tabel kelayakan maka berada pada level BAIK/MENARIK/ EFEKTIF/SESUAI. Untuk panduan pembelajaran didapatkan hasil 82,1% jika dicocokkan dengan tabel kelayakan berada pada tingkatan SANGAT BAIK/SANGAT MENARIK/SANGAT EFEKTIF/SANGAT SESUAI. Dari hasil ujicoba perorangan yang didapatkan dari warga belajar masih terdapat beberapa kesalahan ketik, penggunaan tanda baca dan ada beberapa yang harus diperbaiki. Hasil ujicoba kelompok kecil didapatkan 76,25% jika dicocokkan dengan tabel kelayakan berada pada tingkatan BAIK/MENARIK/EFEKTIF/SESUAI.

Pada ujicoba lapangan didapatkan rerata prosentase  80,9 % berada pada tingkat SANGAT BAIK/ MENARIK / SESUAI/EFEKTIF. Revisi dilakukan terus menerus untuk mendapatkan produk pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Produk yang dihasilkan dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengguna saat itu. Dari hasil ujicoba lapangan menunjukkan bahwa produk pengembangan telah dapat memenuhi kebutuhan warga belajar namun demikian masih terdapat beberapa aspek yang dapat dikembangkan. Beberapa aspek yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut : a. Mengembangkan bahan-bahan yang relevan dengan tema maupun topik, terutama materi yang belum tersaji dalam bahan ajar b. Membuat inovasi dalam penyajian bahan ajar seperti illustrasi yang menarik, buku dibuat dalam bentuk flap book atau yang lain. c. Bahan ajar ini dilengkapi dengan VCD dan CD atau pita kaset untuk memperdalam pemahaman kosakata, listening dan speaking skill yang juga memotivasi dan mengaktifkan warga belajar. d. Bahan ajar dibuat dalam bentuk e-book mengingat semakin mudahnya akses internet tidak terkecuali bagi warga belajar karena telah tersedia dalam lingkungan SKB e. Strategi pembelajaran yang menyenangkan dan ditekankan pada pengaktifan warga belajar dalam menemukan/mengkonstruksi sendiri informasi dan pengetahuan mereka. f. Pengembangan hendaknya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna dan bermanfaat bagi pengguna.