DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Budaya Mutu: Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Wumialo Kota Gorontalo.

Arifin Arifin

Abstrak


<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"MS Mincho"; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-alt:"?l?r ??fc"; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face {font-family:"\@MS Mincho"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; color:black; font-weight:bold;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

Terwujudnya madrasah yang berbudaya mutu merupakan tuntutan yang harus dipenuhi oleh setiap sekolah untuk meningkatkan prestasi. Keberhasilan madrasah dalam meningkatkan budaya mutu, merupakan usaha yang cukup besar bagi kepala sekolah dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin dalam mewujudkan budaya mutu. Penelitian ini masih tergolong relatif baru, sehingga sangat penting sekali khususnya bagi kepala sekolah dan para stakeholders agar memiliki acuan untuk meningkatkan budaya mutu madrasah.

Fokus penelitian ini adalah kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan budaya mutu dengan rincian fokus (1) Profil Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Wumialo Kota Gorontalo sebagai madrasah yang bermutu, (2) Kepemimpinan kepala madrasah terhadap peningkatan mutu di MIM Kota Gorontalo, yang tercermin dalam penjabaran visi misi, nilai-nilai kepemimpinan, sistim penghargaan, hubungan sosial emosional dan desain struktur organisasi (3) Implementasi budaya mutu sekolah yang tercermin dalam Mutu layanan sekolah, Mutu guru dan staf dan Mutu sarana/prasarana sekolah. (4) Faktor penghambat dan faktor pendukung pengimplementasian budaya mutu dan strategi kepala sekolah mengatasi faktor penghambat dan memberdayakan faktor pendukung dalam upaya penerapan budaya mutu di Madrasah.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan tiga cara, yakni: (1) wawancara mendalam, (2) observasi berperan serta pasif, (3) studi dokumentasi. Pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, dengan alur (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan. Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria: (1) kredibilitas, (2) transferbilitas, (3) dependenitas, dan (4) konfirmabilitas.

Dari hasil paparan data penelitian di lapangan ditemukan sebagai berikut: Pertama, profil MIM Wumialo Kota Gorontalo yaitu: (1) memiliki sarana  prasarana, tenaga kependidikan, kurikulum dan pembelajaran, kesiswaan, keuangan serta kemitraan sekolah dengan masyarakat, kesemua aspek tersebut merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kelancaran proses pembelajaran untuk peningkatan kualitas pendidikan termasuk prestasi madrasah. Kedua, kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan budaya mutu MIM Wumialo yang meliputi: (1) Kepala Madrasah menjabarkan Visi dan misi dalam melaksanakan kepemimpinan untuk mencapai tujuan Madrasah; (2) nilai-nilai kepemimpinan kepala madrasah adalah kedisiplinan, tanggung jawab, amarma’ruf nahi mungkar dan nilai kebersamaan sebagai sumber terbentuknya budaya mutu; (3) kepala madrasah memberikan penghargaan pada guru dan siswa berprestasi untuk meningkatkan motivasinya; (4) kepala madrasah melakukan hubungan sosial dan emosional baik pada internal maupun eksternal madrasah; (5) kepala madrasah melakukan hubungan organisatoris secara konsultatif dan kordinatif. Ketiga, implementasi Budaya Mutu Madrasah yang tercermin pada (1) kepala madrasah meningkatkan mutu  dengan pelayanan intrakurikuler, ekstrakurikuler dan pelayanan administrasi; (2) peningkatan mutu guru dan staf madrasah; (3) kepala madrasah meningkatkan mutu sarana dan prasarana madrasah. Keempat,  faktor penghambat dan faktor pendukung pengimplementasian budaya mutu dan strategi kepala sekolah mengatasi faktor penghambat dan memberdayakan faktor pendukung dalam upaya penerapan budaya mutu di Madrasah yaitu (1) faktor penghambat yaitu faktor internal berupa keterbatasan anggaran dan kurangnya komitmen, faktor eksternal yaitu kebijakan pemerintah, perhatian orang tua dan kesan masyarakat. (2) faktor pendukung yaitu yaitu  kesepahaman visi misi, peran komite madrasah yang meningkat, perhatian pemerintah setempat. (3) strategi kepala sekolah yaitu memberdayakan faktor-faktor prndukung yang telah dimiliki oleh madrasah yakni membagun sumber daya manusia baik dari aspek mental emosional.

Adapun saran berdasarkan temuan-temuan penelitian ini adalah (1) Bagi kepala Madrasah agar menjadi pemimpin yang profesional dan memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan perbaikan budaya mutu sekolah secara berkesinambungan. Olehnya itu kepala sekolah harus mampu menjabarkan   visi dan misi dan mengimplementasikan nilai-nilai kepemipinan, melakukan hubungan soaial dan emosional dan memberikan penghargaan kepada bawahan agar tercipta kepemimpinan yang efektif yang dapat meningkatkan budaya mutu sekolah. (2) Bagi Kepala Kantor Depag dan Kepala Dinas hendaknya memperhatikan dengan baik peningkatan budaya mutu madrasah/sekolah dan kualitas kepemimpinannya dengan cara meciptakan sistem pendidikan atau pelatihan serta sertifikasi terhadap jabatan kepala sekolah secara profesional dengan standar-standar profesi yang baik. (3) Untuk sekolah  dalam hal ini warga Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Wumialo Gorontalo agar tetap berupaya untuk meningkatkan mutu dan prestasi akademik dan prestasi non akademik baik Tingkat  Regional maupun Tingkat  Nasional. (4) Sekolah dan masyarakat diusahakan saling mengisi dalam hal sumber daya masyarakat untuk membantu sekolah memecahkan masalah dan memperkuat program dukungan pencapaian tujuan sekolah. (5) Para orang tua murid dan anggota masyarakat sekitarnya perlu terus dibina agar mereka dapat terus memberikan dukungan  lebih maksimal lagi, selain itu hubungan kerjasama dengan orang tua murid dan masyarakat yang selama ini telah terjalin hendaknya terus ditingkatkan.