DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Berpikir Kritis dan Efikasi-diri Siswa pada Model Siklus Belajar 5E Terintegrasi Peer Instruction dalam Materi Suhu dan Kalor

Putri Dwi Sundari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sundari, Putri Dwi. 2017. Kemampuan Berpikir Kritis dan Efikasi-diri Siswa pada Model Siklus Belajar 5E Terintegrasi Peer Instruction dalam Materi Suhu dan Kalor. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Parno, M.Si., (II) Dr. Sentot Kusairi, M.Si.

 

Kata Kunci: efikasi-diri, kemampuan berpikir kritis,  peer instruction, siklus belajar 5E, suhu dan kalor

Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang diperlukan siswa untuk memecahkan masalah yang kompleks. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa adalah efikasi-diri. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan efikasi-diri siswa masih rendah. Guru perlu merancang pembelajaran yang tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan efikasi-diri siswa. Salah satu alternatif pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan efikasi-diri siswa adalah siklus belajar 5E dan peer instruction. Gabungan sisi positif dari kedua pembelajaran tersebut diduga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan efikasi-diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan efikasi-diri siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model siklus belajar 5E terintegrasi peer instruction pada materi suhu dan kalor.

Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain embedded experimental model untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang subjek penelitian. Subjek penelitian terdiri dari 33 siswa kelas X MIPA 6 SMA Negeri 1 Krian Sidoarjo. Penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis yang terdiri atas 8 soal uraian dengan reliabilitas 0,72 dan angket efikasi-diri yang terdiri dari 21 butir pertanyaan dengan reliabilitas 0,95. Data kuantitatif kemampuan berpikir kritis dan efikasi-diri siswa dianalisis menggunakan paired sample t-test, N-Gain, gain absolut, dan d-effect size, sementara data kualitatif dianalisis dengan melakukan reduksi terhadap hasil wawancara siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dengan N-gain sebesar 0,54 (kategori sedang) dan d-effect size sebesar 3,83 (kategori kuat). Siswa mampu berpikir kritis dalam kategori membangun keterampilan dasar, memberikan penjelasan sederhana, mengatur strategi dan taktik, dan membuat penjelasan lebih lanjut, namun masih kurang mampu dalam kategori membuat kesimpulan terkait masalah suhu dan kalor. Skor efikasi-diri siswa meningkat dengan gain absolut sebesar 19,97 dan d-effect size sebesar 1,56 (kategori kuat). Siswa memiliki keyakinan dalam mengaitkan konsep suhu dan kalor dengan konsep fisika lainnya, melakukan investigasi, dan menggunakan konsep suhu dan kalor pada fenomena di kehidupan sehari-hari. Guru dapat melatih siswa untuk berpikir kritis melalui pemberian masalah yang tidak hanya terbatas pada soal hitungan dan guru perlu membiasakan siswa untuk menilai kemampuan diri dalam melakukan tugas agar melatih efikasi-dirinya.