DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Experiential Learning terhadap Motivasi Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Geografi

Priyandari Tifani Yuniar

Abstrak


ABSTRAK

Priyandari, T. Y. 2019. Pengaruh Model Experiential Learning terhadap Motivasi Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Geografi. Tesis. Program Studi S2 Pendidikan geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Komang Astina, M.S., Ph.D., (2) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd., M.Si.

Kata Kunci: Experiential Learning, kemampuan pemecahan masalah, motivasi belajar

Motivasi belajar harus dimiliki oleh mahasiswa geografi. Motivasi adalah suatu proses diinisiasikannya dan dipertahankannya aktivitas yang diarahkan pada pencapaian tujuan. Motivasi belajar menjadi pendorong bagi mahasiswa untuk secara aktif dan fokus mengikuti serangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran. Komponen penting lain yang dijadikan sebagai penunjang kegiatan belajar mahasiswa adalah kemampuan pemecahan masalah. Pemecahan masalah adalah upaya untuk menemukan jawaban berdasarkan pemahaman yang dimiliki dalam rangka memenuhi tuntutan situasi yang tidak sesuai dengan harapan. Kegiatan pemecahan masalah penting bagi mahasiswa geografi dalam menyelesaikan permasalahan dengan melibatkan pemikiran yang kritis, logis dan sistematis.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

(1) pengaruh model Experiential Learning terhadap motivasi belajar mahasiswa; dan

(2) pengaruh model Experiential Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control design. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa geografi di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Angkatan 2016/2017 sebanyak 68 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, angket motivasi belajar, dan soal esai untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah. Analisis data yang digunakan adalah uji T. Hasil penelitian adalah:

(1) model Experiential Learning tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa karena mahasiswa sudah memiliki motivasi yang cukup tinggi ketika penelitian dilaksanakan; dan

(2) model Experiential Learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa, hal ini disebabkan karena model pembelajaran ini menggunakan pengalaman konkret sebagai dasar pembentukan pengetahuan mahasiswa dan setiap tahap di dalamnya melibatkan kemampuan berpikir mahasiswa untuk memecahkan permasalahan, Saran dari penelitian ini adalah:

(1) model Experiential Learning sebaiknya diterapkan pada mata perkuliahan Geografi Lingkungan, terutama pada KD “Upaya-upaya Penanggulangan Lingkungan” untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa;

(2) observasi lapangan sebagai alternatif kegiatan dalam model Experiential Learning harus melalui perencanaan yang matang agar pelaksaannya berjalan dengan baik sesuai; dan

(3) pembelajaran dengan model Experiential Learning membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu setidaknya dua kali pertemuan atau lebih agar hasil belajar yang didapatkan bisa lebih optimal.