DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kajian Aspek Biologi Konservasi Gurita untuk Pengembangan Buku Biologi Konservasi

jeni jeni

Abstrak


RINGKASAN

Jeni. 2019. Kajian Aspek Biologi Konservasi Gurita untuk Pengembangan Buku Biologi Konservasi. Disertasi, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Sutiman B. Sumitro, SU., D.Sc., (II) Dr. Endang Suarsini, M.Ked., (III) Dra. Dwi Listyorini, M.Si., D.Sc

Kata Kunci: Biologi konservasi, CO1, Gurita, Morfologi, Octopodidae

Gurita memiliki peran penting dalam ekosistem perairan laut, baik sebagai pemangsa maupun mangsa. Gurita dimangsa sejumlah pemangsa seperti ikan, burung, dan mamalia laut, terutama lumba-lumba dan paus dan sebaliknya berperan dalam menstabilkan berbagai populasi pada tropik di bawahnya sangat diperlukan. Sumberdaya gurita di alam juga telah dimanfaatkan oleh sejumlah negara menjadi salah satu komoditi penting di sektor perikanan tangkap. Permintaan yang meningkat pada hewan lunak ini terkait dengan penurunan tangkapan ikan dan persepsi gurita sebagai sumber protein alternatif yang dapat dikonsumsi manusia. Dalam kelompok ini, gurita yang didominasi famili Octopodidae menjadi sumberdaya yang banyak dieksploitasi oleh komunitas nelayan skala kecil (subsisten) dan industri.

Aktivitas manusia mengeksploitasi dan memanfaatkan spesies secara berlebihan adalah salah satu ancaman utama keanekaragaman hayati selain perubahan iklim global, invasi spesies asing dan penyebaran penyakit, serta berakibat pada fragmentasi dan degradasi habitat. Dampak aktivitas manusia berpotensi menurunkan populasi gurita. Hal ini dikaitkan dengan siklus hidup gurita di alam yang sedikit berbeda dengan organisme lainnya di ekosistem perairan. Berbagai jenis ikan dapat bertelur setiap tahun selama beberapa tahun, namun sebagian besar gurita hanya hidup 1–2 tahun dan mati setelah pemijahan.

Secara alami, dalam periode jangka waktu yang pendek gurita harus menyelesaikan siklus hidupnya. Kegagalan reproduksi yang disebabkan kerusakan habitat dan penangkapan yang luas pada kurun waktu tertentu dapat berdampak serius terhadap kelangsungan hidup jangka panjang dari stok dan populasi gurita. Faktor pembatas ini menarik untuk kajian konservasi kaitannya dengan peran masyarakat dalam pemanfaatan gurita.

Tujuan dan fokus penelitian ini adalah;

1) mengungkap pola penangkapan gurita oleh masyarakat nelayan,

2) mendeskripsi morfologi termasuk morfometrik dan meristik gurita,

3) mengungkap karakteristik genetik gurita famili Octopodidae melalui sekuen parsial CO1, dan

4) mengembangkan buku pengayaan, booklet dan poster biologi konservasi berbasis riset aspek biologi konservasi gurita.

Penelitian terdiri atas dua tahap, pertama, penelitian deskriptif eksploratif bertujuan mengungkap pola penangkapan, aspek morfologi, morfometrik dan meristik, karakter dan hubungan genetik gurita di perairan Pulau Buton. Teknik sampling mengadopsi model transek dengan cara menyusuri sepanjang pesisir pantai yang diduga habitat jenis-jenis gurita. Luas jelajah di sepanjang pesisir pantai relatif, berdasarkan kedalaman air laut berkisar antara 0–0,3 m. Sampling gurita dengan penyelaman hanya dilakukan di lokasi yang memiliki hamparan terumbu karang pada kedalaman 2–3 m. Pola penangkapan gurita oleh masyarakat diperoleh melalui angket yang disebarkan dan pengamatan secara langsung. Aspek morfologi, morfometrik dan meristik, diperoleh melalui deskripsi organisme target, pengukuran dan perhitungan karakter-karakter penting dan analisis statistik deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel. Karakter genetik meliputi identifikasi (barcode), keragaman dan hubungan genetik dianalisis menggunakan software MEGA6 dan DNASP V.5. kedua, penelitian dan pengembangan buku pengayaan berbasis riset sebagai penunjang mahasiswa pada matakuliah konservasi biologi. Penelitian dan pengembangan buku pengayaan biologi konservasi mengacu pada model penelitian dan pengembangan ADDIE dengan tahapan meliputi analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Data penelitian dan pengembangan buku pengayaan diperoleh dari penilaian validator ahli materi maupun ahli bahan ajar (media). Pengembangan instrumen penelitian buku pengayaan pengetahuan diacu dari pusat perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain buku pengayaan, juga dikembangkan produk berupa booklet dan poster. Validasi booklet dan poster dilakukan oleh pembimbing sebagai validator internal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

1) pola penangkapan gurita oleh masyarakat umumnya dilakukan berdasarkan kondisi laut sedang surut atau surut terjauh (maksimal) dengan menelusuri sepanjang pesisir pantai pada kedalaman 0–0,3 m, atau diselami pada kedalaman 2–3 m. Teknik pancing adalah satu-satunya cara yang tidak tergantung kondisi pasang surut. Penangkapan gurita selain dipancing dapat menggunakan tangan saja, batangan besi, speargun, dan alat pendukung lainnya seperti linggis.

2) Eksplorasi gurita yang dilakukan diperoleh 4 spesies terdiri atas Octopus cyanea , Abdopus aculeatus, Callistoctopus cf. aspilosomatis, dan Hapalochlaena lunulata. Spesimen yang diperoleh sebanyak 46, terdistribusi di tiga lokasi berbeda. Spesimen yang diperoleh memiliki ukuran yang bervariasi baik bobot tubuh, maupun karakter morfometrik dan meristiknya lainnya.

3) Total 39 spesimen yang dianalisis melalui pendekatan genetik berhasil mengidentifikasi seluruh sekuen yang ada termasuk dua spesies samar yang tidak teridentifikasi sebelumnya berdasarkan deskripsi morfologi.

4) Buku pengayaan yang dikembangkan dapat diselesaikan dengan judul “Gurita: Mengenal Lebih Dekat Si Lengan Delapan (Keanekaragaman Gurita dalam Perspektif Konservasi)” dan telah divalidasi. Persentase setiap komponen buku dari ahli materi berkisar antara 86,7–100% dan ahli media berkisar 93,33–100% dengan mendapatkan keputusan sangat layak dan tidak diperlukan revisi. Selain produk utama berupa buku pengayaan juga dihasilkan dua produk berupa booklet dengan judul “Serba Serbi Gurita dan Pelestariannya” dan poster dengan judul “Seputar Gurita dan Pelestariannya”. Kedua produk pengembangan ini diperuntukkan bagi masyarakat umum/nelayan karena desain dan isinya lebih sederhana.

Hasil penelitian yang diperoleh dapat menjadi rekomendasi pengelolaan sumberdaya gurita. Identifikasi dan pengungkapan informasi aspek biologi jenis-jenis gurita yang memiliki nilai ekonomi penting untuk ditindaklanjuti karena erat kaitannya dengan eksploitasi. Indikasi teknik penangkapan gurita yang merusak juga perlu mendapat perhatian dan solusi teknik penangkapan yang lebih ramah lingkungan sehingga kelanjutan sumberdaya gurita dapat dipertahankan.