DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PRODUKSI IDENTITAS DAN KONSTRUKSI IDEOLOGI DOSEN DALAM PRAKTIK PEMBELAJARAN SASTRA

ADI PROBO LAKSONO

Abstrak


Laksono, Adi Probo. 2019. Praktik Produksi Identitas Dan Konstruksi Ideologi Dosen Jurusan Sastra Di Universitas Negeri Tahun 2000-2019. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (II) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.Kata Kunci: Produksi Identitas, Konstruksi Ideologi, Pendidikan Sastra, SosiologiPendidikanIdentitas merupakan sebagai bagian dari individu merupakan sesuatu yang cair. Setiap individu secara terus menerus mendefinisikan dirinya berdasarkan posisinya dalam kelompok social. Dosen sastra tidak hanya sebagai profesi dalam dunia Pendidikan. Dosen sastra turut dikenali sebagai identitas personal atau identitas kelompok. Dosen sastra memiliki tipifikasi berdasarkan hal yang ditampilkan oleh sebagai pengenal diri. Selain itu, tipifikasi dosen sastra memberikan penanda terhadap liyan. Dalam paradigma kajian sosial budaya, identitas dikenali melalui subjektifitas yang melekat dalam diri individu maupun kelompok. Subjektifitas dosen sastra dalam bidang keilmuan sastra dan pendidikan menjadi penentu dalam mendeskripsikan dosen sastra. Dosen sastra sebagai individu dibentuk melalui konstruksi, serangkaian strukturasi subjektifitas dalam berbagai macam ranah. Dosen sastra di Universitas Negeri Malang melalui serangkaian strukturasi habitus sebagai dasar dari konstruksi subjektifitas yang melekat dalam diri dosen sastra.Subjektifitas yang terbentuk dalam diri agen (dosen sastra) berkaitan erat dengan ideologi agen. Ideologi agen menjadi dasar munculnya praktik sosial. Dalam konteks penelitian ini, ideologi dosen sastra berperan dalam pelaksanaan praktik perkuliah dalam perguruan tinggi. Disposisi kesusastraan dosen sastra akan menampilkan ideologi kesastraan dosen sastra. Disposisi Pendidikan sastra akan menampilkan ideologi keilmuan sastra dan Pendidikan sastra. Hal itu menjadi dasar praktik agen dalam Pendidikan sastra pada perguruan tinggi. Kajian ini dilakukan di Universitas Negeri Malang karena Universitas Negeri Malang merupakan perguruan tinggi yang memusatkan perhatian pada pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mendeskripsikan praktik produksi identitas dosen sastra dan menjelaskan konstruksi ideologi dosen sastra di Universitas Negeri Malang.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologi budaya dengan mengadaptasi kerangka berpikir dari Bourdieu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan praktik produksi identitas dosen sastra dan konstruksi identitas dosen sastra di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik produksi identitas dosen sastra di Universitas Negeri Malang dan mendeskripsikan konstruksi ideologi kesusastraan serta pendidikan sastra dosen sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Penelitian ini mengadaptasi kerangka berpikir Bourdieu mengenai reproduksi budaya dan pendidikan. Data penelitian ini terdiri data primer dan data sekunder. Data primer berupa tuturan hasil wawancara, sedangkan data sekunder berupa catatan lapangan, hasil dokumentasi, dan hasil penelitian. Subjek penelitian ini adalah dosen sastra Indonesia, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang.viiHasil analisis data mengenai produksi identitas dosen sastra Indoensiamenunjukkan bahwa dosen sastra mengonstruksi habitusnya pada ranah yangberbeda-beda. Konstruksi habitus agen terjadi pada rentang waktu anak-anakhingga bekerja sebagai dosen sastra. Latar belakang keluarga dan motivasi agenmenentukan habitus agen yang sesuai sebagai dosen sastra Indonesia. Habitus agenyang terbentuk pada masa anak-anak hingga dewasa memiliki kecenderunganmenyukai estetika sastra dan dekat dengan konsumsi dan produksi karya sastra.Kompentensi keilmuan dosen sastra Indonesia dibentuk melalui konstruksi budayaleterasi, baik literasi sastra maupun literasi keilmuan sastra. Dosen sastra dikenalisebagai (1) individu atau kelompok dengan sikap humanis, (3) individu ataukelompok dengan kakarter dinamis, dan (3) akademisi yang sastrawan.Hasil analisis data mengenai konstruksi ideologi dosen sastra menunjukkanbahwa posisi agen dalam ranah sastra dan Pendidikan sastra memiliki pengaruhterhadap ideologi kesusastraan dan ideologi pendidikan sastra. Agen Pendidikansastra, WS dan TD memosisikan diri sebagai akademisi ilmu sastra dan Pendidikanpada ranah Pendidikan sastra pada pendidikan tinggi. Disposisi WS dalamkeusastraan melihat bahwa erotisme bagi pendidikan sastra memiliki nilai negatif,sedangakan disposisi TD melihat sastra memiliki kandungan yang luas bagipendidikan. Baik WS maupun TD memosisikan sastra kanon Indonesia sebagaikarya utama dalam kajian sastra dan pendidikan sastra. Dalam pendidikan sastra,WS dan TD berperan sebagai kelas hegemonik yang berperan mengontrol orientasikeilmuan dan kesusastraan mahasiswa. TD dan WS memiliki ideologi keilmuankonstruktsif progresif dan ideologi konservatif dalam konsumsi kesusastraan padapendidikan tinggi.Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa identitas dosen sastra diproduksimelalui pendidikan sejak anak-anak dan diperkuat dengan strukturasi pendidikanformal. Ideologi kesusastraan dan keilmuan dosen sastra berkaitan erat denganstrukturasi habitus yang diperoleh pada masa pendidikan di keluarga danpendidikan formal. Latar belakang keluarga dan pendidikan yang didapat padapendidikan formal memberikan pengaruh terhadap ideologi kesusastraan dankeilmuan sastra. Selain itu, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk tiga tujuan.Pertama, penelitian ini dapat digunakan sebagai evaluasi pengembanganparadigma keilmuan dan kesusastraan Indonesia. Kedua, hasil penelitian ini dapatdigunakan sebagai acuan bagi perumusan modal pendidikan sastra di pergurantinggi. Ketiga, peneliti lain dapat menggunakan penelitian ini sebagai pembandingdalam kajian pendidikan sastra.