DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STRATEGI ORANGTUA PEKERJA DALAM PENANGGULANGAN ANAK KETERGANTUNGAN GAWAI DI DESA PAKISKEMBAR KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Ismiati Eni

Abstrak


ABSTRAK

Ismiati, Eni. 2019. Strategi Orangtua Pekerja Dalam Penanggulangan Anak Ketergantungan Gawai Di Desa Pakiskembar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Tesis, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Sri Redjeki, M.S., (2) Dr. Ellyn Sugeng Desyanty,S.Pd., M.Pd.

Kata Kunci: strategi, orangtua pekerja, anak usia dini, ketergantungan gawai

Orangtua dengan semua aktivitasnya di dalam rumah atau di luar rumah membutuhkan bantuan orang lain dalam mengasuh anak-anaknya. Jasa pengasuh anak dibutuhkan apabila para orangtua merasa kesulitan membagi waktu antara keluarga dengan bekerja. Orangtua memberikan fasilitas gawai terhadap anak dengan berbagai macam alasan, misalnya untuk edukasi, hiburan, alat bermain anak, untuk menenangkan anak, dan lain sebagainya. Para orangtua tidak memikirkan dampak dari gawai yang telah diberikan, hingga pada akhirnya orangtua mulai merasa ada sesuatu yang berbeda dari sikap dan kebiasaan anak.

Fokus penelitian ini untuk mengkaji strategi orangtua pekerja dalam penanggulangan anak ketergantungan gawai di Desa Pakiskembar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Memakai teknik snowball sampling untuk memilih informan penelitian.Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sedang analisis data menggunakan model Spradley.

Berdasarkanpenelitian ini ditemukan:

(1) anak di Desa Pakiskembar lebih suka bermain gawai daripada bermain di luar bersama temannya. Tanda-tanda dan dampak anak ketergantungan gawai yakni: enggan melakukan kegiatan lainnya,  topik hanya seputar gawai,  sering membantah, sensitif atau mudah tersinggung, berprilaku agresif,  egois, enggan berbagi waktu dalam penggunaan gawai bahkan sampai lupa waktu,  sering berbohong,  enggan ke sekolah, sulit berkonsentrasi, bahkan tidak dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik,  sensitif dan cenderung menarik diri dari orang lain,  tidur tidak tenang, nafsu makan berkurang, dan  mudah  bosan;

(2) dalam penelitian ini pihak-pihak yang terlibat dalam penanggulangan anak ketergantungan gawai adalah orangtua dan pengasuh anak; dan

(3) strategi orangtua dalam penanggulangan anak ketergantungan gawai.

Saran penelitian ini ditujukan pada

(1) orangtua pekerja, agar memberikan waktu dan perhatian yang berkualitas pada anak, tidak memberikan kebebasan pada anak dalam bermain gawai yang berarti orangtua harus membatasi waktu anak bermain gawai dan mengalihkan perhatian anak dengan melakukan kegiatan lain atau dengan memberikan fasilitas mainan selain gawai. Orangtua menjadikan pendidikan dalam keluarga sebagai modal utama dalam penangulangan anak ketergantungan gawai;

(2) pengasuh anak, agar dapat memberikan pengasuhan yang lebih tepat dan menjalin kerja sama dengan orangtua terkait upaya penanggulangan anak ketergantungan gawai; dan

(3) peneliti selanjutnya,agar dapat mengembangkan topik ketergantungan anak pada gawai dari sudut pandang yang berbeda sebagai bahan untuk penelitian selanjutnya. Serta dapat melanjutkan penelitian tersebut sesuai dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat.