DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGASUHAN KELUARGA BERBASIS NEUROLINGUISTIC PROGRAMMING PADA KELUARGA PRAKTISI NEUROLINGUISTIC PROGRAMMING

YOHANNES BHAKTI AGUSTIAWAN

Abstrak


ABSTRAK

Yohannes Bhakti Agustiawan, 2019,  Pengasuhan keluarga berbasis Neuro Linguistic Programming pada keluarga praktisi Neurolingistic     Programming.         Tesis, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan  Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1)   Dr. Endang Sri Redjeki, M.S; (2) Dr. Sri Wahyuni, M.Pd.

kata kunci : Pengasuhan, Neurolingistic Programming, Pendidikan Luar Sekolah

Kajian ini didasarkan pada pentingnya keterlibatan orangtua dalam mengatasi gangguan kecemasan pada anak, gangguan kecemasan dapat berwujud phobia spesifik, ganguan panic, phobia sosial, gangguan kecemasan  umum. Pada saat mengalami gangguan kecemasan kualitas hidup anak akan terganggu, gangguan kecemasan pada anak juga cenderung berkembang menjadi gangguan yang berat, sehingga membawa dampak pada kemampuan anak dalam mengambil keputusan dan mengambil peluang yang ada. Anak yang menderita phobia cenderung menghindari sumber phobianya.Orangtua membutuhkan teknik dan metode untuk mengatasi persoalan anaknya. Penelitian ini akan mengkaji  penggunaanNeurolinguistic Programming dalam pengasuhan keluarga, terutama penggunaan metode dan teknik-teknik untuk mengatasi gangguan kecemasan pada anak.

Fokus penelitian ini  adalah untuk mengkaji upaya orangtua dalam mengatasi kecemasan yang dialami oleh anak,  mencakup kajian tentang jenis kecemasan yang terjadi pada anak serta penanganan yang dilakukan oleh orangtuanya. Penelitan ini sekaligus ingin mengkaji penggunaan metode Neurolinguistic Programming dalam pengatasi persoalan yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggali sumberdata dari informan yang telah menguasai Neurolinguistic Programming dan telah menerapkan metode tersebut untuk mengatasi gangguan kecemasan yang dialami oleh anaknya.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan anak dari kecemasan,  dapat segera membantu anak terlepas dari gangguan kecemasan yang menimpanya. Gangguan kecemasan yang ditemukan dan di atasi oleh orangtua adalah phobia spesifik, serta phobia sekolah. Informan menggunakan metode Neurolinguistic Programming untuk mengatasi kecemasan yang menimpa sang anak.  Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah  orangtua  memiliki sikap tanggap terhadap kecemasan yang dialami oleh anak, orangtua memiliki metode untuk mengatasi persoalan tersebut, serta orangtua memiliki kiat-kiat untuk mencegah terjadinya kecemasan dimasa mendatang.Orangtua hanya dapat secara efektif membantu anaknya apabila kualitas komunikasi keluarga dapat terawat dengan baik.