DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakter Guru terhadap Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika

syaifuddin syaifuddin

Abstrak


ABSTRAK

Syaifuddin, 2019. Karakter Guru terhadap Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika. Disertasi, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D, (II) Dr. Sudirman, M.Si, (III) Dr. Makbul Muksar, M.Si

Kata kunci: karakter guru, pemahaman, berfikir siswa dalam menyelesaikan masalah

          Dalam pembelajaran matematika, guru biasanya memberikan soal atau pertanyaan kepada siswa. Akan tetapi, tidak semua soal atau pertanyaan yang diberikan guru menjadi masalah bagi siswa. Soal atau pertanyaan dikatakan masalah bagi siswa apabila siswa tidak mampu menjawab dengan prosedur rutin yang dimiliki siswa tersebut. Pada saat siswa menjadikan soal atau pertanyaan yang diberikan guru sebagai masalah, guru mempunyai peran penting untuk memunculkan pemikiran siswa sehingga mampu menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu tugas guru adalah memberikan arahan kepada siswa sehingga siswa mampu berpikir untuk menyelesaikan masalah tersebut. Oleh karena itu, penting membahas tindakan apa saja yang dilakukan guru untuk memunculkan pemikiran siswa dalam membuat strategi untuk menyelesaikan masalah.

  Keberhasilan guru memunculkan pemikiran siswa dalam menyelesaikan masalahmatematika tentunya didukung oleh pemahaman yang dimiliki siswa tersebut. Pemahaman penting dimiliki siswa sehingga mampu memahami strategi yang dibuat. Oleh karena itu, penting membahas pemahaman yang dimiliki siswa saat membuat strategi untuk menyelesaikan masalah matematika.

            Tidak semua siswa mampu memahami apa yang diarahkan guru, maka guru harus mampu memberikan respon sehingga siswa mampu menyelesaikan masalah. Respon yang diberikan guru berdasarkan pemahaman siswa saat membuat strategi untuk menyelesaikan masalah. Respon diberikan sebagai bentuk bantuan guru kepada siswa. Oleh karena itu, penting membahas respon yang diberikan guru berdasarkan pemahaman siswa saat membuat strategi untuk menyelesaikan masalah matematika.

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

(1) mendeskripsikan tindakan apa saja yang dilakukan guru untuk memunculkan pemikiran siswa dalam membuat strategi untuk menyelesaikan masalah.

 (2) menginterpretasi pemahaman siswa saat membuat strategi untuk menyelesaikan masalah setelah adanya tindakan guru.

(3) mendeskripsikan respon yang diberikan guru berdasarkan pemahaman siswa saat membuat strategi untuk menyelesaikan masalah matematika.

Subjek penelitian dipilih dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian. Ada 6 guru yang menjadi subjek penelitian yaitu 2 guru pertama, 2 guru muda, dan 2 guru madya.Guru pertama yang dimaksud adalah guru yang mempunyai angka kredit antara 100 dan 199. Guru muda yang dimaksud adalah guru yang mempunyai angka kredit antara 200 dan 395. Guru madya yang dimaksud adalah guru yang mempunyai angka kredit 400 dan 700. Angka kredit diperoleh dari nilai dalam hal pembelajaran yang dilakukan guru, pendidikan yang dimiliki guru, pengembangan keprofesian berkelanjutan yang pernah diikuti guru.

            Data diperoleh dari: (a) hasil pengamatan saat guru memberi tindakan dan memberikan respon kepada siswa sehingga siswa mampu membuat strategi untuk menyelesaikan masalah matematika, (b) hasil pengamatan saat siswa membuat strategi untuk menyelesaikan masalah.

Hasil penelitian ini sebagai berikut: Ada 2 karakteriktik berbeda saat guru memberikan tindakan kepada siswa sehingga siswa mampu membuat strategi untuk menyelesaikan masalah soal cerita. Pertama, guru memberikan empat tindakan sebagai berikut:

(1) guru meminta siswa menuliskan kembali soal dengan menggunakan kata-katanya sendiri, menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dalam masalah tersebut.

(2) guru meminta siswa untuk mengubah soal menjadi masalah simbolik.

(3) guru meminta siswa membuat masalah matematika simbolik dan menggunakan operasi serta prosedur dalam matematika dengan tepat untuk menyelesaikan masalah.

(4) guru mengarahkan siswa untuk memeriksa hasil penyelesaian masalah. Kedua, guru memberikan tindakan-tindakan sebagai berikut:

 (1) guru meminta siswa menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dalam masalah tersebut.

(2) guru meminta siswa untuk mengubah soal menjadi masalah simbolik.

(3) guru meminta siswa membuat masalah matematika simbolik dan menggunakan operasi serta prosedur dalam matematika dengan tepat untuk menyelesaikan masalah. Ada 2 karakteristik pemahaman siswa yang berbeda setelah guru memberikan tindakan. Pertama, pemahaman siswa termasuk pemahaman relasional. Kedua, pemahaman siswa termasuk pemahaman instrumental. Ada 2 karakteristik yang berbeda pada respon yang diberikan guru. Pertama, respon yang diberikan guru adalah sebagai berikut:

(1) meminta siswa memperhatikan contoh yang mirip dengan masalah yang dihadapi siswa,

(2) memberikan contoh yang lebih sederhana dari masalah yang dihadapi siswa,

(3) memberikan contoh yang lebih komplek dari masalah yang dihadapi siswa. Kedua, respon yang diberikan guru adalah sebagai berikut:

(1) meminta siswa memperhatikan contoh yang mirip dengan masalah yang dihadapi siswa,

(2) memberikan contoh yang lebih sederhana dari masalah yang dihadapi siswa.