DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Panduan Pelatihan Kesadaran Respek Menggunakan Media Wayang Golek Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama

GURUSINGA DITA NADHILA PUTRI

Abstrak


RINGKASAN

Gurusinga, Dita Nadhila Putri. 2019. Pengembangan Panduan Pelatihan Kesadaran Respek Menggunakan Media Wayang Golek untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama. Tesis. Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (1) Dr. Henny Indreswari, M.Pd., (2) Dr. M. Ramli, M.A.

Kata Kunci: Kesadaran Respek, Media Wayang Golek

Membina hubungan baik dengan seseorang maupun kelompok, penting untuk saling menghormati dan menghargai. Saling menghormati dan menghargai dengan sesama penting diterapkan sedari dini. Hal ini disebut dengan respek. Respek berarti menunjukkan penghargaan terhadap harga diri orang lain ataupun hal lain selain diri sendiri (Lickona, 2012). Upaya untuk mengembangkan respek, individu terlebih dahulu harus mengetahui dampak yang terjadi ketika dia bertindak ataupun sadar sebelum melakukan suatu tindakan yang menujukkan kurangnya respek. Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan sasaran yang tepat dalam menumbuhkan kesadaran respek dengan menggunakan media wayang golek. Nilai-nilai kehidupan dalam pertunjukan wayang golek disampaikan melalui karakter atau watak tokoh wayang

. Pada cerita wayang, tiap-tiap tokohnya merupakan refleksi atau representasi dari sikap, watak, dan karakter manusia secara umum. Kebaikan dan kejahatan, kebatilan, keburukan, kasih sayang, cinta, bela negara, toleransi, dan gotong-royong merupakan nilai-nilai yang disampaikan dalam setiap pertunjukan wayang golek (Aizid dalam Sabunga & Budimansyah, 2016). Dalam hal ini, wayang golek digunakan sebagai media untuk menyampaikan indikator-indikator kesadaran respek untuk siswa SMP yang disampaikan melalui lakon wayang golek. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk panduan pelatihan kesadaran respek menggunakan media wayang golek secara khusus untuk siswa SMP yang memenuhi kriteria keberterimaan berupa kegunan, kelayakan, ketepatan, serta kemenarikan melalui uji ahli dan uji calon pengguna.

Model penelitian dan pengembangan pada penelitian ini mengacu pada model penelitian dan pengembangan Research and Development yang di populerkan oleh Borg & Gall (1983). Model penelitian dan pengembangan ini terdapat sepuluh langkah. Namun pada penelitian ini, peneliti menggunakan model penelitian dan pengembangan yang diadopsi dari Borg & Gall (1983) yang akan dilakukan sampai pada langkah kelima disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi peneliti selama proses penelitian, di antaranya penelitian awal dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk awal, dan revisi produk awal. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan inter-rater agreement model untuk mengetahui kesepakatan. Uji coba produk dilakukan oleh satu orang ahli wayang, satu orang ahli medi pembelajaran, serta dua orang ahli BK dan calon pengguna.

 

Penilaian yang diberikan oleh ahli wayang golek dengan kriteria aspek penilaian ketepatan dapat disimpulkan bahwa penilaian ahli wayang golek terhadap panduan pelatihan kesadaran respek menggunakan media wayang golek untuk siswa SMP memenuhi kriteria keberterimaan dari segi ketepatannya. Penilaian yang telah diberikan oleh ahli media pembelajaran terhadap panduan pelatihan kesadaran respek yakni cukup menarik. Karena terdapat beberapa item yang memperoleh nilai 2. Selanjutnya dari nilai tersebut dilakukan perbaikan sesuai dengan saran dari ahli media pembelajaran. Koefisien penilaian kedua ahli BK pada aspek kegunaan, kelayakan, dan ketepatan produk sebesar

1. Hasil koefisien tersebut jika mengacu pada Guilford (dalam Gregory, 2015) masuk dalam rentang 0,80< rxy≤ 1,00 yang dapat dikategorikan memiliki validitas kesepakatan sangat tinggi (sangat baik). Kemudian, koefisien penilaian kedua calon pengguna pada aspek kegunaan dan ketepatan produk sebesar

2. . Hasil koefisien tersebut jika mengacu pada Guilford (dalam Gregory, 2015) masuk dalam rentang 0,80< rxy≤ 1,00 yang dapat dikategorikan memiliki validitas kesepakatan sangat tinggi (sangat baik). Sedangkan, koefisien penilaian kedua calon pengguna pada aspek kelayakan produk sebesar 0.75. Hasil koefisien tersebut jika mengacu pada Guilford (dalam Gregory, 2015) masuk dalam rentang 0,60< rxy≤ 0,80 yang dapat dikategorikan memiliki validitas kesepakatan tinggi (baik).

Peneliti selanjutnya diperbolehkan melakukan langkah lanjutan yakni uji kelompok terbatas. Uji kelompok terbatas dapat dilakukan melalui penelitian tindakan untuk menguji keterlaksanaan panduan pelatihan kesadaran respek menggunakan media wayang golek untuk siswa SMP. Diperbolehkan juga untuk melakukan perbaikan pada keterbatasan produk, dan disarankan untuk meggunakan video wayang golek dalam melakukan pelatihan.