DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Program Akselerasi di Sekolah Unggulan Terpadu (Studi Multisitus di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Lumajang). (Tesis)

Jovita Dwi Satyarini

Abstrak


Layanan pendidikan di Indonesia pada beberapa masa lebih banyak bersifat klasikal-massal yang berorientasi pada kuantitas untuk dapat melayani sebanyak-banyaknya jumlah siswa. Di sisi lain, ditinjau dari aspek kemampuan dan kecer­dasan, siswa dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu di bawah rata-rata, rata-rata, dan di atas rata-rata. Untuk siswa yang di bawah rata-rata pemerintah su­dah men­sosialisasikan pela­yanan pengajaran remidi yang membutuhkan waktu le­bih lama untuk menyelesaikan materi kurikulum. Sedangkan bagi siswa yang me­mi­­li­ki ke­mam­puan dan kecerdasan di atas rata-rata belum mendapatkan pela­yan­an pen­­di­dikan yang sesuai. Kebutuhan akan layanan pendidikan yang khusus ini ke­mu­­dian memperoleh dasar yuridis dalam pasal 5 ayat 4 Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasi­onal: "Warga Negara yang memi­­liki po­ten­si kecer­­dasan dan bakat istimewa berhak mem­per­oleh pendidikan khusus." Pendi­dikan khusus yang dipilih oleh Direktorat Jen­dral Pendidikan Dasar dan Mene­ngah adalah program akselerasi.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan penye­leng­garaan pro­gram akselerasi di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Lumajang, (2) me­­ka­­­­­­nisme penye­lenggaraan program akselerasi di SMP Negeri 1 dan SMA Ne­ge­­­ri 2 Lumajang, (3) strategi penentuan input program akselerasi di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Lumajang, (4) kurikulum dan pembelajaran program akse­­le­ra­si di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Lumajang, (5) strategi penentuan output pro­­­gram akselerasi di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Lumajang, (6) meka­­nis­me pembinaan program akse­le­ra­si di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Luma­jang, dan (7) mekanisme monitoring dan evaluasi program akselerasi di SMP Nege­­ri 1 dan SMA Negeri 2 Lumajang.

Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan jenis ran­cang­an stu­di multisitus. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen pro­gram akse­lerasi di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Lumajang. Teknik pengum­pulan data yang digunakan adalah: (1) wawan­­­cara men­­­­dalam, (2) obser­­­vasi parti­sipan, dan studi dokumentasi. Analisis data pene­li­ti­an ini dilakukan sela­ma, setelah pengumpulan data dan sampai sele­sainya penu­lis­an laporannya. Ana­li­sis data meliputi tiga alur kegiatan yang terja­­di secara ber­sa­­maan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Temuan penelitian di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Lumajang adalah: (1) perencanaan penyelenggaraan meliputi kegiatan : (a) sosialisasi pada seluruh de­wan guru, (b) membentuk panitia khusus, (c) me­la­kukan studi banding, (d) sosialisasi pada orang tua siswa, (e) seleksi guru, dan (f) menyusun proposal per­mo­­­honan; (2) mekanisme penyelenggaraan meliputi: (a) mengi­­­­rim­­kan pro­posal per­­mo­­­honan ke Dinas Pendidikan Kabu­paten, Dinas Pendi­dikan Provinsi, dan Dirjen Dik­dasmen cq. Ditjen PLB di Jakarta, (b) Dinas Pendidikan Kabu­paten mela­kukan obser­vasi dan supervisi, (c) Dinas Pendidikan Kabu­paten me­ngi­rimkan reko­men­dasi ke Dinas Pendidikan Provinsi, (d) Dinas Pendidikan Provinsi melakukan observasi, dan (e) Dinas Provinsi menerbitkan SK Penetapan; (3) strategi penentuan input mela­lui tahapan: (a) Pene­ri­maan Peserta Didik Baru, (b) sosi­ali­sasi pada orang tua siswa baru, (c) menunjuk lembaga pelaksana tes psi­­ko­logi, (d) mene­­tapkan akseleran berdasarkan hasil tes psikologi, (e) membuat persetujuan de­ngan orang tua dan siswa, dan (f) siswa wajib memperoleh surat kete­rangan sehat dari dokter; (4) kurikulum dan pem­be­lajarannya berupa: (a) meng­gunakan kurikulum na­si­­onal dan muatan lokal, (b) menyusun kurikulum yang berdi­ferensiasi dalam hal isi, strategi belajar meng­ajar, penggunaan fasilitas, dan hasil bela­jar, dan (c) menyusun kalender akademik; (5) stra­te­gi pe­nen­­tuan output meliputi: (a) penilaian ha­sil belajar, (b) mene­tap­kan Kri­teria Ketuntasan Minimal, (c) mengikuti pro­gram remedial jika belum men­capai ketun­tas­an, (d) dikembalikan ke program reguler jika tidak memenuhi syarat, dan (e) dinya­ta­kan lulus dari sekolah jika me­me­nuhi syarat kelulusan; (6) meka­nisme pembinaan meliputi: (a) dilaku­kan oleh pem­bi­na tingkat nasi­onal, pro­vin­si, dan kabupaten, (b) jadwal tiap pembina tidaklah sama; (7) mekanisme moni­to­ring meli­puti: (a) Pelaksananya adalah Dirjen Dik­­­das­men cq. Dit­­­jen PLB, Dinas Pen­di­dikan Pro­vinsi (Subdinas PLB), dan Dinas Pendi­dikan Kabu­pa­ten, (b) waktu pelaksanaan adalah dua kali dalam seta­hun, (c) instrumen moni­­toring berupa porto­­folio, (d) mengirimkan lapo­ran pelaksanaan setiap tahunnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten, Dinas Pen­didikan Provinsi (Sub­din PLB), dan Dirjen Dikdasmen (Ditjen PLB).

Berdasarkan temuan penelitian diperoleh kesimpulan: (1) perencanaan penye­leng­­ga­raan program akselerasi melibatkan seluruh warga sekolah, (2) mekanisme penyelenggaraan program akselerasi meli­puti kegiatan meyusun dan mengirimkan proposal kepada Dinas Pen­di­­dikan Kabupaten yang akan merekomen­dasikannya kepada Dinas Pendi­dikan Provinsi untuk dilakukan penelitian dan evaluasi terhadap proposal ter­sebut. Apabila dianggap meme­­­nuhi kriteria, Dinas Pendidikan Pro­vinsi akan me­ner­­­­bitkan Surat Keputusan Pene­­tapan, (3) strategi penentuan input program akse­le­rasi mengikuti konsep "Three-Ring Conception" dari Renzulli. Pelaksana tes adalah lemba­ga psi­kologi yang bersertifikasi dan dire­komendasikan oleh Dirjen Dikdas­men, (4) kur­i­kulum dan pembelajaran pada pro­gram akselerasi adalah kurikulum nasi­onal dan muatan lokal. Kurikulum yang digu­nakan adalah kuri­kulum berdife­ren­si­asi Kalender akademik pro­­gram akse­lerasi me­­­­­mu­­at empat bulan hari efektif setiap semes­ternya, (5) stra­tegi penentuan output meng­gunakan berba­gai jenis ulangan. Program remidial juga harus diikuti akse­le­ran jika tidak mampu mencapai KKM dan harus kembali ke program regu­­ler jika dinilai tidak mampu mengikuti pembelajaran di program akse­le­rasi. Akse­leran di­nya­­­ta­kan lulus dari satuan pendidikan dengan mengikuti krite­ria kelulusan seko­lah, (6) mekanisme pembinaan meliputi pembina pusat, provin­si, dan kabupaten. (7) monitoring dila­kukan seca­ra ber­jen­jang, dilaksa­na­kan oleh Dit­­jen Dikdasmen cq. Dit PLB, Dinas Pendi­­dikan Pro­vinsi (Subdin PLB), dan Di­nas Pendidikan Kabupaten; dan (8) melakukan evaluasi program setiap tahun.

Abstract:

Keywords: management, acceleration program, Integrated Excellent School.

Education service in Indonesia tends to be mass classical oriented to quan­tity in order to serve student as many as possible in same periode. In the other hand based on ability and intelligence aspect, students are classified into three groups, under average, average, and above average. For student under average, goverment has socialized remedial teaching service which needs longer time to finish the curriculum sub­jects. While for students who have of ability and intelligence above average have not got appropriate education. The need for special education service is based on the juridical basic on describing paragraph 5 article 4 Law no 20/2003 on the Natio­nal Education System: "The citizen who has potency of special intelligence and skill has the right to obtain special education." The special education determined by Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah is acceleration program.

The aims of this study are describing: (1) preparation of the acceleration program implementation at SMP Negeri 1 and SMA Negeri 2 Lumajang; (2) mechanism of acceleration program implementation at SMP Negeri 1 and SMA Negeri 2 Luma­jang; (3) the strategy of determining input of acceleration program at SMP Negeri 1 and SMA Negeri 2 Lumajang; (4) the curriculum and learning of the acce­leration program at SMP Negeri 1 and SMA Negeri 2 Lumajang; (5) the stra­tegy of determining acceleration program output at SMP Negeri 1 and SMA Nege­ri 2 Lumajang; (6) the mechanism of development acceleration program at SMP Ne­ge­ri 1 and SMA Negeri 2 Lumajang; (7) monitoring mechanism of acce­leration program at SMP Negeri 1 and SMA Negeri 2 Lumajang; and (8) acceleration program evaluation at SMP Negeri 1 and SMA Negeri 2 Lumajang.

Qualitative approach with multisite study design is applied in this research. The study is emphasized on how acceleration program management at SMP Negeri 1 and SMA Negeri 2 Lumajang is. The data collection tehniques used are: (1) deep-interview, (2) paticipant observation, and (3) docu­mentation study. Futher, the data analysis of the reserach is conducted during and after the data collecting and until the completion of the report. The data analysis consists of three simultaneous activity stages i.e data reduction, data presentation, and conclusion.

The finding of the research at SMP Negeri 1 and SMA Negeri 2 Lumajang covers: (1) the implementation preparation consists of: (a) socialiszation to all teachers, (b) setting up the special commitee, (c) conducting comparative study, (d) socialiszation to students' parents, (e) selecting the teachers, and (f) arranging the implementation proposal; (2) the im­ple­­­mentation mechanism that covers: (a) sending application proposal to Dinas Pendi­dikan Kabupaten, Dinas Pendidikan Provinsi, and Dirjen Dikdasmen c.q. Ditjen PLB Jakarta, (b) Dinas Pendidikan Kabupaten conduct observation and super­vision, (c) Dinas Pendidikan Kabupaten sends recommendation to Dinas Pendi­dikan Provinsi, (d) observation by Dinas Pendidikan Provinsi, and (e) Dinas Pro­vinsi issues the Letter of Decree; (3) the strategy of input determination through the following stages: (a) arranging the admission announcement of new students, (c) promoting the program to students' parents, (d) appointing psychology institution to conduct the psy­cho­lo­gical test, (e) determining the students accelerated based on the psychological test, (f) arranging agreement with parents and students, and (g) students get certificate of students' health from the physicians or doctors; (4) the curriculum and learning covers: (a) implementing national curri­­cu­lum and local-based subjects, (b) arranging the curriculum which has diffe­ren­tiation in content, learning and teaching strategy, facility use, and learning result, and (c) arranging the academic calendar; (5) the strategy of output deter­mination that covers: (a) the assesment of learning, (b) determining the Minimum Mastery Criteria, (c) following the remedial program when the requi­rements are not achieved, (d) sending back to reguler program when the requirements are not achieved, (e) the academic report is given two months ahead of the regu­lar pro­gram, (g) passing the examination when the graduation requirements are fulfilled; (6) the development mechanism that com­prises: (a) the development is guided by the nationally, provincially, and regently-leveled advisors, (b) the schedule of each advisors are not same; (7) monitoring mechanism includes: (a) guided by Dirjen Dikdasmen c.q. Ditjen PLB, Dinas Pen­didikan Pro­vinsi (subdinas PLB), and Dinas Pendidikan Kabupaten, (b) it is con­ducted twice a year, (c) the monitoring instrument is in the form of porto­folio (d) sending the report of implementation to Dinas Pendidikan Kabu­paten, Dinas Pen­di­dikan Provinsi, and Dirjen Dikdasmen (Ditjen PLB) every year.

Based on the finding, it can be concluded that: (1) implementation pre­pa­ration of the acceleration program is one of the activities which involves the whole school individuals, (2) the mechanism of the acceleration program imple­mentation covers the activities of formulating and sending the request proposal to Dinas Pendidikan Kabupaten which then recommended to Dinas Pendidikan Provinsi followed by the research and evaluation to the proposal. If the proposal fulfills the criterion stated, Dinas Pendidikan will issue the Letter of Decree, (3) input determination strategy of the acceleration program follows the "Three Ring Conception" by Renzulli. Test implementation is done by certified psychology insti­tu­tion and recom­mended by Dirjen Dikdasmen, (4) curriculum and learning applied on acceleration program is national curriculum and locally-based subject. Curriculum used is dif­fe­rentiated one. The academic calendar of the acceleration program consists of four months effective day on each semester, (5) the output determination stra­tegy is done through various tests. Remidial program must be attended by students if they can't achieve MMC and must be sent back to regular program if they can not follow lear­ning activity in acceleration program. The students are graduated from the educa­tion program if they meet the criterion of the school graduation, (6) the mechanism of development covers central, provin­cial, and regency advisor; (7) monitoring is conducted gradually by Dirjen Dikdasmen c.q. Ditjen PLB, Dinas Pendidikan Provinsi (subdin PLB), and Dinas Pendidikan Kabupaten; (8) implementing evaluation program every year.