DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Berbasis Problem Solving Berdasarkan Hasil Penelitian Pengaruh Ekstrak Tempe Kedelai Hitam terhadap Kadar Interleukin 6 pada Tikus Diabetes Melitus Tipe 2 untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa

Ulfa Maulida Farid

Abstrak


RINGKASAN

 

Farid, Ulfa Maulida. 2019. Pengembangan Modul Berbasis Problem Solving  Berdasarkan Hasil Penelitian Pengaruh Ekstrak Tempe Kedelai Hitam terhadap Kadar Interleukin 6 pada Tikus Diabetes Melitus Tipe 2 untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa. Tesis, Jurusan Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Abdul Gofur, M.Si (2) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si

Kata kunci: Modul, Problem Solving, Diabetes Melitus Tipe 2, berpikir kritis

Pembelajaran di pendidikan tinggi mengacu pada kurikulum kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) pada level 6 untuk program sarjana yaitu mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi (Dirjendikti, 2014). Capaian kelulusan sesuai dengan KKNI, mahasiswa diwajibkan menyesuaikan program kuliah berdasarkan satuan kredit semester (sks) yang ditentukan sesuai program studi dan keahlian yang diminati (Depdikbud, 2012). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul berbasis Problem Solving berdasarkan hasil penelitian pengaruh ekstrak tempe kedelai hitam terhadap kadar interleukin 6 pada tikus diabetes melitus tipe 2 untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang valid, praktis dan efisien.

Prosedur penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE dengan 5 tahapan, yaitu analyze, design, develop, implementation; dan evaluate. Desain uji coba menggunakan nonrandomized control group pretest-posttest design. Validitas produk diukur berdasarkan uji validitas oleh ahli media, ahli materi dan ahli praktisi lapang. Kepraktisan produk diukur berdasarkan respon mahasiswa dengan menggunakan lembar angket respon setelah penggunaan produk. Keefektifan produk diukur berdasarkan tes evaluasi sebelum dan sesudah penerapan modul berbasis Problem Solving . Modul yang dikembangkan dikatakan valid, praktis, dan efektif. Valid berdasarkan telaah ahli media (92,74%) dan ahli materi (91,43%) praktisi lapangan (93,92%.). Praktis berdasarkan respon mahasiswa (80,90%). Efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis berdasarkan nilai F hitung Quade’s rank analysis of covariance yang diperoleh sebesar 209,082 dengan p-value = 0,000 < α (α = 0,05).