DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Improving the Speaking Skill of Second Semester Biology Students of IAIN Ambon Through Information Gap Activities. (Thesis)

Nurlaila Wattiheluw

Abstrak


This study was designed to improve the second semester of Biology students' speaking skill through information gap activities, at State Institute of Islamic Studies (IAIN) Ambon. The research problem is," How can information gap activities technique be implemented to improve students' speaking skill?"

The research design was classroom action research consisting of four stages, namely planning the action, implementing and observing the action, and reflecting on the action. The stages were preceded by a preliminary study, to find out the problems in the teaching and learning of speaking. The findings in preliminary study showed that 20 out of 40 students (50%) considered that speaking was the most difficult language skill to master among the four skills. In addition none of 40 students reached the level fair in speaking classification.

The appropriate procedures in implementing IGA were: (1) put the students into pairs, (2) hold up an example of the two sheets and give each pair an "A" sheet and "B" sheet, (3) distribute the papers, (4) write a simple example on the board or display it using slide projector, (5) survey students' activities during the process of information exchange in order to keep them concentrate on the process and (6) give feedback.

The findings of the study indicated that in Cycle 1 the study has not met the criteria of success. Concerning the first criterion, 60 % of students reached at least at the level fair speaking performance qualification; in fact, only 2 students (5%) reached the fair classification. In contrast to the first criterion of success, the students' responses of teaching speaking using information gap activities technique was given good with the minimum percentage of 75%.

Based on to the result of Cycle 1 in which the criteria of success were not meet, the researcher had decided to re-plan the next Cycle, and the result showed that, 34 students (85 %) reached the fair classification or more. Meanwhile, students' responses to the implementation of the technique was good with the minimum percentage answer to the statement was of 80%, and for maximum percentage answer was 97.5%. In conclusion, the study had already met the criteria of success, and the action was stopped.

English lecturers of non-English department students are suggested to utilize the technique in the teaching and learning of speaking skill. The materials that contain Biology major hopefully can be beneficial for future researchers with the same major of the students.

 

Abstract:

Kata kunci: kemampuan berbicara, information gap activities (IGA)

Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa Biologi semester dua Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, melalui teknik information gap activities, dengan rumusan masalah "how can information gap activities be implemented to improve students' speaking skill?"

Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, dan refleksi. Tahap-tahap tersebut didahului oleh penelitian awal yang bertujuan untuk mendapatkan data yang perhubungan dengan masalah-masalah dalam pembelajaran berbicara. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dan masing masing siklus terdiri dari 5 pertemuan. Hasil penelitian awal menunjukan 20 dari 40 mahasiswa merespon bahwa berbicara merupakan kemampuan berbahasa yang sulit diantara empat keahlian lainnya, dan tidak ada seorang mahasiswapun yang nilainya mencapai kategori fair pada klasifikasi kemampuan berbicara.

Prosedur yang tepat dalam penerapan teknik IGA adalah (1) membagi mahasiswa menjadi beberapa pasangan, (2) mengambil dua contoh lembaran kerja (dengan huruf A dan B yang besar) kemudian berikan setiap pasangan lembaran A dan lembaran B, (3) bagi lembaran tersebut, (4) tuliskan contoh sederhana di papan atau tunjukan contoh tersebut melalui proyektor, (5) supaya mahasiswa tetap konsertrasi saat tukar menukar informasi, dosen harus mengamati kegiatan mereka, (6) berikan umpan balik.

Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa, pada siklus pertama indikator kesuksesan pertama tidak tercapai. Mengenai indikator pertama, 60% dari mahasiswa mencapai tingkatan fair pada kualifikasi kemampuan berbicara: ternyata hanya 2 (5%) mahasiswa yang mencapai kriteria tersebut. Berbeda dengan kriteria kesuksesan pertama, respon mahasiswa terhadap penggunaan teknik IGA "baik" dengan persentase minimum respon adalah 75%.

Berdasarkan hasil temuan pada siklus pertama, peneliti memutuskan untuk mengadakan siklus kedua, dan hasilnya adalah 34 (84%) mahasiswa mencapai tingkatan fair atau lebih pada kualifikasi kemampuan berbicara. Sementara untuk respon siswa terhadap penerapan teknik IGA menunjukan "baik" dengan persentase minimum respon adalah 80% dan persentase maksimum respon adalah 97.5%.

Mempertimbangkan hasil temuan penelitian yang positif mengenai penerapan teknik IGA, disarankan kepada dosen non-English department agar memanfaatkan teknik ini untuk mengajar berbicara. Materi-materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi Biologi, diharapkan materi-materi tersebut dapat berguna untuk penelitian selanjutnya pada program studi yang sama.