DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SD Muhammadiyah 4 Kota Surabaya

NOVARINA GHEANURMA EKAHASTA

Abstrak


RINGKASAN

Novarina, Gheanurma Ekahasta. 2019. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SD Muhammadiyah 4 Kota Surabaya. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:

(I) Prof. Dr. Anang Santoso, M. Pd., (II) Dr. Furaidah, M. A.

Kata Kunci: pelaksanaan gerakan literasi sekolah, kendala, sekolah dasar.

            Gerakan literasi sekolah merupakan sebuah program untuk menumbuhkembangkan kompetensi literasi untuk siswa sejak dini. Sekolah memiliki peran untuk menumbuhkan kegiatan literasi dengan memperhatikan lingkungan fisik dan sosial agar pengembangan tersebut dapat terlaksana. Tujuan penelitian ini adalah

(1) mendeskripsikan pelaksanaan gerakan literasi sekolah; dan

(2) mendeskripsikan kendala dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Peneliti hadir di lokasi penelitian dengan tidak memberikan perlakuan apapun terhadap subjek penelitian. Pengumpulan data diperoleh dari sumber data yang dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokmentasi selama delapan minggu. Analisis data menggunakan tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan.

Penelitian dilakukan di sekolah tersebut  karena sekolah telah memiliki kesiapan kapasitas fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana dan prasarana literasi), kesiapan warga sekolah, dan kesiapan  sistem pendukung lainnya yang meliputi partisipasi publik, dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan yang relevan. Selain itu sekolah juga memiliki ekosistem literat yang terdiri atas pendidik, tenaga kependidikan dan siswa yang telah memiliki prestasi akademik dan nonakademik baik standar Nasional maupun Internasional.

Hasil penelitian terdiri dari 2 hal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Pertama, pelaksanaan gerakan literasi sekolah (GLS) meliputi pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Pembiasaan dalam GLS meliputi pembiasaan literasi, penyediaan sarana dan prasarana, penciptaan lingkungan kaya teks, dan pelibatan publik. Pembiasaan membaca di sekolah berjalan sesuai kebijakan dari kepala sekolah yaitu pada tahun ajaran 2016-2018, pembiasaan membaca berjalan setiap hari yang didukung dengan adanya buku literasi sedangkan mulai tahun ajaran 2018/2019 pembiasaan membaca tidak setiap hari dilakukan tetapi berjalan berdasarkan inisiatif masing wali kelas. Pembiasaan membaca untuk siswa secara terjadwal juga dilakukan melalui Kunjungan Wajib Baca (KWB) di perpustakaan. Untuk mendukung program tersebut, kegiatan literasi juga dilakukan di perpustakaan sekolah yang dikelola oleh tenaga terlatih dalam hal menejemen, administrasi dan pemberian layanan perpustakaan untuk siswa serta perpustakaan kelas di semua kelas. Sekolah juga menciptakan lingkungan kaya literasi dengan memajang hasil karya siswa di majalah dinding kelas dan sekolah serta pajangan dalam bentuk baliho salah satunya. Kerjasama kegiatan literasi dilakukan dengan melibatkan publik antara lain orang tua, pegiat literasi, penerbit buku dan instansi.

Pengembangan dalam GLS meliputi kebiasaan literasi siswa dilakukan kapanpun dan dimana saja dalam lingkungan sekolah. Sekolah juga menunjang kegiatan literasi dengan melaksanakan program pendukung kegiatan literasi yang meliputi ekstrakurikuler menulis, wartawan cilik dan peringatan hari besar nuansa literasi. Pendidik dan staf juga berpartisipasi dalam kegiatan literasi yaitu dengan menulis materi pada majalah sekolah dan buku. Pengembangan profesional berbasis literasi juga diikuti oleh fasilitator pendidikan tersebut melalui pelatihan di luar sekolah dan workshop literasi yang diadakan sekolah. Meskipun demikian, sekolah belum memiliki tim literasi sekolah yang bisa bergerak dalam mengawasi bermacam kegiatan literasi tersebut.

Kegiatan literasi dalam pembelajaran meliputi menggunakan buku pengayaan,  pemilihan buku teks pembelajaran, kegiatan menanggapi teks, dan pemanfaatan sarana dan prasarana dalam kegiatan pembelajaran. Pemerolehan buku pengayaan yang mendukung kegiatan pembelajaran berasal dari perpustakaan kelas dan perpustakaan sekolah. Sekolah memberikan alasan dalam pemilihan buku teks dari penerbit swasta yang digunakan dalam pembelajaran. Guru juga meminta siswa untuk menanggapi teks yang tersaji pada buku maupun video pembelajaran secara lisan maupun tertulis yang disesuaikan dengan jenjang kelasnya. Selain itu, kegiatan literasi dalam pembelajaran juga di lakukan di perpustakaan sekolah, perpustakaan kelas dan literacy corner dengan menggunakan fasilitas yang mendukung kegiatan pembelajaran.

Kedua, kendala yang ditemukan adalah waktu pelaksanaan kegiatan literasi, ketersediaan bahan koleksi  baca di dalam kelas. Sekolah  juga mengalami berkurangnya komitmen guru dalam melaksanakan kegiatan pembiasaan membaca di kelas bersamaan dengan berubahnya kebijakan dari kepala sekolah atas pentingnya kegiatan literasi untuk warga sekolah.

Bertemali dari hasil penelitian di atas, disarankan kepada kepala sekolah, hendaknya memberikan kebijakan tentang pelaksanaan pembiasaaan membaca yang harus dilakukan pada hari tertentu agar siswa dan guru di semua kelas melaksanakan secara serentak kegiatan literasi. Kepala sekolah juga harus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan GLS dan kegiatan literasi siswa di dalam maupun di luar kelas khususunya sebagai bahan evaluasinya. Selain itu, sebaiknya ada tim literasi sekolah meskipun semua pendidik dan tenaga kependidikan telah berpastisipasi aktif dalam kegiatan literasi. Bagi pendidik, hendaknya tetap melaksanakan kegiatan literasi untuk siswa di dalam kelas meskipun tidak dilakukan setiap hari dan juga memiliki perencanaan  program kegiatan literasi yang disesuaikan dengan kompetensi di setiap jenjang kelasnya. Peneliti lain, hendaknya meneliti tentang fokus aspek yang mendukung Gerakan Literasi Sekolah, seperti halnya kegiatan literasi secara khusus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program tersebut. Selain itu juga dapat digunakan rujukan tentang penelitian eksperimen yaitu pengaruh pelaksanaan gerakan literasi sekolah terhadap minat literasi siswa di sekolah dasar.