DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi E-Scaffolding Prosedural dalam Inquiry Berbasis Hybrid Learning terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA Kelas X Pada Materi Usaha dan Energi

hasanah tri anita nur

Abstrak


ABSTRAK

Hasanah, T.A.N. 2019. Implementasi E-Scaffolding Prosedural dalam Inquiry Berbasis Hybrid Learning terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA Kelas X Pada Materi Usaha dan Energi. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Supriyono Koes Handayanto, M.Pd, M.A. (II) Dr. Siti Zulaikah, S.Pd. M.Si.

Kata kunci: Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi, E-Scaffolding Prosedural, Inquiry, Hybrid Learning

Kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki peserta didik, sebab kemampuan ini berperan dalam kemahiran menyelesaikan masalah dan juga sebagai bekal penting dalam menghadapi tuntutan Abad 21. Akan tetapi faktanya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik masih rendah. Hal ini disebabkan dalam proses pembelajaran kurang melibatkan peserta didik secara aktif dalam memperoleh pengetahuan dan juga tidak mengarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir tinggi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh E-Scaffolding prosedural dalam inquiry berbasis hybrid learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi usah dan energi.

Penelitian ini merupakan penelitian mixed-methods explanatory, dengan subjek penelitian 36 peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Lumajang. Penelitian ini menggunakan dua kelas yakni kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan E-Scaffolding prosedural dalam inquiry berbasis hybrid learning sedangkan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Terdapat dua jenis Instrumen pada penelitian ini yakni instrumen kuantitatif berupa 5 soal uraian tes awal  dengan reliabilitas 0,718 dan 5 soal uraian tes akhir dengan reliabilitas 0,726, sedangkan instrumen kualitatif berupa panduan wawancara semi terstruktur. Data kuantitatif diperoleh yang dari nilai tes awal dan tes akhir kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dianalisis menggunakan ANACOVA untuk mengetahui adanya perbedaan dari intervensi yang diberikan, sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara semiterstruktur yang dianalisis menggunakan model aliran untuk mengetahui pengaruh dari intervensi.

Hasil penelitian memaparkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas eksperimen dengan kelas kontrol secara statistik. Setelah dikontrol dengan pengetahuan awal, nilai rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol.  Setelah analisis secara kualitatif, terdapat pengaruh positif dalam pemberian E-scaffolding dalam inquiry berbasis hybrid learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik pada kelas eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari penjelasan pola pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen yang mencerminkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi berkembang baik.