DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Motivasi Belajar, Keterampilan Sosial, dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dan Fan N Pick di SDN Putukrejo Gondanglegi

AFIFFA LAILA

Abstrak


RINGKASAN

Afifa,  Laila. 2019. Peningkatan Motivasi Belajar, Keterampilan Sosial, dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dan Fan N Pick di SDN Putukrejo Gondanglegi Malang. Tesis, Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sumarmi, M. Pd., (2) Dr. Ari Sapto, M.Hum.

Kata Kunci: motivasi belajar, keterampilan sosial, hasil belajar, Two Stay Two Stray, Fan N Pick

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada guru serta siswa di kelas IV SDN Putukrejo Gondanglegi Malang dapat diketahui bahwa dalam pembelajaran muatan IPS terdapat tiga permasalahan, diantaranya:

(1) pembelajaran yang dilakukan oleh guru kurang menarik bagi siswa sehingga menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa,

(2) sebagian besar siswa cenderung tidak mau berkomunikasi dengan beberapa teman tertentu dan ketika melaksanakan diskusi, hanya terdapat 1 atau 2 saja yang terlibat, siswa lainnya sering bermain-main sendiri sehingga menyebabkan rendahnya keterampilan sosial siswa,

(3) hasil UTS muatan IPS menunjukkan bahwa dari 20 siswa, sebanyak 11 siswa (%) memperoleh nilai dibawah KKM (tidak tuntas) dan hanya 9 siswa (%) yang memperoleh nilai di atas KKM (tuntas). Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa muatan IPS tergolong rendah.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar, keterampilan sosial, dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Putukrejo Gondanglegi Malang melalui penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Fan N Pick. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau yang sering disebut dengan Classroom Action Research (CAR), yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas IV yang berjumlah 20 siswa yang terdiri dari 11 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan observasi, angket/kuesioner, tes, wawancara, dan dokumentasi. Adapun kriteria keberhasilan tindakan yang telah ditentukan pada penelitian ini adalah apabila motivasi, keterampilan sosial, dan hasil belajar siswa mencapai ≥80% dari keseluruhan siswa yang mempunyai motivasi belajar, keterampilan sosial, dan hasil belajar yang tinggi.

Hasil analisis data penelitian tindakan yang telah dilaksanakan, pada siklus I menunjukkan bahwa

(1) hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru mencapai 81,37% dan keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa mencapai 80,65%,

(2) hasil observasi keterampilan sosial siswa pada siklus I sebesar 74,2%

(3) hasil angket motivasi belajar siswa sebesar 79,9%, dan (4) hasil belajar IPS siswa mencapai 75%. Data pada siklus I tersebut belum mencapai kriteria keberhasilan tindakan, sehingga perlu dilaksanakan perbaikan pada tindakan selanjutnya, yaitu siklus II. Pada siklus II menunjukkan bahwa

(1) hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru mencapai 91,3% dan keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa sebesar 93,57%,

(2) hasil analisis data angket motivasi belajar siswa mencapai 94,21%,

(3) hasil observasi keterampilan sosial siswa sebesar 91,2%, dan

(4) hasil belajar kognitif siswa muatan IPS pada siklus II sebesar 95%. Hasil analisis data pada siklus II tersebut menunjukkan bahwa kriteria keberhasilan tindakan telah tercapai, sehingga tidak perlu dilanjutkan pada siklus atau tindakan selanjutnya.

Berdasarkan pada hasil tindakan penelitian yang telah dilaksanakan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Two Stay Two Stray dan Fan N Pick dapat meningkatkan motivasi belajar, keterampilan sosial, dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Putukrejo Gondanglegi Malang. Sehingga dapat diajukan saran bahwa pihak sekolah seharusnya mengadakan kegiatan workshop tentang metode, model, dan teknik pembelajaran guna meningkatkan kegiatan mengajar guru yang lebih baik, efektif dan efisien, Bagi para guru hendaknya mempelajari model pembelajaran yang tujuannya untuk membuat rancangan pembelajaran yang dapat menarik siswa untuk lebih semangat dan termotivasi belajar, sehingga hasil belajar siswa juga dapat meningkat