DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Asertif bagi Siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Kediri 3 di Kediri. (Tesis)

Suyono Suyono

Abstrak


Bimbingan dan Konseling merupakan aktivitas layanan proaktif dan sistematis dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan optimal. Salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui proses bimbingan pada peserta didik. Bimbingan tersebut dirancang untuk menjadi bagian yang integral dari sistem pendidikan.

Bimbingan dan konseling merupakan bagian yang tidak bisa dipisah- pisahkan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain. Bidang layanan pribadi sosial merupakan salah satu bidang layanan bimbingan konseling, diantarnya ada beberapa masalah yang dihadapi oleh siswa. Salah satu diantaranya masalah penyesuaian diri, ketidakmampuan dalam mengungkapkan sesuatu kepada orang lain, tidak adanya keberanian untuk bertanya kepada guru, apabila terdapat hal-hal yang belum jelas, mengungkapkan sesuatu kepada orang tua, keterlibatan siswa dengan pergaulan, kurangnya menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan kemampuan dalam pemilihan jurusan dan karir.

 Ketidakmampuan individu bersikap atau berperilaku asertif akan menimbulkan banyak hambatan. Mengapa orang enggan bersikap asertif?.Kebanyakan orang enggan bersikap asertif karena dalam dirinya ada rasa takut orang lain.Takut jika akhirnya dirinya tidak lagi disukai orang lain.

Berbagai faktor penyebabnya, yaitu (1) faktor lingkungan.yaitu sangat komplek dalam hal ini ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi yaitu yang ada di sekitarnya terutama pengaruh teman sebaya, sarana prasarana, sosial ekonomi, dan lain- lain, (2) faktor keluarga, misalnya adanya kecenderungan orang tua memaksakan keinginannya pada anak, sementara anak tidak berani menolak. Perilaku yang seperti ini, sering terjadi pada pola pendidikan orang tua yang otoriter, dan (3) faktor dari dalam dirinya sendiri, misalnya tidak berani berkata " tidak ", tidak menghargai orang lain, tidak berani mengajukan permintaan , kurang berani bergaul dan terbuka dengan orang lain.

Secara umum rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1).Apakah paket pelatihan.keterampilan asertif efektif untuk mengatasi perilaku tidak asertif?.2).Apakah paket pelatihan keterampilan asertif efektif setelah melalui uji coba ahli isi dan ahli rancangan serta memiliki dampak yang positif setelah mengikuti pelatihan?

 Tujuan Umum yaitu agar dapat mengetahui efektifitas pengembangan paket pelatihan keterampilan asertif siswa melalui uji ahli dan rancangan.

Tujuan Khusus adalah agar dapat mengetahui efektivitas model pengembangan paket pelatihan keterampilan asertif siswa melalui uji ahli, pengguna produk dan kelompok terbatas.Hasil dari pelatihan ini mempunyai dampak yang positif terhadap siswa setelah mengikuti pelatihan.

Sasaran pengguna produk pengembangan ini terbatas pada konselor sekolah dan siswa Madrasah aliyah.

Paket pelatihan keterampilan asertif ini meliputi 5 topik yaitu: (1)membangun harga diri, (2) mengekspresikan perasaan, (3) mengatakan "tidak", (4) mengembangkan kesadaran diri, dan (5) mengajukan permintaan.

Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil dari analisis statistik Wilcoxon SPSS 13 dengan sampel 12 orang dari kelima aspek pelatihan keterampilan asertif disimpulkan bahwa rata- rata skor pre-test berbeda dengan hasil pos-test.Untuk aspek mengembangkan diri mengalami peningkatan 8.52 %. Untuk aspek mengekspresikan emosi dan perasaan mengalami peningkatan sebesar 6.99 %. Untuk aspek berkata "tidak" mengalami peningkatan sebesar 5.3 % Sedangkan aspek megembngkan kesadaran diri mengalami peningkatan sebesar 7.6 % dan untuk aspek mengajukan permintaan mengalami peningkatan sebesar 11. 3 %.Hal ini berarti terjadi perubahan setelah mengikuti pelatihan. Besarnya perubahan untuk setiap aspek antara 5.3 % sampai dengan 11. 3 %.

Saran untuk penerapan produk paket pelatihan keterampilan asertif merupakan satu kesatuan dalam penerapannya yang harus dipahami secara menyeluruh oleh pengguna produk. Uji coba dilaksanakan terhadap kelompok hiterogen dari segi jenis kelamin, dilaksanakan pada semester satu dan melaksanakan hasil penilaian jangka panjang.Untuk pengembang lebih lanjut jangkauan sasaran lebih luas misalnya nasional dengan karakteristik yang berbeda.Untuk melihat efektifitas hasil penerapan paket pelatihan keterampilan asertif dalam jangka waktu, terutama mengenai aplikasi hasil bimbingan oleh siswa dilaksanakan terhadap kehidupan sehari- harisiswaa dalam waktu yang lama.

 

Abstract:

Key words: Development, Assertive, Skill.

This study dealt with assertive skill training packet development. In line with the general statement of the study such as ‘Is the assertive skill packet training effective in developing students' assertive skills? The specific statements were as follows: (1) Is the assertive skill packet training effective after it undergoes the try-out content and planning experts? (2) Does the assertive skill packet training have positive effect towards the students after they attended the training?

This study was designed based on the combinations of qualitative and quantitative approaches. In terms of qualitative approach, based on qualitative try out from the expert, the designer, and product user, the results found were: the product was simplified that could be understood by the counselors and students. Several product components such as counselor guidance, students, materials and instruments were interconnected.

In line with quantitative approach, based on the try-out of small group, it is found that the average scores of pre-test were different from the post-test. For self-development aspect underwent 8.52 %. For emotional and feeling expression aspects experienced 6.99 %, and for to say "no" aspect rose 5.3 %, while self-awareness development aspect increased 7.6 %, and for the request proposing aspect enlarged 11.3 %. This case indicated that the shift had happened after the students joined the training. The amount of changing for each aspect between 5.3 % to 11.3 %, but based on the result of Wilcoxon try out hypothesis through SPSS 13 indicating that from the five training aspects showed Ho: there was no difference before and after the assertive training, while Hi: there was difference before and after the assertive training. Among others from the five aspects were: the self-development aspect had score Z counted -3.081 with its significant value 002. This score was significant to p- value = 0.05. Since its significant value = 002 < p-value = 0.05, therefore, Ho was rejected. It meant, there was a difference before and after the assertive training. In essence, the findings proved that the assertive skill packet training was effective to develop students' assertive skills.

Several suggestions are proposed, such as: Counselors and related users are suggested to understand and know totally students' assertive skills. They should conduct the try-out to the heterogeneous males and females in the 1st semester, and conduct the research findings for long period. The try-out of the limited groups should not contain many items.