DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Matakuliah Bahasa Indonesia dengan Web Interaktif. (Tesis)

Didin Widyartono

Abstrak


Kegiatan perkuliahan Bahasa Indonesia membutuhkan bahan ajar. Bahan ajar ini diperlukan sebagai pedoman beraktivitas dalam proses perkuliahan sekaligus merupakan substansi kompetensi yang diajarkan kepada mahasiswa. Substansi kompetensi ini diajarkan dengan pendekatan komunikatif yang bertujuan pada pencapaian kemahiran berbahasa Indonesia agar mahasiswa dapat mengemukakan gagasan keilmuan dengan berbagai referensi cetak dan elektronik. Dengan membentuk kepribadian yang baik, pengemukakan gagasan dapat diutarakan secara terbuka, jujur, dan menghargai karya/pikiran orang lain.

Bentuk bahan ajar mengalami perkembangan seiring kemajuan zaman. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengubah karakter peserta didik menjadi kaum digital native. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan ajar yang sesuai dengan karakter peserta didik untuk meningkatkan kualitas perkuliahan Bahasa Indonesia di peguruan tinggi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk bahan ajar matakuliah Bahasa Indonesia dengan web interaktif Bahasa Indonesia. Produk ini dikembangkan melalui empat tahap: (1) perencanaan, (2) produksi, (3) validasi, dan (4) uji coba.

Kegiatan perencanaan terdiri atas perencanaan isi dan sajian. Kegiatan perencanaan isi terdiri atas lima tahap, yaitu (1) pengidentifikasian tujuan umum pembelajaran, (2) penganalisisan pembelajaran, (3) pengidentifikasian karakter mahasiswa, (4) perumusan tujuan khusus pembelajaran, (5) penyusunan butir-butir tes, dan (6) penentuan strategi pembelajaran. Kegiatan perencanaan sajian terdiri atas enam tahap, yaitu (1) pengidentifikasian kebutuhan dan sajian bahan ajar, (2) perumusan tujuan, perumusan peta laman, (3) penentuan perangkat lunak, (4) pemilihan nama ranah (domain name) dan hos (hosting), (5) pendesainan web, dan (6) pengunggahan data.

Kegiatan produksi terdiri atas (1) penyusunan silabus, (2) bahan ajar, dan (3) penyajian. Kegiatan produksi dilakukan secara berurutan. Penyusunan silabus, bahan ajar, dan penyajian bahan ajar disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter mahasiswa Universitas Negeri Malang.

Untuk mengetahui kelayakan produk, dilakukan kegiatan validasi dan uji coba. Kegiatan validasi isi terdiri atas validasi isi, sajian web interaktif, dan bahasa. Kegiatan uji coba terdiri atas uji coba perseorangan, kelompok kecil, dan kelas.

Hasil akhir kegiatan pengembangan bahan ajar dengan web interaktif berupa (1) silabus, (2) bahan ajar, (3) sajian bahan ajar, dan (4) petunjuk penggunaan. Silabus disusun dengan komponen-komponen: (1) standar kompetensi dan kompetensi dasar, (2) materi pembelajaran, (3) kegiatan pembelajaran, (4) indikator, (5) jenis penilaian, (6) alokasi waktu, dan (7) sumber belajar. Silabus dilengkapi dengan Rencana Perkuliahan Semester (RPS)/Satuan Acara Perkuliahan (SAP). Bahan ajar dijabarkan dalam empat bagian besar, yaitu (1) identitas bahasa Indonesia, (2) membaca untuk menulis, (3) menulis karya ilmiah, dan (4) berbicara untuk keperluan akademik. Penyajian ini bertujuan untuk mempermudah dosen dalam mengkreasikan urutan penyampaian materi ajar. Sajian bahan ajar diwujudkan dalam bentuk web interaktif dengan organisasi materi ajar bermodel tutorial klasik.

Hasil akhir pengembangan bahan ajar matakuliah Bahasa Indonesia dengan web interaktif dapat diakses di http://bahasaindonesia.kataberkata.com. Sajian bahan ajar ini ditampilkan mulai dari (1) peta konsep, (2) identitas kompetensi, (3) petunjuk belajar, (4) aktivitas belajar, (5) informasi pendukung, (6) rangkuman, (7) latihan, (8) forum, (9) obrolan (chat), dan (10) glosarium.

Bahan ajar Bahasa Indonesia dengan web interaktif memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding versi cetak. Kelebihannya, bahan ajar ini (1) berdaya serap yang tinggi, (2) lebih menyenangkan dibanding versi cetak, (3) sangat sesuai dengan karakter mahasiswa, (4) konsultasi tanpa terbatasi tempat dan waktu dengan fitur forum diskusi dan obrolan (chat), (5) berfitur tautan (hyperlink), (6) berfitur multimedia, dan (7) berfitur olah informasi (simpan, sunting, sajikan). Kekurangannya, pemanfaatan bahan ajar ini adalah (1) mutlak membutuhkan ketersediaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, khususnya komputer yang terakses internet, (2) akses pembelajaran tidak sepenuhnya dapat diatur karena dikembangkan melalui sistem manajemen pembelajaran (Learning Management System [LMS]), (3) fitur-fitur LMS tidak sepenuhnya dapat mengakomodasi harapan peneliti, (4) autentifikasi pengguna yang rawan penyalahgunaan, dan (5) kapasitas lebar pita (bandwith) berbanding lurus dengan biaya yang harus ditanggung.

Berbagai kelebihan dan kekurangan produk pengembangan dapat dipertimbangkan melalui hasil perkuliahan yang dicapai. Untuk memperoleh hasil ini diperlukan uji coba efektivitas produk secara utuh selama satu semester. Kefektivitasan produk dalam mencapai tujuan perkuliahan belum diketahui. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas produk.

 

Abstract:

Key words: development of teaching materials, Bahasa Indonesia, interactive web

The lectures of Indonesian subjects needed teaching materials. These teaching materials are needed as a guide in the process of active substance of the lectures as well as a competence that is taught to students. The substances of these competencies are taught with a communicative approach which aims at the achievement of Indonesian language proficiency so that students can put scientific ideas with a variety of print and electronic reference. By establishing a good personality, disclosure of the idea can be expressed openly, honestly, and appreciate the work/thoughts of others.

The form of teaching materials had been developed in accordance with the advancement in information technology and communications. Learner's character was transformed into the digital native. Therefore, the necessary teaching materials which are in accordance with learner's characteristics are required in order to improve the quality of teaching of Bahasa Indonesia for university students. The purpose of this research is to produce materials for Bahasa Indonesia. This research is aimed at producing Bahasa Indonesia teaching materials which are presented through web interactive. Besides its appropriateness with the student's character, this format of material presentation also enables students to have smooth interaction without being limited by place and time as it employs internet connection. Problem encountered during the learning session can be discussed or solved online without having to wait for the next meeting session.

The intended product of this research would be (1) syllabus, (2) teaching materials, and (3) interactive web contains the materials. These products are developed through four stages: (1) planning, (2) production, (3) validation, and

(4) try out.

The planning activity consists of planning the content and materials presentation. Contents and materials presentation are planned based on the decree of the Directorate General of Higher Education and the result of need analysis conducted previously in the field. Planning includes the identification of the contents of general purpose learning, analyzing lessons learned, identification of student characteristics, the formulation of specific goals of learning, preparation of test items, and the determination of learning strategies.

Materials presentation planning includes identification of teaching materials needs and presentation, formulation of objectives, formulation of web map pages, the determination of software developers/LMS (Learning Management System)/LCMS (Learning Content Management System), the selection of the domain and hosting, web design, and data upload.

Production activities consist of the development of syllabus presentation, teaching materials, and material presentation. Syllabus, teaching materials, and interactive web are adapted to the needs and character of students from the University of Malang.

Validation and try out are done to determine to quality of the products. Content validation activities consist of the validation of the content, interactive web serving, and language. The try out pilot test consist of individuals, small groups, and classes.

The final result of the development of teaching materials through interactive web can be accessed at http:///bahasaindonesia.kataberkata.com. Teaching materials are presented from the concept map, the identity of competence, learning instructions, learning activities, supporting information, summaries, exercises, discussion forums, direct online discussion/via chat, and glossary.

Indonesian teaching materials with interactive web have their advantages and disadvantages. Bahasa Indonesia teaching materials a presented through interactive web provides differentiation in printed media with the following reasons: (1) enables higher absorption quality, (2) provides more fun compared with printed media, (3) appreciate with the students characteristic, (4) forum and chat feature provides unlimited consultation, (5) provides hyperlink, (6) the multimedia feature is available and is equipped with (information editing (save, edit, and upload). However, this format has its drawbacks as follow (1) the need of information techno and communication device is absolute, (2) the absolute central is not fully determed by reshearcher since it is developed by LMS/LCMS, (3) the features provided LMS/LCMS cannot fully accommodate the hope of researchers, (4) authenticated users are prone to abuse, and (5) domain and bandwidth capacity is proportional to the cost to be borne.

Various advantages and disadvantages of product development can be considered through the result of the teaching and learning achieved. To get the needed result the researcher need to be conducted in one complete semester.This product has not been tested so that the effectiveness of the product is not yet known. Various products have not revealed deficiencies when applied in college activities. Therefore, further research is needed to examine the effectiveness of the product.