DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Berpikir Relasional Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar

Nurrahmah Nurrahmah

Abstrak


RINGKASAN

Nurrahmah. 2019. Proses Berpikir Relasional Siswa dalam Menyelesaikan

Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar. Tesis, Program Studi

Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Alam, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (1) Dr. Hery Susanto, M. Si, (2) Dr. Hendro Permadi, M. Si

Berpikir relasional merupakan salah satu aspek penting dalampenyelesaian masalah matematika, dimana ketika menyelesaikan masalah yangdiberikan, siswa membangun hubungan antara pengetahuan mengenai strukturatau sifat-sifat yang baru serta pengetahuan yang sebelumnya diajarkan untukmemperoleh suatu kesimpulan yang dikehendaki. Berpikir relasional siswa dalam

menyelesaikan masalah dapat berbeda-beda tergantung gaya belajar yang dimilikioleh siswa, karena perbedaan gaya belajar akan menyebabkan perbedaankemampuan siswa dalam merespons, mengolah dan menyelesaikan masalah.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir relasional siswadalam menyelesaikan masalah matematika dengan gaya belajar yang berbeda,yaitu siswa dengan gaya belajar visual, siswa dengan gaya belajar kinestetik, dansiswa dengan gaya belajar auditorial.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian

dilaksanakan di SMP Negeri 6 Malang, tepatnya pada kelas VIII-C. Subjek dalampenelitian ini diperoleh dari hasil tes gaya belajar dan tes penyelesaian masalah.Banyak subjek penelitian adalah 6 siswa, yaitu 2 siswa dengan gaya belajar visual,2 siswa dengan gaya belajar auditorial, dan 2 siswa dengan gaya belajarkinestetik. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket gaya belajar, lembar soalpenyelesaian masalah, dan pedoman wawancara.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa proses berpikir relasional siswavisual, auditorial dan kinestetik pada langkah memahami masalah ialah dengan

mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam masalah untuk membentukpersamaan linear dua variabel dan mengaitkan persamaan yang terbentuk denganhal yang ditanyakan. Pada langkah membuat rencana, siswa visual, auditorial dankinestetik memanfaatkan unsur informasi dalam masalah dan pengetahuan yangsudah dimiliki berupa konsep dan operasi hitung yang sesuai sehingga rencanayang dibuat sesuai dengan permasalahan. Pada langkah melaksanakan rencana,siswa visual, auditorial dan kinestetik memanfaatkan pengetahuan yang berkaitandengan masalah dan operasi hitung, dan pada proses ini siswa visual dapat

mengaplikasikan pengetahuan konseptual nya dengan baik. Namun pada langkahini, siswa menyelesaikan masalah dengan cara manual karena kesulitanmenghubungkan bilangan yang diperoleh dengan simbol, sifat/aturan matematika.Pada langkah terakhir ini, siswa visual dan kinestetik memeriksa kembali dengan menghitung kembali dengan operasi kebalikan, sementara siswa auditorial hanyamemeriksa langkah-langkah penyelesaian saja.Secara umum, berpikir relasional siswa gaya belajar visual, auditorial, dan

kinestetik berdasarkan aktivitas berpikir relasional memilki kesamaan, tetapiberdasarkan proses penyelesaian yang dilakukan terdapat perbedaan. Perbedaantersebut terletak pada langkah melaksanakan rencana dan memeriksa kembali.Pada langkah melaksanakan rencana, relasi yang dibangun oleh siswa visual lebihbaik daripada siswa auditorial dan kinestetik. Sementara pada langkah memeriksakembali, relasi yang dibangun oleh siswa visual dan kinestetik lebih baik daripadasiswa auditorial. Artinya, proses berpikir relasional siswa visual lebih baikdaripada siswa auditorial dan kinestetik, dan proses berpikir relasional siswakinestetik lebih baik daripada siswa auditorial.