DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Ajar Berbasis Sejarah Lokal Situs Homo Wajakensis dalam Pembelajaran IPS SMP di Kabupaten Tulungagung

DABRI AKHIMATU AGIN

Abstrak


ABSTRAK

Dabri, Ahkimatu Agin. 2019 .Pengembangan Buku Ajar Berbasis Sejarah Lokal Situs Homo Wajakensis dalam Pembelajaran IPS SMP di Kabupaten Tulungagung. Tesis, Program Studi S2 Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ari Sapto, M.Hum, (2) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si.

Kata Kunci: pengembangan buku ajar, sejarah lokal, pembelajaran IPS

Pembelajaran dalam kurikulum 2013 tidak lagi berpusat kepada guru, akan tetapi para guru di kelas lebih berperan sebagai fasilitator. Guru sebagai sebagai fasililator hendaknya memanfaatkan berbagai sumber belajar guna mendukung kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Berdasarkan analisis kebutuhan, ditemukan beberapa kendala, antara lain:

1) hanya menggunakan buku sumber terbitan dari pemerintah;

2) materi dalam buku siswa belum benar-benar relevan dengan lingkungan siswa;

3) belum tersedianya sumber belajar berbasis sejarah lokal Kabupaten Tulungagung yang sesuai dengan lingkungan siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna memenuhi kebutuhan siswa dengan mengembangkan buku ajar berbasis sejarah lokal Situs Homo Wajakensis Kabupaten Tulungagung. Tujuan penelitian ini, menghasilkan buku ajar berbasis sejarah lokal Situs Homo Wajakensis Kabupaten Tulungagung yang valid, menarik, praktis dan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Pengembangan buku ajar menggunakan model 4-D yang terdiri empat tahapan, yaitu

1) define (pendefinisian),

2) design (perancangan), 3) develop (pengembangan), dan

3) disseminate (penyebaran). Pada tahap disseminate membutuhkan waktu yang relatif panjang sehingga tidak dilaksanakan karena pertimbangan peneliti memiliki keterbatasan waktu dan membutuhkan kajian teori dan pengembangan yang lebih mendalam. Oleh sebab itu penelitian pengembangan ini hanya sampai pada tahap develop (pengembangan). Tahap pengembangan (develop) merupakan tahap dalam memperoleh produk yang sudah dilakukan melalui dua tahap yaitu penilaian ahli yang bertujuan untuk mendapat masukan, dan saran tentang produk buku ajar. Data hasil validasi berupa data kualitatif dan data kuantitiatif. Data kualitatif diperoleh dari berbagai saran dan kritikan yang diberikan validator ahli dan selanjutnya digunakan untuk memperbaiki produk yang akan dikembangkan. Data kuantitatif diperoleh dari hasil analisis skor dari lembar validasi yang telah diisi oleh validator ahli untuk menilai komponen kevalidan produk bahan ajar.

 Dari hasil uji validasi tersebut, produk direvisi dan kemudian digunakan sebagai bahan pelaksanaan uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan yang dapat menghasilkan produk final.

Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif kualitatif  untuk menganilisis data berupa komentar dan saran dari validator, dan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis data berupa nilai atau angka dari hasil validasi, lembar observasi, angket, dan hasil belajar. Untuk mengetahui tingkat keefektifan buku ajar ini yaitu diperoleh dari tes hasil belajar siswa. Tes hasil belajar siswa yang diukur sebelum pembelajaran (pretest), dan setelah pembelajaran (posttest) menggunakan buku ajar berbasis sejarah lokal pada waktu uji coba lapangan. Tes hasil belajar belajar siswa yang dilakukan sebelum dan sesudah melaksanakan pembelajaran. Ketuntasan belajar siswa dinyatakan tuntas jika telah mencapai skor 70≤E≤100

Hasil kevalidan produk diperoleh kualifikasi sangat valid dengan persentase sebesar 85,36%. Hasil kemenarikan produk diperoleh kualifikasi sangat menarik dengan persentase sebesar 88,33%. Hasil kepraktisan produk diperoleh kualifikasi sangat praktis dengan persentase sebesar 84.82 %, dan hasil keefektifan produk dilihat dari hasil belajar pretest diperoleh skor rata-rata 66 meningkat menjadi 79.14 pada rata-rata hasil belajar posttest. Berdasarkan hasil data tersebut, penelitian pengembangan buku ajar berbasis sejarah lokal Situs Homo Wajakensis Kabupaten Tulungagung telah memenuhi kriteria valid, menarik,

 

 praktis dan efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, sehingga dapat digunakan sebagai buku penunjang dalam kegiatan pembelajaran oleh siswa maupun guru.

Saran untuk pengguna buku ajar ini dapat digunakan sebagai buku penunjang atau pendamping dalam kegiatan pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan sejarah lokal daerah Kabupaten Tulungagung. Untuk peneliti selanjutnya, dapat dilakukan pengembangan yang serupa dengan orientasi yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkunan sekitar siswa.