DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Matematika Kelas IV SDN Sumbertaman 1 Probolinggo

RENIKA ARISINTA

Abstrak


RINGKASAN

Arisinta, Renika. 2019. Penerapan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Matematika Kelas IV SDN Sumbertaman 1 Probolinggo. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd, M.A, (II) Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A.

Kata Kunci : Pendidikan Matematika Realistik Indonesia, kemandirian belajar matematika

Kemandirian merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan akademik siswa terutama pada mata pelajaran matematika. Namun berdasarkan hasil observasi pada siswa kelas IV dan wawancara pada guru kelas IV SDN Sumbertaman 1 Probolinggo pada bulan Agustus 2018 materi keliling dan luas persegi dan persegipanjang, dapat disimpulkan bahwa

(1) perhatian siswa masih belum terfokus pada tugas yang diberikan;

(2) siswa masih ragu-ragu dalam mengeluarkan pendapatnya;

(3) siswa masih malu ketika bertanya; dan

(4) siswa masih terlihat individual dalam tugas kelompok. Hal tersebut menunjukkan bahwa kurangnya kemandirian siswa dalam belajarnya. Sehingga, tujuan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMR melalui pemberian masalah yang dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas IV SDN Sumbertaman 1 Probolinggo. Kemandirian belajar yang akan diteliti yaitu berani ketika mengungkapkan pendapat, berani ketika bertanya, berkontribusi dalam kelompok, berusaha dalam menemukan jawaban/solusi, dan memperhatikan selama pembelajaran.

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas, dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan jenis kolaboratif. Penelitian dilaksanakan di SDN Sumbertaman 1 Probolinggo dengan lokasi di jalan Sunan Giri Nomor 4 Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo Provinsi Jawa Timur. Subjek penelitian ini terdiri dari 29 siswa kelas IV dengan jumlah siswa perempuan 15 dan siswa laki-laki 14. Perangkat pembelajaran pada penelitian ini yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Lembar Kerja Kelompok sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi kemandirian belajar siswa, lembar observasi guru, angket, dan pedoman wawancara. Kriteria keberhasilan tindakan pada penelitian ini yaitu pelaksanaan pembelajaran PMR, hasil observasi, dan angket kemandirian belajar siswa rata-rata minimal dengan kategori baik.

Pada penelitian ini terdiri dari dua siklus. Siklus pertama, siswa diberikan permasalahan dalam bentuk cerita lisan. Namun ketika pemberian permasalahan secara lisan, siswa terlihat merasa kesulitan dalam memahami permasalahan yang diberikan guru. Sehingga guru harus mengulang lebih dari lebih dari tiga kali ketika membacakan permasalahan. Hal tersebut menyebabkan kemandirian belajar siswa belum mencapai kriteria keberhasilan tindakan. Sehingga pada siklus selanjutnya, guru memperbaiki pembelajaran dengan menggunakan permasalahan dalam bentuk cerita tertulis. Pemberian permasalahan secara tertulis  dapat membuat siswa mencapai kriteria keberhasilan tindakan. Sehingga siklus terhenti pada siklus II. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan PMR yang dapat meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa kelas IV ketika guru memberikan permasalahan dimana siswa dapat memberikan jawaban dengan variasi yang berbeda-beda dengan bantuan media manipulatif (kertas berpetak, potongan kertas, dan geoboard). Kemandirian yang dapat mencapai kriteria ketuntasan tindakan dapat dijelaskan pada tahapan PMR sebagai berikut.

Pertama, pada tahap pemberian masalah, guru memberikan permasalahan secara tertulis maupun lisan pada masing-masing kelompok dimana setiap dua kelompok mendapatkan permasalahan yang berbeda. Selain itu, tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan berbagai cara ataupun dengan jawaban yang beragam. Kedua, pada tahap menyelesaikan masalah, guru memberikan media manipulatif (papan geoboard, potongan kertas, dan kertas berpetak) yang dengan warna-warna yang menarik dan lembar kerja kelompok.

 Media manipulatif dapat membantu siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan ataupun menemukan konsep lain yang dapat mempermudahnya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Lembar kerja kelompok digunakan untuk menuliskan temuan/ jawaban siswa dari tugas yang diberikan. Ketiga, tahap mendiskusikan dan membandingkan, guru memberikan kesempatan siswa dalam mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan perwakilan dua siswa pada setiap kelompok. Setiap presentasi, guru mempersilahkan dua kelompok yang memiliki permasalahan/ tugas yang sama dapat mempresentasikan hasilnya. Guru hanya sebagai fasilitator siswa yang tidak pernah menyalahkan siswa ketika terdapat pendapat yang kurang tepat. Ketika terdapat pendapat yang kurang tepat, guru mengajak siswa lainnya mendiskusikannya secara bersama-sama.

Hal demikian dilakukan agar siswa tidak takut atau merasa terintimidasi ketika mengungkapkan pendapatnya. Setelah presentasi, guru mengajak kelompok yang tidak presentasi untuk berkompetisi antar kelompok dengan memberikan kartu soal dimana kartu tersebut akan dibacakan oleh kelompok yang sedang presentasi. Soal yang diberikan bersifat fleksibel, jadi dapat disesuaikan dengan hasil kerja kelompok yang sedang presentasi. Keempat, tahap menyimpulkan, guru membantu siswa dalam menyimpulkan kegiatan mulai awal hingga akhir pembelajaran. Guru membantu siswa dengan cara memberikan beberapa pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan.