DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Faktor-faktor yang memengaruhi Rasionalitas Ekonomi Siswa SMA di Malang Raya. (Tesis)

Purwaningrum Puji Lestari

Abstrak


Rasionalitas ekonomi sebagai sikap yang mencerminkan kecenderungan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi, pada dasarnya telah dikenal oleh siswa SMA sejak mereka mengenal aktivitas ekonomi di lingkungan keluarga, maupun masyarakat di sekitar kehidupannya. Pemahamannya kemudian diperkaya melalui pendidikan ekonomi di sekolah, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga kelas akhir di SMA. Meskipun demikian secara umum nampak bahwa sikap dan perilaku ekonomi siswa SMA, kurang rasionalitas. Bila ditelaah, penyebabnya dapat berasal dari lingkungan keluarga dan masyarakat, karena di lingkungan tersebut, selain belajar, siswa SMA juga memperoleh pengaruh negatif terkait dengan nilai-nilai rasionalitas ekonomi. Kelemahan pendidikan ekonomi di sekolah, dapat pula menjadi penyebab kurang rasionalnya siswa SMA dalam sikap dan perilaku ekonomi.

             Penelitian ini secara umum dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rasionalitas ekonomi siswa SMA di jenjang kelas akhir, secara spesifik penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy); pengaruh minat pada mata pelajaran ekonomi terhadap pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy); pengaruh persepsi atas kompetensi guru ekonomi terhadap pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy); pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap rasionalitas ekonomi; pengaruh minat siswa pada pelajaran ekonomi terhadap rasionalitas ekonomi; pengaruh persepsi siswa atas kompetensi guru ekonomi terhadap rasionalitas ekonomi; pengaruh pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy) terhadap rasionalitas ekonomi; dan pengaruh tidak langsung status sosial ekonomi orangtua, minat pada mata pelajaran ekonomi, persepsi atas kompetensi guru ekonomi terhadap rasionalitas ekonomi melalui pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy) siswa SMA di Malang Raya.

            Penelitian eksplanatori ini dirancang dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitiannya adalah seluruh siswa SMA kelas XII Jurusan IPS yang ada di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu). Sampel berjumlah 305 orang, dan dipilih dengan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan tes. Teknik angket dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang status sosial ekonomi orang tua, minat siswa SMA pada mata pelajaran ekonomi, persepsi siswa atas kompetensi guru ekonomi, dan rasionalitas ekonomi siswa SMA. Sementara teknik tes dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy). Analisis data dilakukan dengan teknik analisis jalur dan hubungan variabelnya distrukturkan berdasar SEM (Structural Equation Modeling). Analisis dilakukan dengan menggunakan program aplikasi LISREL 8.30 for Windows NT.

            Hasil penelitian menyimpulkan: (1) tidak ada pengaruh yang signifikan status sosial ekonomi orang tua terhadap pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy); (2) terdapat pengaruh yang signifikan minat pada pelajaran ekonom terhadap pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy); (3) terdapat pengaruh yang signifikan persepsi atas kompetensi guru ekonomi terhadap pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy); (4) terdapat pengaruh yang signifikan status sosial ekonomi orang tua terhadap rasionalitas ekonomi; (5) terdapat pengaruh yang signifikan minat pada mata pelajaran ekonomi terhadap rasionalitas ekonomi; (6) tidak ada pengaruh yang signifikan persepsi atas kompetensi guru ekonomi terhadap rasionalitas ekonomi; (7) terdapat pengaruh yang signifikan pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy) terhadap rasionalitas ekonomi; (8) tidak ada pengaruh tidak langsung yang signifikan status sosial ekonomi orangtua, terhadap rasionalitas ekonomi melalui pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy), (9) terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan minat pada mata pelajaran ekonomi terhadap rasionalitas ekonomi melalui pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy) dan (10) terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan persepsi atas kompetensi guru ekonomi terhadap rasionalitas ekonomi melalui pengetahuan dasar ekonomi (economic literacy) siswa SMA di Malang Raya.

Dari temuan penelitian dapat diajukan saran sebagai berikut: Guru ekonomi sebaiknya meningkatkan intensitasnya dalam mengembangkan pembelajaran melalui telaah kritis kurikulum, mengembangkan pengetahuan tentang fenomena-fenomena ekonomi terkini, dan meningkatkan kemampuan untuk memanfaatkan komputer dan mengakses internet. Sekolah perlu mengembangkan laboratorium ekonomi, sebagai pusat sumber belajar ekonomi bagi siswa, untuk itu sekolah perlu menjalin kerjasama dengan pergurun tinggi. Kerjasama tersebut juga dimaksudkan untuk melakukan penelitian bersama dalam kaitannya dengan pengembangan pembelajaran ekonomi di sekolah. Perguruan Tinggi Khususnya Jurusan Pendidikan Ekonomi disarankan untuk memprakarsai dilakukannya kajian dan revisi kurikulum pelajaran ekonomi. Selain itu Jurusan Pendidikan Ekonomi disarankan pula untuk mengembangkan strategi dan model-model pembelajaran ekonomi inovatif yang mampu memberikan pengaruh positif bagi peningkatan intensitas siswa untuk meningkatkan rasionalitas ekonomi, sesuai dengan konteks Indonesia.

 

Abstract:

Keywords: Social-Economic Status, Economic Literacy, Perception, Learning Interest, Economic Rationality

 

Economic rationality is an attitude reflecting the tendency to comply with economical principles. Any high school students already recognize the economic activity in their family or the community environments. Their understanding is enriched through school-based economic education given from the elementary level to senior high school grade. In general, however, high school student's attitude and behavior still fail to reflect the economic rationality values. In deep review, the cause may come from family and community because these environments not only facilitate student's learning but also give negative impact on student's perception of economic rationality values. The poor school-based economic education can also produce the less rational economic attitude and behavior among high school students.

          The general objective of research is describing and analyzing factors that are affecting the economic rationality among high school students who are in their final semester. The specific objective of research is describing and analyzing the effect of parental social-economic status on economic literacy, the effect of student's interest to economic lesson on economic literacy, the effect of perception of economic teacher competence on economic literacy, the effect of parental social-economic status on economic rationality, the effect of student's interest to economic lesson on economic rationality, the effect of student's perception of economic teacher competence on economic rationality, the effect of economic base knowledge (economic literacy) on economic rationality; and the indirect effect of parental social-economic status on economic rationality through economic literacy of high school student in Malang Raya.

          This explanatory study is designed with quantitative approach. The population is whole high school students of Class XII, Social Department, in Malang Raya (Malang City, Kabupaten Malang, and Batu City). Sample is 305 students as selected by multistage random sampling technique. Data collection is considered by questionnaire and test techniques. Questionnaire technique is used to collect data about parental social-economic status, student's interest to economic lesson, student's perception of economic teacher competence, and economic rationality of high school student. Such test technique is used to collected data about economic literacy. Data analysis is conducted by path analysis technique, while its variable relationship is structured based on SEM (Structural Equation Modeling). The analysis is carried out by using the application program of LISREL 8.30 for Windows NT.

          Results of research indicate that: (1) parental social-economic status does not have significant effect on economic literacy, (2) student's interest to economic lesson has significant effect on economic literacy, (3) the significant effect seems evident from perception of economic teacher competence to economic rationality, (4) the significant effect seems apparent from parental social-economic status to economic rationality, (5) the significant effect appears from student's interest to economic lesson to economic rationality, (6) student's perception of economic teacher competence does not have significant effect on economic rationality, (7) the effect of economic literacy has significant effect on economic rationality; (8) the indirect effect fails to exist from parental social-economic status to economic rationality through economic economic literacy, (9) the significant indirect effect seems evident from parental social-economic status to economic rationality through economic literacy, and (10) the significant indirect effect seems apparent from the student's perception of economic teacher competence to economic rationality through economic literacy of high school student in Malang Raya.

          Considering these findings, research may suggest that the economic teacher should improve their intensity in developing the learning through critical review against curriculum, in developing the knowledge about recent economic phenomena, and in increasing the ability to use computer and to access the Internet.

          The school must develop economic laboratory as the center of economic learning source. To achieve this, school must have cooperation with higher education. Such cooperation is designed to do collective research to develop school-based economic learning. Higher Education, especially Economic Education Department, is suggested to precede the review and revision of economic lesson curriculum. In addition, Economic Education Department is also suggested to develop innovative economic learning strategies and models to provide positive effect on student's intensity improvement and to improve economic rationality in Indonesia context.