DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri (IBL) Terintegrasi Nature of Science (NOS) untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi, Keterampilan Kolaborasi, Keterampilan Proses Sains, Penguasaan Konsep dan Literasi Sains Siswa SMP

Utaria Mutasam

Abstrak


Pembentukan masyarakat menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas menjadi tujuan pendidikan nasional. SDM yang berkualitas dituntut untuk menguasai berbagai keterampilan abad 21 salah satunya melalui pendidikan. Beberapa keterampilan yang perlu dikembangkan dalam diri siswa melalui pendidikan di antaranya keterampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi, keterampilan proses sains dan literasi sains. Beberapa keterampilan tersebut dapat dikembangkan melalui pembelajaran sains berbasis Inquiry Based Learning (IBL) terintegrasi Nature of Science (NOS).

Pembelajaran sains sejatinya tidak hanya kumpulan tentang pengetahuan saja namun sains dibelajarkan sebagai tiga hal penting yaitu sebagai produk, proses dan sikap sehingga tujuan utama pembelajaran sains untuk mendorong siswa berpikir secara ilmiah melalui penyelidikan dapat tercapai. Pembelajaran sains masih banyak memiliki kendala dalam praktiknya, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada 31 Agustus 2018 terhadap salah satu Guru IPA di SMP Laboratorium UM menunjukkan bahwa pembelajaran IPA di sekolah tersebut didominasi oleh kegiatan pengerjaan modul secara mandiri oleh siswa dan siswa sangat jarang diajak untuk praktikum.

Hal tersebut menyebabkan konsep yang diperoleh siswa bukan berasal dari hasil melakukan penyelidikan namun dari hasil membaca materi yang terdapat di dalam modul. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 4 dan 7 September 2018 di kelas VII D diperoleh hasil bahwa

(1) rerata nilai keterampilan komunikasi tergolong rendah terutama dalam aspek komunikasi reseptif (44) dan keterampilan melakukan presentasi (46),

(2) rerata nilai keterampilan kolaborasi tergolong rendah pada semua aspek (54),

(3) keterampilan proses sains siswa masih perlu ditingkatkan lagi terutama dalam aspek menginterpretasi data dengan rerata nilai 47 dan menyimpulkan dengan rerata nilai 33,

(4) Penguasaan konsep siswa masih rendah terlihat dari nilai tes kemampuan berpikir dengan rerata nilai 64.

 Solusi yang ditawarkan terkait banyaknya kendala dalam pembelajaran sains tersebut adalah dengan mengembangkan pembelajaran sains berbasis IBL terintegrasi NOS yang akan menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis inkuiri diintegrasikan dengan NOS. Pembelajaran yang dikembangkan tersebut diharapkan akan membuat siswa terbiasa melakukan penyelidikan dalam mempelajari suatu konsep dan secara berkelanjutan akan mampu memahami hakikat sains yang sebenarnya.

 

Model pengembangan yang dipilih adalah ADDIE (analysis, design, develop, implement, dan evaluate) yang dilakukan dari Agustus 2018-April 2019. Penelitian ini dilakukan di kelas VII C dan VII D dengan desain implementasi nonrandomized control group pretest-posttest design. Uji analisis dilakukan dengan analisis kovarian dengan bantuan SPSS 25 for Windows yang didahului dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Levene.

Berdasarkan data yang diperoleh terlihat bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki kriteria kevalidan sangat valid dan layak untuk diimplementasikan. Setelah perangkat pembelajaran tersebut diimplementasikan, nilai pretest dan posttest antara kelas kontrol dan kelas eksperimen berbeda pada aspek keterampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi, keterampilan proses sains, penguasaan konsep, literasi sains dan pemahaman NOS siswa. Pembelajaran berbasis penyelidikan dilakukan, maka kegiatan tersebut mampu meningkatkan interaksi antar siswa sehingga keterampilan komunikasi dan keterampilan kolaborasi siswa dapat dimaksimalkan. Keterampilan komunikasi dan kolaborasi yang telah terbentuk akan membuat siswa mengelaborasi konsep yang didapat sehingga penguasaan konsep dan literasi sains mampu berkembang dan dapat ditingkatkan saat melakukan penyelidikan didorong dengan keterlibatan keterampilan proses sains