DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia dengan Pendekatan Inkuiri Terbimbing Pada Materi Termokimia untuk Siswa SMA Kelas XI IPA. (Tesis)

Arwita Dinar Sari Lase

Abstrak


Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa para siswa cenderung mengalami kesulitan dalam mempelajari termokimia. Hal ini diindikasikan oleh kesalahan konsep yang dipahami siswa dan rendahnya pencapaian hasil belajar. Masalah ini dapat diatasi jika para siswa mampu mengoptimalkan cara pemikiran mereka dalam memahami konsep selama proses pembelajaran dengan menggunakan modul termokimia berdasarkan pendekatan inkuiri terbimbing. Modul ini dikembangkan berdasarkan KTSP dan disusun dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang dapat membantu siswa untuk menguasai konsep itu sepenuhnya. Objek penelitian ini adalah: (1) untuk mengembangkan modul termokimia berdasarkan KTSP dan pendekatan inkuiri terhadap siswa kelas XI IPA; (2) untuk menemukan keefektifan modul yang dikembangkan.

Pengembangan modul termokimia dengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan model 4-D (four-D model) oleh Thiagarajan dan Semmel (1974). Model ini meliputi empat langkah pengembangan, yaitu (1) pendefinisian (define), (2) perancangan (design), (3) pengembangan (develop), dan (4) penyebaran (disseminate). Penilaian di dalam modul tersebut dikembangkan berdasarkan standar evaluasi materi pembelajaran yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Penilaian itu meliputi dua aspek utama, yaitu aspek isi dan aspek penyajian modul. Penilaian terhadap isi modul berkaitan dengan kesesuaiannya terhadap Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), keakuratan, keterkaitan, kekinian dan aspek tematik materi pembelajaran. Penilaian terhadap penyajian modul berhubungan dengan teknik penyajian, penyajian pembelajaran, dan kelengkapan penyajian. Penilaian terhadap isi dan penyajian modul serta materi pendukungnya divalidasi oleh tiga dosen ahli kimia sebagai ahli isi, dua guru kimia sebagai ahli pembelajaran, dan beberapa siswa SMA kelas XI IPA sebagai pengguna. Keefektifan modul ini didasarkan pada pencapaian siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Malang setelah dilibatkan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan modul yang dikembangkan. Data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan untuk memperoleh objek penelitian. Data kualitatif meliputi tanggapan dan saran dari guru, dosen, dan siswa terhadap pengembangan ke depan modul yang dikembangkan itu. Data kuantitatif meliputi respon guru, dosen dan siswa terhadap angket yang diberikan kepada mereka dan pencapaian siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Malang setelah diikutsertakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan modul yang dikembangkan. Data yang dikumpulkan itu dianalisis secara deskriptif.

Modul termokimia yang dikembangkan dengan pendekatan inkuiri terbimbing terdiri dari dua kegiatan belajar, yaitu perubahan energi dalam reaksi kimia dan penentuan perubahan entalpi standar pada reaksi kimia. Hasil evaluasi pengembangan modul oleh dosen kimia, guru kimia dan siswa SMA kelas XI IPA untuk kelayakan isi modul berada pada rentangan 64-84 %, dan untuk kelayakan penyajian modul berada pada rentangan nilai 85 - 100 %. Hal ini menunjukkan bahwa modul hasil pengembangan adalah tepat dan layak untuk digunakan dalam pengajaran materi termokimia. Hasil uji coba terbatas yang dilakukan kepada siswa SMA kelas XI IPA menunjukkan lebih dari 80% siswa mempunyai nilai diatas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 75 dari nilai total 100. Hal ini menyatakan bahwa modul hasil pengembangan adalah efektif digunakan dalam pengajaran materi termokimia.

 

Abstract:

Key words: guided inquiry, thermochemistry, module

The preliminary study revealed that students tend to have difficulties in studying thermochemistry. This was indicated with students' misconception and poor learning achievement. These problems may be overcome if students are able to optimize their thinking in obtaining the concepts during the learning process using a guided inquiry thermochemistry module. This module is developed based on KTSP and arranged by employing some questions which can help students to obtain the concept independently. The objectives of this research are: (1) to develop thermochemistry module based on KTSP and inquiry approach for eleven grader high school science students; (2) to find out the effectiveness of the module developed.

The development of guided inquiry thermochemistry module employs 4-D (four D model) by Thiagarajan and Semmel (1974). This model involves four steps of development namely define, design, develop, and disseminate. Assessment of the module developed is based on the standard evaluation of learning material formulated by National Standard Education Bureau (BSNP = Badan Standar Nasional Pendidikan). The assessment involves two main aspects namely content and presentation of the module. Assessment of content is related to its suitability with standard of competence (SK) and basic competence (KD), accuracy, sequence, up to date, and thematic aspect of learning materials. Assessment of presentation of the module is related to its presentation technique, learning presentation and completeness of presentation. The assessment of content and presentation of the module, and its supporting material was judged by three chemistry lecturers as content experts, two chemistry teachers as teaching experts, and some eleventh grader science students as users. The effectiveness of the module is based on achievement of eleventh grader science students of SMA Negeri 2 Malang after ilvolved in learning process using the developed module. Qualitative and quantitative data were collected to get the research objectives. The qualitative data consist of teachers', lecturers', as well as students' comments and suggestions of improvement toward the developed module. Quantitative data consists of teachers', lecturers', as well as students' responses on questionnaire presented to them and achievement of eleventh grader science students of SMA Negeri 2 Malang after ilvolved in the learning process using the developed module. The data collected are analyzed descriptively.

The guided inquiry thermochemistry module developed consists of two learning activities namely the change of energy of chemical reaction and determination of the change of standard enthalpy of chemical reactions. Assessment of the content of the module by chemistry lecturers, chemistry teachers, and eleventh grader science students give percentage of appropriateness in the range of 64-84 %, and in the range of 85 - 100 % for presentation of the module. These indicate that the module developed is appropriate to be used in the teaching of thermochemistry. Trying out the module to eleventh grader science students give 80 % students have test score above 75 (minimum passing criteria) from the maximum score of 100. This indicates that the developed module is also effective to be used in the teaching of thermochemistry.