DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan persepsi siswa atas lingkungannya terhadap perilaku konsumsi yang diintermediasi prestasi belajar ekonomi siswa SMA Sekota Malang. (Tesis)

Ana Purwati

Abstrak


Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemerintah telah menetapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dengan tujuan siswa akan mempunyai kecakapan hidup dalam berbagai bidang, termasuk bidang ekonomi. Terkait kecakapan hidup siswa SMA, mata pelajaran ekonomi memiliki peran penting dalam membentuk sikap yang rasional, terutama dalam pengambilan keputusan ekonomi. Untuk mewujudkan kecakapan hidup ini ba-nyak faktor yang mempengaruhi antara lain status sosial ekonomi orang tua, persepsi siswa atas lingkungannya, dan prestasi belajar ekonomi siswa. Peme-rintah melalui penyelenggaraan pendidikan berusaha memberikan bekal pada siswa agar mempunyai pemahaman dalam setiap bertingkah laku yang positif tanpa terpengaruh oleh faktor-faktor yang dapat merugikannya, sehingga mampu berperilaku yang rasional termasuk dalam berkonsumsi.

Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan persepsi siswa atas lingkungannya terhadap perilaku konsumsi yang diintermediasi prestasi belajar ekonomi siswa SMA se Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa SMA se Kota Malang. Populasi penelitian mencapai 2.178 individu. Dengan tehnik multi stage random sampling diperoleh sampel sebesar 263 individu. Data diperoleh melalui kuesioner. Analisis data menggunakan analisis jalur atau (path Analisis) dengan bantuan program aplikasi SPSS 15.00 for windows.

Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat 39,5% siswa yang berperilaku konsumsi kurang rasional. Ini disebabkan pengaruh lingkungan yang lebih kuat, karena 35,7% siswa mempunyai persepsi yang positif terhadap lingkungannya, dan 31,6% siswa mempunyai orang tua yang berstatus sosial ekonomi tergolong sedang. Sedangkan untuk prestasi belajar ekonomi sebanyak 35,4% siswa mem-punyai prestasi belajar ekonomi yang tinggi.

Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa : (1) Secara langsung (a) Sta-tus sosial ekonomi orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi siswa; (b) Persepsi siswa atas lingkungannya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi siswa; (c) Status sosial ekonomi orang tua berpengaruh positif san signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa; (d) Persepsi siswa atas lingkungannya berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi; (e) Prestasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi siswa; (2) Secara tidak langsung maupun pengaruh total (a) Status sosial ekonomi orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi yang diintermediasi oleh prestasi belajar ekonomi siswa SMA sekota Malang; (b) Persepsi siswa atas lingkungannya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi yang diintermediasi oleh prestasi belajar ekonomi siswa SMA sekota Malang.

Bertitik tolak dari penelitian ini maka diajukan beberapa saran yang diper-kirakan dapat meningkatkan pola perilaku konsumsi siswa yang rasional. Saran yang diajukan tersebut adalah (1) Untuk guru ekonomi dalam memberikan materi sebaiknya tidak hanya pengetahuan ( Instructional effect), tetapi juga materi-ma-teri yang berkaitan dengan perubahan sikap ( Nurturance Effect), sehingga siswa mampu berperilaku yang rasional, termasuk dalam berkonsumsi; (2) Untuk orang tua dan orang-orang yang berada di lingkungan sekitar siswa hendaknya mem-berikan nurturance effect, khususnya dalam berkonsumsi, sehingga siswa akan lebih mampu untuk berperilaku konsumsi yang rasional, seperti yang dicontohkan oleh orang- orang yang berada di sekitarnya.

 

Abstract:

Keywords: social-economical status, perception over environment, economical learning achievement, and consumption behavior

 

Considering the improvement of human resource quality, the government establishes Education Unit Curriculum (KTSP - Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) designed to help students to obtain life competence in any fields, including economic field. Taking account high-school students' life competence, the economic lesson plays important role to produce rational behavior which seems required in making economic decision. In realizing this life competence, some influential factors are estimated, such as parental social-economical status, student's perception over environment, and student's economic learning achievement. The government, through education organization, attempts to provide a supply for the students such that they have understanding on their positive behavior without being affected by adverse factor. Therefore, they have rational behavior in any contexts, including consumption.

Research is conducted to reveal the effect of parental social-economical status and student's perception over environment on consumption behavior as mediated by economic learning achievement of high school students of Malng City. Research is quantitative study. Research subject is high school students of Malang City. Research population is 2,178 individuals. Multi Stage Random Sampling is used as research technique, resulting in 263 individuals. Data are obtained through questionnaire. Data analysis is path analysis as assisted by application program of SPSS 15.00 for Windows.

Result of research indicates that 39.5 % students have less rational consumption behavior. It is affected by stronger environment because 35.7 % students are having positive perception over the environment and 31.6 % students are having parent with moderate social-economical status. Related to economic learning achievement, 35.4 % students have high economic learning achievement.

Result of research also shows that (1) in directly manner, (a) parental social-economical status has positive and significant effect on student's consumption behavior; (b) student's perception over environment has positive and significant effect on student's consumption behavior; (c) parental social-economical status has positive and significant effect on student's economic learning achievement; (d) student's perception over environment has positive and significant effect on economic learning achievement; (e) learning achievement has positive and significant effect on student's consumption behavior; (2) in indirectly manner or in total effect, (a) parental social-economical status has positive and significant effect on consumption behavior as mediated by economic learning achievement of high school students of Malang City, (b) student's perception over environment has positive and significant effect on consumption behavior as mediated by economic learning achievement of high school students of Malang City.

Considering these results, suggestions may be given to improve the rational pattern of student's consumption behavior. These suggestions may be that: (1) the economic educator must not only rely on knowledge-based material (instructional effect), but also behavior change material (nurturance effect) during material presentation, in which the student will have rational behavior in consumption; (2) the parent and people around the environment of student should give nurturance effect, particularly to the consumption, such that student can establish rational consumption behavior, as modeled by the people around them.