DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemitraan Sekolah dan Madrasah Diniyah dalam Penguatan Pendidikan Karakter melalui Sistem Full Day School di Pasuruan

SAIDAH SAIDAH

Abstrak


ABSTRAK

Saidah. 2019. Kemitraan Sekolah dan Madrasah Diniyah dalam Penguatan Pendidikan

Karakter melalui Sistem Full Day School di Pasuruan. Tesis, Program Studi

Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:

(I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M. Pd., (II) Drs. H. Burhanuddin, M. Ed., Ph. D.

 

Kata Kunci: kemitraan, sekolah, madrasah diniyah, penguatan pendidikan karakter, full

day school.

 

Usia remaja dimulai ketika siswa masih duduk di bangku SMP dan SMA. Mereka

mengalami tahap transisi dari perubahan fisik berat dan tinggi badan, serta peningkatan

psikologis. Ini adalah waktu yang sulit bagi siswa untuk menyesuaikan diri baik di rumah

dan sekolah terlebih lingkungan masyarakat sebagai lingkungan komunitas pertama,

dengan demikian pendidikan karakter sangat penting untuk diberikan kepada siswa sebagai

bagian dari kelompok remaja. Orang dewasa harus membantu anak-anak ini untuk

menghindari dampak negatif yang dapat ditimbulkan pada waktu transisi. Sistem

pendidikan harus dirancang untuk membantu siswa menghadapi perubahan selama situasi

ini. Salah satu sistem pendidikan modern yang telah dikembangkan di Indonesia adalah

sistem pendidikan karakter untuk siswa, yang dinamai Full Day School. SMP dan SMA

disarankan untuk menerapkan sistem model Full Day School seperti yang diprakarsai di

Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Uniknya, penerapan model di kabupaten Pasuruan ini

tidak berarti bahwa siswa harus belajar dari pagi hingga sore.Namun, semua siswa harus

mengikuti kursus pendidikan karakter yang dijadwalkan di Institusi Madrasah Diniyah,

Pondok Pesantren dan Taman Pendidikan Al-Qur’an. Karakteristik khusus lain dari ini,

penduduknya sangat religius dan orang tua siswa kebanyakan tidak bekerja secara penuh.

Mereka memiliki cukup kesempatan untuk membimbing anak-anak mereka di rumah.

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Gondangwetan Pasuruan

yang bekerja sama dengan Madrasah Diniyah.

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang pendidikan

karakter melalui sistem Full Day School pada kedua sekolah tersebut. Fokus penelitian ini

terdapat tiga komponen:

(1) macam-macam pendidikan karakter dan targetnya;

(2)kurikulum, tujuan, struktur organisasi, sistem pembelajaran;

(3) model kemitraan antara sekolah, struktur kepegawaian, dan deskripsi program kemitraan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-kasus.

Sampel yang diwawancarai dipilih menggunakan purposive dan snowball sampling. Data

dikumpulkan melalui:

(1) observasi,

(2) wawancara mendalam, dan

(3) dokumentasi.

Informasi yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis kasus dan lintas kasus.

Pengecekan kredibilitas data diperiksa melalui teknik triangulasi, pengecekan anggota, dan

bahan referensi. Pengecekan dipendabilitas data dilakukan melalui konfirmasi dan

konsultasi kepada pembimbing untuk melihat bahwa hasil penelitian yang dilakukan

menunjukkan adanya proses penelitian di lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan pertama, bahwa dalam hal jenis dan tujuan program,

tidak ada perbedaan antara program pendidikan karakter SMAN 1 dan SMPN 2; kedua,

program di Madrasah Diniyah mencakup kurikulum, tujuan, struktur organisasi, dan sistem

pembelajaran; ketiga, ada dua sistem sekolah sehari penuh yang terlibat dalam penelitian

ini dalam kemitraan sekolah dan Madrasah Diniyah untuk pendidikan karakter termasuk

bentuk kerja sama, struktur personel dan penugasan kemitraan. Kesimpulannya, implementasi pendidikan karakter dilakukan dengan mengintegrasikan kursus ke dalam

kurikulum sekolah formal serta program ekstrakurikuler, intrakurikulerdan kokurikuler

untuk pendidikan karakter. Pengoperasian program ini, bervariasi dalam hal jadwal dan

materi yang dilatih di dua tingkat. Karena siswa dari SMP memiliki kursus karakter yang

lebih lengkap, mereka memiliki karakteristik yang baik dibandingkan dengan siswa SMA.

Saran yang dihasilkan dari penelitian ini:

(1) kepala sekolah Madrasah Diniyah

diharapkan untuk terus membangun kemitraan dengan berbagai inovasi dalam

menciptakan program pendidikan karakter;

(2) asisten kepala sekolah dan anggota komite sekolah perlu memulai hubungan baik dengan semua pemangku kepentingan terutama dengan staf Madrasah Diniyah untuk meningkatkan komitmen dan tanggung jawab untuk memperkuat proyek pendidikan karakter;

(3) asisten kepala divisi kurikulum harusmenemukan ide-ide cemerlang dalam mengintegrasikan program sekolah dengan kontenpendidikan karakter dan pengalaman siswa;

(4) orang tua harus aktif dalam mendukungprogram, sehingga mereka memiliki rasa tanggung jawab terhadap sekolah danmemperkuat hubungan dengan sekolah formal dan Madrasah Diniyah;

(5) Kepala DinasPendidikan Pasuruan memberikan kewenangan yang cukup kepada lembaga pendidikanMadrasah Diniyah dalam mengembangkan program karakter;

(6) siswa SMA dan SMPdiharapkan untuk mempertahankan antusiasme dalam belajar selama waktu mereka yang terbatas untuk mendapatkan pengalaman emas dalam mempersiapkan posisi mereka

 

sebagai anggota masyarakat yang baik di masa depan.