DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Berdasarkan Hasil Penelitian Ekstrak Tempe Kedelai Hitam Terhadap Hematologi Tikus Diabetes Mellitus Tipe 2 Untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah

FIDIYA BADRIYAYUR RAHMA

Abstrak


RINGKASAN

Fidiya, Badriyatur Rahma. 2019. Pengembangan Modul Berdasarkan Hasil Penelitian Ekstrak Tempe Kedelai Hitam Terhadap Hematologi Tikus Diabetes Mellitus Tipe 2 Untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdul Gofur, M. Si., (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M. Si.

Kata Kunci: pengembangan, modul, penelitian, hematologi, DMT2, pemecahan   masalah

Kegiatan belajar mengajar di Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang mengikuti tuntutan KKNI dimana mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan bidang keahliannya untuk memecahkan masalah. Matakuliah Fisiologi Hewan dan Manusia merupakan matakuliah yang wajib ditempuh dalam jurusan biologi. Namun, matakuliah ini termasuk pelajaran yang sulit karena abstrak dan luas. Hal ini sesuai dengan hasil analisis kebutuhan pada mahasiswa

 Faktor lain yang menyebabkan mahasiswa kesulitan, adalah bahan ajar yang digunakan kurang menarik dan kurang kontekstual. Hasil analisis kebutuhan juga menunjukkan bahwa belum adanya bahan ajar yang terintegrasi kehidupan sehari-hari (kontekstual) sehingga mahasiswa kurang dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan mengembangkan bahan ajar berupa modul yang kontekstual. Kontekstualitas modul dapat didukung dengan hasil penelitian dari permasalahan disekitar mahasiswa.

Modul dikembangkan diadaptasi berdasarkan tahapan pengembangan ADDIE oleh Branch yang terdiri dari

(1) analyze,

(2) design,

(3) develop,

(4) Implement, dan

(5) evaluate. Perancangan isi modul dilakukan pada tahap develeop yaitu dikembangkan berdasarkan penelitian hematologi pada tikus model DMT2. Pada tahap pengembangan dilakukan uji coba untuk mengetahui kevalidan dan kepraktisan dari modul. Implementasi dilakukan untuk mengetahui tingat efektifitas modul dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah.

Hasil analisis data validasi ahli materi didapatkan rata-rata 95,8% dan ahli bahan ajar sebesar 91,4% yang keduanya berarti sangat valid

. Sedangkan hasil uji coba ahli praktisi lapangan didapatkan rata-rata 97,9% dan dari 14 mahasiswa didapatkan rata-rata 90,3% yang berarti sangat praktis.

 Selain itu, dilihat dari hasil pemecahan masalah mahasiswa sebelum dan sesudah pemberian modul, ternyata terjadi peningkatan dan hasil analisis statistik menyatakan bahwa model pembelajaran menggunakan modul berpengaruh terhadap keterampilan pemecahan masalah. Sehingga dapat disimpulkan modul yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran.