DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Problem Solving untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Sikap Konservasi Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang

ULUM MOH IMAM BAHRUL

Abstrak


RINGKASAN

Ulum, Moh. Imam Bahrul. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Problem Solving untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Sikap Konservasi Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Murni Saptasari, M.Si. (2) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si.

 

Kata Kunci: Bahan ajar, hutan pantai, berpikir kritis, & sikap konservasi.

 

Berpikir kritis telah menjadi salah satu kompetensi, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam pendidikan. Selain berpikir kritis, sikap konservasi juga diperlukan untuk menghadapi perkembangan ilmu dan teknologi sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis kepada mahasiswa S1 Biologi UM pada matakuliah Pengelolaan Sumberdaya Alam menunjukkan bahwa masih rendahnya berpikir kritis dan sikap konservasi mahasiswa.

Hal tersebut dikarenakan proses pembelajaran lebih menitikberatkan penyampaian informasi daripada melatih kemampuan berpikir dan sikap konservasi mahasiswa. Upaya yang dilakukan mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengembangkan bahan ajar yang dapat melatih berpikir kritis serta menumbuhkan sikap konservasi mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan bahan ajar berbasis problem solving yang valid, praktis dan efektif meningkatkan berpikir kritis dan sikap konservasi mahasiswa.

 Penelitian pengembangan bahan ajar mengikuti tahapan Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate (ADDIE). Bahan ajar yang dikembangkan divalidasi validator ahli bahan ajar, ahli materi, dan praktisi lapangan. Uji coba pendahuluan dilakukan kepada mahasiswa yang telah menempuh matakuliah PSDA untuk mengetahui kepraktisan bahan ajar. Pengukuran keefektifan bahan ajar dilakukan dengan menerapkan bahan ajar pada proses pembelajaran dalam meningkatkan berpikir kritis dan sikap konservasi. Pengambilan data berpikir kritis menggunakan soal uraian, sedangkan sikap konservasi menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dari pretest-postest mahasiswa dianalisis menggunakan uji t berpasangan dengan taraf signifikansi 5%.

Kelayakan bahan ajar berbasis problem solving ditinjau dari validator memperoleh penilaian bertutut-turut sebesar 88,42%, 92,35%, 89,13%, dan secara keseluruhan dalam kriteria sangat valid atau sangat baik. Kepraktisan bahan ajar ditinjau dari respon mahasiswa mendapat respons sangat sangat positif dengan nilai rerata sebesar 86,92%, yang menunjukkan bahan ajar

 sangat praktis digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji t berpasangan didapatkan hasil bahwa ada perbedaan nilai berpikir kritis dan sikap konservasi mahasiswa sebelum dan setelah penggunaan bahan ajar berbasis problem solving. Simpulan penelitian ini yaitu bahan ajar berbasis problem solving valid, praktis serta efektif meningkatkan berpikir kritis dan sikap konservasi mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Saran penelitian dan pengembangan selanjutnya sebagai berikut.

(1) Materi bahan ajar yang dikembangkan masih terbatas, sehingga perlu ditambahkan materi lain seperti kerusakan hutan pantai dan dampaknya, rehabilitasi pantai, dan budidaya pertanian di lahan pasir.

(2) Penerapan bahan ajar dalam proses pembelajaran seharusnya dilakukan 16 kali pertemuan atau satu semester. Hal tersebut didasarkan karena berpikir kritis dan sikap konservasi perlu dilatih secara terus menerus, sehingga didapatkan hasil yang maksimal.

(3) Penyajian materi lebih kembangkan lagi dalam bentuk video atau media interaktif lain sehingga memotivasi mahasiswa dalam mempelajari materi pembelajaran.

SUMMARY

Ulum, Moh. Imam Bahrul. 2019. Development Teaching Materials Based on Problem Solving to Improve Critical Thinking and Conservation Attitudes of Biology Students at Universitas Negeri Malang. Thesis, Biology Education Study Program, Postgraduate of Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dr. Murni Saptasari, M.Si. (2) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si.

Key words: Teaching materials, beach forests, critical thinking, & conservation attitude.

Critical thinking is one of the competencies, goals and objectives to be achieved in education. In addition, conservation attitudes are needed to deal with the development of science and technology as a form of sustainable environmental preservation. The results of interviews and analysis of Biology students in the PSDA courses showed that low critical thinking and conservation attitudes. This is because the learning process focuses on delivering information rather than training students thinking and conservation attitudes. Efforts can be made to overcome this problem are by developing teaching materials that can train critical thinking and foster a students attitude of conservation. The aim of producing teaching materials based problem solving that are valid, practical, effective in improving critical thinking and attitudes towards conservation of students.

Development of teaching materials follows the stages Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate (ADDIE). Teaching materials are validated by media experts, material experts, and field practitioners. Preliminary trials were conducted on students who had taken the PSDA course to find out the practicality of teaching materials. Measuring the effectiveness of teaching materials is done by applying teaching materials to the learning process in improving critical thinking and conservation attitudes. Data retrieval of critical thinking uses problem descriptions, while conservation attitudes use questionnaires.

 

 Data obtained from the pretest-posttest student analysis using a paired t test with a significance level of 5%.

The validity of teaching materials in terms of the assessment media experts, material experts, and field practitioners obtained a percentage of 88.42%, 92.35%, 89.13%, and overall criteria were very valid or very good. The practicality of teaching materials in terms of student responses received a very positive response with an average value of 86.92%, indicating that teaching materials are very practicaly. The results of the paired t test showed that there were differences in the value of critical thinking and the attitude conservation of students before and after the use of teaching materials. Conclusions is teaching materials for TN Baluran beach forest based problem solving that are valid, practical, effective in improving critical thinking and attitudes towards conservation in the learning process.

Suggestions for further research;

(1) Teaching material is still limited, so material needs to be added to beach forest damage and its impacts, beach forest rehabilitation, and agricultural cultivation in sand fields.

(2) The application of teaching materials in the learning process should be carried out 16 meetings or one semester, because critical thinking and conservation attitudes need to be trained continuously until maximum results are obtained.

(3) Presentation of material is more developed in the form of videos or other interactive media so as to motivate students to learn learning material.