DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Bahasa Makian Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

Candra Kurniawan

Abstrak


Ungkapan makian biasanya digunakan dalam keadaan marah. Jika seseorang

sedang  marah,   akal   sehatnya   tidak   berfungsi   lagi   sehingga   ia   akan   berbicara

dengan menggunakan ungkapan-ungkapan atau kata-kata kasar.  Dalam keadaan

seperti   ini,   ungkapan   makian   seolah-olah   hanya   digunakan   sebagai   alat

pelampiasan   perasaan.   Peristiwa   ini  mengakibatkan   terjadinya   penyelewengan

dalam penerapan makna.  Makna suatu kata diterapkan pada  referen yang  tidak

sesuai dengan makna kata yang sesungguhnya. Bahasa Makian Mahasiswa Sastra

Universitas   Negeri  Malang  oleh   penuturnya   selain   berfungsi   sebagai   sarana

pengungkapan  rasa marah,   juga dapat  digunakan sebagai  sarana pengungkapan

rasa  kesal,   rasa  kecewa,  penyesalan,  keheranan,  dan penghinaan   serta  dipakai

dalam nuansa keakraban.

Penelitian   ini     menggunakan   pendekatan   kualitatif   deskriptif.   Tujuan

penelitian;   (1)   mendeskripsikan   berbagai   bentuk   ungkapan   makian   yang

digunakan   dalam  bahasa   sehari-hari  mahasiswa   Sastra   Indonesia  Universitas

Negeri Malang, (2) mendeskripsikan strategi penggunaan ungkapan makian yang

ada di seputar mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. (3)

mendeskripsikan   berbagai   fungsi   bahasa   makian   yang   digunakan   dalam

percakapan sehari-hari, khususnya yang ada di seputar mahasiswa jurusan Sastra

Indonesia Universitas Negeri Malang.

Pendekatan   teori   yang   dipakai   adalah   karakteristik   bahasa   dalam   studi

pragmatik dengan objek kajian peristiwa tutur Bahasa Makian Mahasiswa Sastra

Indonesia   UM.   Pengumpulan   data   yang   dilakukan   menggunakan   analisis

kontekstual terhadap data kebahasaan. Metode atau langkah kerja dalam penilitian

karakteristik   bahasa   makian   ini   meliputi   (1)  peneliti   mengamati   peristiwa

ungkapan   makian,   (2)   pentranskripan,   data   yang   telah   diperoleh   melalui

pengamatan ungkapan makian, (3) pengidentifikasian data, (4) pengklasifikasian,

(5)  pengkodean,   (6)  penyimpulan.  Tahap  ini  dilakukan setelah  tahap olah data

untuk selanjutnya ditarik kesimpulan tentang bagaimana fungsi ungkapan makian

digunakan.

Penelitian   ini   dapat   disimpulkan.  Pertama,  bentuk   ungkapan   makian

merupakan wujud ujaran dengan pilihan kata-kata atau frasa yang tepat digunakan

sebagai  alat  pengungkap perasaan penutur.  Kedua,   strategi  penggunaan bahasa

makian, merupakan wujud dari penerapan teori SPEAKING. Ketiga, ragam fungsi

ungkapan  makian   selain  menjadi   sarana   pengungkap   rasa  marah,   juga   dapat

digunakan   sebagai   sarana   pengungkapan   rasa   kesal,   rasa   kecewa,   penyesalan,

keheranan,  maupun penghinaan.  Namun  sebaliknya,  bahasa makian  juga dapat

digunakan sebagai sarana pengungkapan rasa keintiman atau nuansa keakraban.

Berdasarkan   simpulan   penelitian   diatas,   disarankan   kepada   (1)   peneliti lanjutan,  disarankan untuk meneliti  dari   sudut  pandang yang  lain,  yaitu aspek

psikologi baik dari segi penutur maupun semua partisipan dalam peristiwa tutur

makian; (2) komentator dan pengulas bahasa diharapkan dapat dijadikan sumber

informasi   untuk  mengetahui   berbagai   bentuk   ungkapan  makian,   ragam  fungsi

ungkapan makian, dan strategi penggunaan ungkapan makian; (3) mahasiswa UM

khususnya  jurusan Bahasa  Indonesia hasil  penelitian  ini  bisa dijadikan sebagai

tolak ukur  dalam menggunakan ungkapan makian.  Sebab dalam penelitian   ini

terdapat uraian tentang strategi penggunaan ungkapan makian berdasarkan unsur-

unsur yang terdapat pada peristiwa tutur dalam suatu pembicaraan; (4) pengguna

bahasa,   hasil   penelitian   menyangkut   penyikapan   sosial   dalam   penggunaan

ungkapan makian yang dipakai.