DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Commognition Siswa Pada Penyelesaian Masalah Materi Teorema Pythagoras

FAUZI TIRTHA CLAUDIA

Abstrak


RINGKASAN

Fauzi, Tirtha Claudia. 2019. Analisis Commognition Siswa Pada Penyelesaian

Masalah Materi Teorema Pythagoras. Tesis, Program Studi S2 Pendidikan

Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.

Dr. Toto Nusantara, M.Si, (II) Dr. Erry Hidayanto, M.Si

 

Kata Kunci: commognition, penyelesaian masalah, teorema Pythagoras

 

Komunikasi adalah bagian yang penting dari pendidikan matematika.

Penelitian yang selama ini dilakukan tentang matematis tidak mengaitkan

komunikasi dengan kognisi. Padahal melalui komunikasi dapat diketahui

bagaimana proses kognisi siswa. Commognition adalah gabungan komunikasi dan

kognisi yang terdiri dari word use, visual mediators, narratives, dan routines.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan commognition siswa dalam

menyelesaikan masalah teorema Pythagoras ditinjau dari kemampuan matematis

berdasarkan empat framework yaitu word use, visual mediators, narratives, dan

routines. Penelitian dilakukan dikelas VIII SMP N 7 Kota Jambi. Subjek

penelitian adalah 7 siswa yang terdiri dari 3 siswa berkemampuan matematis

tinggi, 2 siswa berkemampuan matematis sedang dan 2 siswa berkemampuan

matematis rendah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan

kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar masalah matematika

dan pedoman wawancara.

Hasil penelitiaan ini adalah siswa berkemampuan matematis tinggi mampu

menggunakan setiap commognition framework dengan baik. Saat menggunakan

word use, subjek mampu membuat hal yang diketahui dan ditanyakan dalam

bentuk simbol dan membuat keterangan-keterangan pada gambar. Saat membuat

visual mediators, subjek mampu membuat gambar dengan benar berdasarkan

syarat yang ada dan ada satu subjek yang mampu membuat gambar yang

digunakan untuk setiap langkahnya. Saat menggunakan narratives, subjek mampu

memilih teori matematika yang digunakan sebagai strategi menyelesaikan

masalah.

 Namun ada subjek berkemampuan tinggi yang kurang mampu

menggunakan narratives dengan baik untuk langkah terakhir karena subjek

kurang memahami materi. Saat membuat routines, subjek mampu melakukan

perhitungan matematika dengan benar.Siswa berkemampuan matematis sedang

mampu menggunakan word use, visual mediators dan narratives dengan baik

tetapi menggunakan routines masih kurang baik. Hal ini disebabkan karena

membuat routines, ada subjek yang melakukan kesalahan dalam tata cara

penulisan dan adapula subjek yang melakukan kesalahan operasi matematika.

Siswa berkemampuan matematis rendah menggunakan semua commognition

framework tetapi masih kurang baik. Saat menggunakan word uses, subjek

membuat hal yang diketahui dan ditanyakan masih dengan kalimat yang sama

dengan masalah yang diberikan dan keterangan pada gambar juga kurang jelas.

Saat membuat visual mediators, subjek salah menafsirkan kata-kata yang ada

pada masalah sehingga gambar yang dibuat salah. Saat menggunakan narratives,

subjek tidak mampu memilih teori matematika yang digunakan hingga dapat

menyelesaikan masalah. Saat membuat routines, subjek dapat melakukan

 

perhitungan matematika dengan benar hanya pada satu langkah.