DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penjenjangan Berpikir Visual Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Masalah Integral.

Ummu Sholihah

Abstrak


 

RINGKASAN

Ummu Sholihah. 2019. Penjenjangan Berpikir Visual Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Masalah Integral. Disertasi, Program studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si; (II) Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A; (III) Dr. Hery Susanto, M.Si.

 Kata Kunci: Penjenjangan, Berpikir Visual, Integral

Berpikir visual memiliki peran penting dalam pemecahan masalah dan pembelajaran matematika. Berpikir visual merupakan kemampuan, proses dan hasil kreasi, interpretasi, penggunaan serta gagasan mengenai gambar dan diagram di dalam pikiran, di atas kertas atau menggunakan alat-alat teknologi, dengan tujuan menggambarkan dan mengkomunikasikan informasi dan gagasan, mengembangkan ide-ide sebelumnya serta meningkatkan pemahaman. Integral merupakan materi yang membutuhkan beberapa representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penjenjangan kemampuan berpikir visual mahasiswa dalam menyelesaikan masalah integral. Dalam penelitian terdahulu terdapat tiga penjenjangan berpikir visual mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika yaitu jenjang non visual, local visual dan global visual.

 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 mahasiswa yang dipilih dari 35 Mahasiswa Semester V Jurusan Tadris Matematika IAIN Tulungagung Tahun Akademik 2017/2018. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode wawancara berbasis tugas dengan format semi-terstruktur. Data penelitian dianalisis dengan kategorisasi, reduksi, paparan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan.

Hasil Penelitian ini melengkapi penelitian terdahulu tentang penjenjangan berpikir visual. Dalam penelitian ini ditemukan Jenjang Semi Local Visual (SLV) yang berada diantara jenjang non visual dan local visual yakni mampu memahami aljabar dan geometri sebagai bahasa alternatif dan menghasilkan informasi spesifik dari diagram namun belum lengkap. Belum mampu merepresentasikan dan menginterpretasi masalah secara grafik dan belum mampu memahami transformasi matematis secara visual dalam menyelesaikan masalah

. Jenjang Local Visual (LV) yakni memiliki kompetensi secara lengkap dalam memahami aljabar dan geometri sebagai bahasa alternatif dan menghasilkan informasi spesifik dari diagram, mampu memahami transformasi matematis secara visual, namun dalam merepresentasikan dan menginterpretasi masalah (konsep) secara grafik dalam menyelesaikan masalah belum mampu menunjukkan dengan lengkap. Jenjang Semi Global Visual (SGV) berada diantara jenjang local visual dan global visual yakni sudah mampu menunjukkan kompetensinya secara lengkap, namun dalam memahami aljabar dan geometri sebagai bahasa alternatif masih belum lengkap.