DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MODEL PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMKN 13 MALANG

Ahyar Ahyar

Abstrak


RINGKASAN

 

Ahyar. 2019. Model Penguatan Pendidikan Karakter di SMKN 13 Malang. Tesis, Jurusan Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (1) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd., (2) Dr. Sulthoni, M.Pd

Kata kunci: model, penguatan pendidikan karakter

Degradasi moral bangsa merupakan masalah besar yang tengah dihadapi Indonesia. Pemerintah Indonesia berpandangan permasalahan ini hanya dapat diatasi melalui sektor pendidikan. Pengejawantahannya pemerintah mencetuskan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah. Dalam mengimplementasikan program PPK SMKN 13 Malang merancang satu model khusus yang disebut model Semi Taruna. SMKN 13 Malang bermitra dengan Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) sebagai pembina kegiatan ketarunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program penguatan pendidikan karakter di SMKN 13 Malang dengan yang didesain dengan model Semi Taruna. Oleh karena itu penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.

Hasil penelitian menunjukkan;

(1) implementasi penguatan pendidikan karakter di SMKN 13 Malang dilaksanakan melalui model Semi Taruna. Sebelum dimplementasikan model Semi Taruna telah melalui proses perencanaan yang cukup panjang yang meliputi: analisis kebutuhan, perumusan tujuan, menentukan teknik evaluasi, memilih strategi dan atau metode,  identifikasi sistem pendukung, mengembangkan program, kemudian diimplementasikan dan dievaluasi. Model Semi Taruna khas SMKN 13 Malang merupakan hasil adopsi dari model pendidikan karakter di lingkungan militer. Disebut Semi Taruna karena tidak murni (sepenuhnya) menerapkan sistem ketarunaan, melainkan masih dikombinasikan dengan  budaya sekolah yang sebagian juga berlaku pada sekolah umum lainnya;

(2) model Semi Taruni dalam implementasi penguatan pendidikan karakter di SMKN 13 Malang terdiri dari lima langkah sistematis yakni: a) orientasi pebelajar pada konsep model Semi Taruna, b) pelantikan taruna, c) pengorganisasian taruna, d) pelaksanaan program, dan e) evaluasi;

(3) implementasi program penguatan pendidikan karakter di SMKN 13 Malang yang didesain dengan model Semi Taruna dilaksanakan melalui program ketaruanaan latihan (PBB dan kesamaptaan), integrasi nilai karakter dalam pembelajaran dan budaya sekolah.

(4) Pebelajar SMKN 13 menunjukkan perubahan perilaku yang positif setelah mengikuti program penguatan pendidikan karakter yang didesain dengan model Semi Taruna.

Rekomendasinya yakni model Semi Taruna yang dikembangkan oleh SMKN 13 Malang ini dapat dijadikan rujukan atau alternatif bagi sekolah lain yang masih mengalami kesulitan dalam merancang model yang tepat untuk mengimplementasikan program penguatan pendidikan karakter.