DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

REPRODUKSI VISUAL SPASIAL SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH JARAK TITIK DAN BIDANG

SUWITO ABI

Abstrak


RINGKASAN

Suwito, Abi. 2019. Reproduksi Visual Spasial Siswa SMA dalam Menyelesaikan Masalah Jarak titik dan bidang. Disertasi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D., (II) Dr. I Nengah Parta, S.Pd., M.Si., (III) Dra. Santi Irawati, M.Si., Ph.D

Kata Kunci: reproduksi visual spasial, menyelesaikan masalah, jarak titik dan bidang

Salah satu materi geometri yang dibahas pada siswa SMA ialah dimensi tiga. Adapun topik yang dibahas pada materi ini ialah terdiri dari jarak titik dan titik, titik dan garis, titik dan bidang, garis dan bidang dan bidang dan bidang. Dari kelima topik yang dipelajari tersebut, penyelesaian masalah pada titik dan bidang merupakan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian. Di dalam memecahkan masalah geometri, khususnya pada masalah jarak titik dan bidang dibutuhkan pengalaman visual spasial yang telah dimiliki oleh siswa. Pengalaman tersebut dapat membantu siswa dalam menyajikan abstraksi gambar. Untuk membantu siswa dalam proses abstraksi gambar, diperlukan reproduksi visual spasial.

Penelitian kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan reproduksi visual spasial dalam menyelesaikan masalah jarak titik dan bidang. Reproduksi visual spasial ini merujuk pada teori Hass. Tahapan pada teori Hass terdiri dari imaging, conceptualization dan problem solving. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA sebanyak 6 siswa. Pemilihan subjek ini didasarkan pada pertimbangan munculnya indikator visual spasial pada jawaban siswa dalam menyelesaikan masalah jarak titik dan bidang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan lembar masalah jarak titik dan bidang kepada siswa untuk diselesaikan secara think aloud. Selanjutnya dilakukan wawancara yang berkaitan dengan hasil kerja siswa untuk mengetahui pemikiran siswa ketika menyimpulkan sesuatu atau alasan menggunakan langkah dalam menyelesaikan masalah jarak titik dan bidang. Think aloud dan wawancara direkam menggunakan rekaman audio visual. Data yang diperoleh dianalisis dengan tahapan mentranskripsi data, mereduksi data, mengkode data, memeriksa keabsahan data, menelaah data dan menarik kesimpulan.

Temuan penelitian ditunjukkan pada tahapan kemampuan visual spasial pada teori Hass yaitu tahap Connection Imaging and Conceptualization. Tahap ini melengkapi dari tahapan kemampuan visual spasial pada teori Hass. Tahap Connection Imaging and Conceptualization merupakan gabungan dari imaging dan conceptualization. Jadi tahapan kemampuan visual spasial yang dihasilkan terdiri dari imaging, conceptualization, connection imaging and conceptualization, dan problem solving. Temuan penelitian yaitu reproduksi visual spasial imitasi dan reproduksi visual spasial kreatif. Pada aspek imaging, siswa yang dengan kategori reproduksi visual spasial imitasi, strategi yang digunakan untuk menyelesaikan jarak melalui abstraksi gambar lebih detail dibandingkan dengan siswa yang memiliki kategori reproduksi visual spasial kreatif. Reproduksi visual spasial imitasi mampu mengabstraksi gambar dari dimensi tiga menjadi dimensi dua secara lebih rinci, sedangkan reproduksi visual spasial kreatif mengabstraksi gambar dari kubus ke limas. Pada aspek conceptualization, siswa dengan kategori reproduksi visual spasial imitasi menyatakan ruas garis sebagai representasi jarak titik dan bidang pada kubus. Sedangkan siswa dengan kategori reproduksi visual spasial kreatif  menyatakan ruas garis sebagai representasi jarak titik dan bidang sebagai tinggi pada bidang empat beraturan. Pada aspek connection imaging and  conceptualization, siswa dengan kategori reproduksi visual spasial imitasi diawali dengan menggambar segitiga siku-siku, menggunakan kesebangunan atau hukum kekekalan luas segitiga untuk menentukan panjang ruas garis sebagai representasi jarak dan menentukan panjang diagonal ruang. Sedangkan siswa dengan kategori reproduksi visual spasial kreatif pada aspek connection imaging and  conceptualization diawali dengan menggambar bidang empat beraturan dan menggunakan konsep titik berat segitiga sama sisi untuk menentukan tinggi limas tersebut. Pada aspek problem solving, siswa dengan kategori reproduksi visual spasial imitasi menyelesaikan  jarak dengan Pythagoras, kesebangunan dan hukum kekekalan luas segitiga. Sedangkan siswa dengan reproduksi visual spasial kreatif menyelesaikan  jarak titik dan bidang dengan menghitung tinggi suatu limas dan konsep garis berat segitiga. Pada penelitian ini ditemukan reproduksi visual spasial yang dominan pada penggunaan aljabar. Akan tetapi belum dibahas secara mendalam, perlu diteliti lebih lanjut tentang reproduksi ini.