DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Perkembangan Embrio Mammalia Berbasis Inkuiri Berdasarkan Hasil Deteksi Ekspresi dan Analisis Fungsi Gen SRY Sapi Peranakan Ongole

Ardiyas Robi Saputra

Abstrak


Pendidikan bertujuan untuk membuat peserta didik mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan peran penting dari pendidikan tinggi sehingga kurikulum disusun berdasarkan Kerangka Kualfikasi Nasional Indonesia (KKNI). Capaian pembelajaran lulusan sebagai deskripsi kualifikasi KKNI yang telah disusun tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa untuk memahami konsep keilmuan saja, namun juga dapat menjadi ilmu terapan dan memberikan manfaat praktis.

 

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan diperlukan bahan ajar yang mampu mengatasi permasalahan dalam pembelajaran. Materi yang dicantumkan dalam bahan ajar sebaiknya lebih sederhana namun dibahas secara detail, utuh, dan bersifat mandiri bagi mahasiswa, sehingga bahan ajar yang akan dikembangkan adalah modul. Pemilihan modul menyesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan saat pembelajaran SPH II yaitu bersifat self instruction dan self contained. Self instruction memungkinkan mahasiswa belajar secara mandiri dan self contained memuat materi secara utuh sehingga memberi kesempatan mahasiswa mempelajari materi secara tuntas.

 

Pengembangan modul menyesuaikan dengan pendekatan konstruktivistik yang lebih menekankan pada peran aktif mahasiswa dalam membentuk pengetahuan, belajar melalui penemuan kegiatan berpikir, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal yang dipelajari. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan konstruktivistik adalah model pembelajaran inkuiri yang menuntut mahasiswa untuk terlibat aktif dalam menemukan fakta, merumuskan sendiri penemuan melalui penyelidikan, dan mampu memecahkan masalah. Basis pengembangan modul ini berdasarkan hasil penelitian deteksi gen SRY pada sapi pejantan peranakan ongole (PO). Pengembangan bahan ajar berbasis hasil penelitian dapat memberikan pengalaman nyata karena informasi yang disajikan diperoleh melalui pengamatan sehingga dapat memperluas dan memperdalam materi secara aplikatif. Gen SRY bertanggung jawab dalam determinasi kelamin jantan yang menginisiasi perkembangan testis selama embriogenesis pada mammalia.

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis deteksi ekspresi dan fungsi gen SRY pada sapi PO dengan pendekatan biologi molekuler dan bioinformatika, serta menghasilkan modul perkembangan embrio mammalia berdasarkan hasil deteksi ekspresi dan analisis fungsi gen SRY pada sapi PO yang valid dan praktis. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu penelitian deksriptif eksploratif dan tahap kedua penelitian pengembangan modul. Prosedur pelaksanaan tahap penelitian I terdiri dari:

a). Koleksi dan Isolasi DNA Genom Sapi,

b). Isolasi DNA Total

c). Uji Kuantifikasi DNA dengan Nanodrop Spektrofotometri,

d). Elektroforesis,

e). Reaksi Polymerase Chain Reaction (PCR),

f). Elektroforesis (Separasi Hasil PCR),

 g). Sekuensing

h). Analisis Bioinformatika. Sedangkan tahap penelitian II menggunakan model pengembangan PLOMP.

 

Hasil penelitian tahap I diperoleh adanya variasi urutan nukleotida dan asam amino gen SRY dari kelima sampel sapi PO namun tetap menghasilkan polipeptida yang sama yaitu activator protein-2. Walaupun terjadi variasi antara kelima sampel sapi pejantan PO namun tidak mengubah ekspresi gen SRY. Variasi urutan penyandi gen SRY  tidak mengubah translasi asam amino. Hasil penelitian tahap II diperoleh hasil uji validasi materi sebesar 100%, validasi media 98,68%, uji kepraktisan kepada dosen pengampu mata kuliah 95% dan uji kepraktisan  kepada mahasiswa 87,55%. Berdasarkan hasil tersebut maka modul dinilai valid dan praktis.