DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EKSPLORASI PENGUASAAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI GERAK DUA DIMENSI PADA EXPERIENTIAL LEARNING BERBASIS FENOMENA

NISA' FAIZATUN

Abstrak


RINGKASAN

 

Nisa’, Faizatun. 2019. Eksplorasi Penguasaan Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Gerak Dua Dimensi pada Experiential Learning Berbasis Fenomena. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M.Pd, (II) Nandang Mufti, M.T., Ph.D.

Kata Kunci: Penguasaan konsep, kemampuan pemecahan masalah, gerak dua dimensi, experiential learning berbasis fenomena.

Fenomena alam dapat dijelaskan dengan konsep-konsep fisika. Pengalaman yang diberikan saat pembelajaran akan membantu siswa dalam memahami konsep. Penguasaan konsep merupakan bagian penting dalam proses pemecahan masalah. Melalui experiential learning berbasis fenomena siswa  menganalisis fenomena sekitar dengan mengaitkan konsep yang dimiliki sehingga mampu meningkatkan penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah dalam experiential learning berbasis fenomena, serta mengetahui hubungan penguasaan konsep dengan kemampuan pemecahan masalah.

 

Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan embedded experimental model. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA-H SMAN 5 Malang yang berjumlah 26 siswa dengan kemampuan heterogen. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, wawancara dan observasi. Experiential learning berbasis fenomena memfasilitasi siswa dalam mengaitkan pengalaman baru dan lama dalam menganalisis fenomena. Nilai pretest dan posttest dianalisis dengan uji beda Mann Whitney, N-gain score, d-effect size dan Spearman’s rho. Penguasaan konsep siswa dikelompokkan berdasarkan ranah kognitif C1-C4 dan konsep gerak dua dimensi. Kemampuan pemecahan masalah siswa dikelompokkan menjadi no respons, innacurate, adequate, dan superior.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah setelah experiential learning berbasis fenomena diterapkan. Nilai rata-rata pretest penguasaan konsep 29,96 dan posttest 77,69 dengan N-gain 0,681 dalam kategori tinggi dan d-effect size 5,5 pada kategori sangat besar. Sedangkan nilai rata-rata pretest kemampuan pemecahan masalah 8,56 menjadi 72,46 saat posttest dengan N-gain 0,698 dalam kategori tinggi dan d-effect size 9,27 kategori sangat besar. Kemampuan pemecahan masalah siswa saat pretest dalam kategori no respons dan innacurate meningkat menjadi adequate dan superior ketika posttest. Hasil uji korelasi menunjukkan penguasaan konsep tidak berhubungan dengan kemampuan pemecahan masalah dengan signifikansi 0,756 untuk nilai posttest dan 0,565 untuk nilai N-gain.