DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Kearifan Lokal Budaya Batik Guna Meningkatkan Daya Saing Di Kancah Bisnis International (Studi Pada Batik Jokotole Collection)

MEISYAROH HARIZA TRIA

Abstrak


ABSTRAK

Meisyaroh.HarizaTria.2019.Peran Kearifan Lokal Budaya Batik Guna Meningkatkan Daya Saing Di Kancah Bisnis International (Studi Pada Batik Jokotole Collection)Tesis. Program Studi Manajemen. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Heri Pratikto, M.Si., (II) Dr. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak . CA, C.MA

 

Kata kunci : Batik, kearifan lokal dan Keunggulan kompetitif

Batik adalah salah satu keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia serta  merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi serta kearifan lokal yang sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Indonesia merupakan wilayah yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan batik yang sangat pesat, terlebih yang terjadi di pulau Jawa tepatnya bangkalan madura. Batik Jokotole Collectionmerupakan salah satu UMKM yang bergerak dalam produksi batik dimana memiliki banyak peluang untuk mengembangkan ekspor batik di seluruh dunia. Potensi ekspor batik Jokotole di Bangkalan merupakan salah satu umkm yang ekspor ke beberapa negara diantaranya Jepang, Afrika, dan Malaysia. Namun ada beberapa hambatan yang dialami diantaranya ancaman dari beberapa negara bisa terjadi misalnya dengan menjiplak motif batik yang ada di Jokotole collection lalu mendesain dengan motif yang sama dan dijual dengan harga yang murah padahal aslinya dijual dengan harga yang mahal. Selain itu ada negara yang lebih tertarik untuk membeli warna dibandingkan membeli kain batik dari Jokotole Collection.  

Fokus penelitian ini adalah

1) Mendeskripsikanperan kearifan lokal budaya batik Jokotole Collectionuntuk meningkatkan daya saing,

2) Upaya Jokotole Collection untuk meningkatkan daya saing di kancah bisnis international.Metode]pengolahan dan analisis data yang[digunakan dalam penelitian ini adalah metode9deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Dimana teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara, obervasi dan dokumentasi serta informan terdiri dari pemilik, karyawan dan pelanggan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kearifan lokal budaya batik dibakukan melalui motif dan warna yang memiliki makna cukup mendalam yakni motif yang cukup terkenal dengan motif daun, hewan serta akar-akaran. Selain itu,jokotole Collectionmemiliki kekhasan warna yang diciptakan diantaranya warna hijau bernotasi sebagai warna daun, warna biru memiliki makna sebagai bentuk natural, warna merah tidak hanya dimaknai dengan berani melainkan ketegasan dan warna kuning memiliki makna bahwa daerah madura memiliki wilayah cukup subur. AnalisisBerlian Porter menunjukkan terdapatketerkaitanantara komponen utama danpenunjang maka dapat diartikanbahwa batik memiliki keunggulankompetitif daya saing yang kuat di pasarinternasional namun membutuhkan adanya strategi untuk memperkuat dayasaing serta meningkatkan pemasaran produk batik dalam local maupun international. Saran yang dihasilkan yaitu meningkatkan pangsapasar dengan melihat adanya ancaman persaingan global baik dalamnegeri dan luar negeri, mengikuti pameran serta membuat hak patent untuk setiap motif yang diciptakan oleh Jokotole Collection agar tidak mudah diambil pihak luar.

 

 

ABSTRACT

Meisyaroh. Hariza Tria. 2019. The Role of Batik Culture Local Wisdom as to enhance International Business Competitiveness Area (Case Study on Batik Jokotole Collection)Thesis. Management Program. Postgraduate. Faculty of Economics. Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. H. Heri Pratikto, M.Si., (II) Dr. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak . CA, C.MA

Key words: Batik, Competitiveness advantage, and local wisdom.

 

Batik is one of the cultural diversity that exists in Indonesia and is a craft that has high artistic value and local wisdom that has been part of the culture of Indonesia (especially Java) for a long time. Indonesia is a region that has a very rapid growth and development of batik, especially what happened on the island of Java, precisely in Madura. Jokotole Collection Batik is one of the MSMEs engaged in batik production which has many opportunities to develop batik exports throughout the world. The export potential0of Jokotole batik in Bangkalan is one of the cities that exports to several countries includingLJapan, Africa, and Malaysia.=However, there are some obstacles that are experienced, including threats from several countries, such as copying batik motifs in JokotoleIcollection, then designing with the same motives and selling them at a cheap price even though they were originally sold at expensive prices. In addition, there are countries0that are moreKinterested in buying colors than buying batik cloth-from the JokotoleHCollection.

The focus of this research is

1) Describe the role of local wisdom of batik culture to improve competitiveness,

2) efforts of Jokotole Collection to improve competitiveness in the international business. The method of processing and analyzing data used in this study is a qualitative descriptive method with the type of case study. Where the data collection technique uses interview, observation and documentation techniques as well as informants consisting of owners, employees, and customers.

The results of the study show that the local wisdom of batik culture is standardized through motifs and colors that have quite deep meaning, namely motifs that are quite well known for their leaves, animals, and roots. In addition, the jokotole Collection has a distinctive color created including green colored as leaf color, blue has a meaning as a natural form, red does not only mean boldly but firmness and yellow has the meaning that the Madura region has a fairly fertile area. Berlian Porter analysis shows that there are linkages between the main and supporting components so that it can be interpreted that batik has a competitive advantage that is strong competitiveness in the international market but requires a strategy to strengthen competitiveness and improve the marketing of batik products both locally and internationally. The suggestions that were made were increasing market share by seeing the threat of global competition both domestically and abroad, participating in exhibitions and making patents for every motive created by the Jokotole Collection so that it was not easily taken by outsiders.