DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF DALAM PERSPEKTIF GAYA BERPIKIR SISWA GEOGRAFI DI SMA

SUDIANA IKHTIAR

Abstrak


ABSTRAK

 Sudiana Ikhtiar. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Search, Solve, Create, And Share (SSCS) Terhadap Keterampilam Metakognitif Dalam Perspektif Gaya Berpikir Siswa Geografi di SMA. Tesis. Jurusan Pendidikan Geogarfi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr, Sumarmi, M.Pd., (II). Dr. Budi Handoyo, M.Si.

 

Keywords: Pembelajaran SSCS, Keterampilan Metakognitf, Gaya Berpikir.

Keterampilan metakognitif merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh guru dan harus diberdayakan untuk menciptakan kemandirian siswa dalam belajar. Pembelajaran yang masih bersifat teacher center sertakurangnya penggunaan strategi ataupun model pembelajaran merupakan salah satu penyebab kemandirian siswa dalam belajar semakin rendah, kurangnya penerapan pembelajaran yang bersifat kontekstual juga menyebabkan kemampuan siswa dalam menganalisis suatu masalah rendah karena tidak dibiasakan untuk berpikir mandiri dan mengatur cara belajarnya sendiri.

Tujuan penelitian ini yaitu

(1) untuk mengetahui perbedaan siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran SSCS terhadap keterampilan metakognitif dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional.

(2) untuk mengetahui perbedaan keterampilan metakognitif terhadap gaya berpikir siswa,

(3) untuk mengetahui interaksi antara model pembelajaran SSCS terhadap keterampilan metakognitif siswa. keterampilan metakognitif tidak hanya dilihat dari model pembelajaran yang digunakan melainkan gaya berpikir siswa juga karena di dalam kelas terdapat pola pikir siswa yang berbeda yaitu ada yang berpikir divergen dan adapula siswa yang berpikir konvergen.

 Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan desain penelitian pretst dan post test 2x2 factorial group design. Penelitian ini mengkaji 3 variabel yaitu variabel bebas model search solve create and share (SSCS) dan konvensional (X1), sedangkan variabel moderator yaitu gaya berpikir konvergen dan gaya berpikir divergen (X2) dan variabel terikat yaitu keterampilan metakognitif (Y). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis two way anova. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan metakognitif dalam perspektif gaya berpikir siswa di SMA Negeri 3 Selong Lombok Timur.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa

(1) ada perbedaan model pembelajaran SSCS terhadap keterampilan metakognitif siswa dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 sehingga H0 ditolak dan HI diterima,

(2) tidak ada perbedaan gaya berpikir terhadap keterampilan metakognitif siswa dengan nilai signifikansi 0,944>0,05 sehingga H0 diterima dan HI ditolak

(3) tidak ada interaksi antara model pembelajaranSSCSterhadap keterampilan metakognitif siswa dengan niali signifikansi 0,296>0,05 sehingga H0 diterima dan HI ditolak.

 Peneliti selanjutnya diharapkan untuk membedakan siswa yang berpikir divergen dan siswa yang berpikir konvergen ketika di dalam kelas. Hal tersebut dilakukan supaya peneliti dapat membedakan apakah siswa yang berpikir divergen lebih unggul dari pada siswa yang berpikir konvergen atau sebaliknya. Selain itu penelitian ini perlu dikembangkan lagi, siswa diajarkan tidak hanya cara menyelesaikan permasalahan tapi perlu juga untuk melatih siswa dalam merumuskan masalah serta membuat suatu konsep. Untuk sekolah diharapkanmerealisasikan model pembelajaran SSCS  kepada para guru baik guru geografi ataupun guru mata pelajaran yang lain dengan cara bimbingan ataupun pelatihan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Serta guru diharapkan mampu menggunakan model pembelajaran yang berbasis masalah seperti model SSCS ini dan model-model lainnya untuk meningkatkan kemampuan penalaran siswa dalam memecahkan masalah dan juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan.