DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Fabrikasi Ferofluida CoxFe3-xO4-PEG/PVP Berbasis Pasir Besi Alam dan Potensinya sebagai Agen Antimikroba Candida albicans

Yuliantika Defi

Abstrak


RINGKASAN

Yuliantika, Defi. 2019. Fabrikasi Ferofluida CoxFe3-xO4-PEG/PVP Berbasis Pasir Besi Alam dan Potensinya sebagai Agen Antimikroba Candida albicans, JurusanFisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si. (2) Prof. Dr. ArifHidayat, M.Si.

Kata Kunci: Ferofluida, CoxFe3-xO4, PasirBesi, Antimikroba, SAXS

Ferofluida CoxFe3xO4 berbasis pada pasir besi alam berhasil disintesis menggunakan metode kopresipitasi suhu ruangdengan menggunakan polimer PEG sebagai surfaktan pertama dan PVP sebagai surfaktan kedua. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur kristal, struktur kompleks ferofluida, gugus ikatan kimia polimer dan partikel magnetik, parameter optik yang mencakup nilai pita energi dan indeks bias serta kemampuan daya hambat terhadap jamur Candida albicans melalui metode karakterisasi difraksi sinar-X (XRD), hamburan sinar-X sudut kecil (SAXS), Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), UV-Vis spectroscopy, serta metode difusi agar Ferofluida CoxFe3-xO4 memiliki struktur kristal kubik spinel yang mana penambahan kompoisi Co menyebabkan parameter kisi kristal dan ukuran kristal semakin meningkat. Namun penambahan doping cobalt dengan fraksi x = 0.5 menyebabkan struktur spinel tidak stabil sehingga terbentuk fase hematite. Dalam ferofluida, terbentuk struktur kompleks dimana partikel nano dengan ukuran ± 3 nm berkorelasi membentuk kluster berukuran ± 14 nm kemudian dalam dimensi yang besar menghasilkan agregasi dimana penambahan doping Co berdampak pada ukuran agregasi yang dihasilkan. Penambahan fraksi doping Co menyebabkan spektrum absorbansi dan nilai pita energi menurun, namun nilai indeks bias semakin tinggi sehingga berpotensi dalam pengembangan aplikasi fotokatalis. Potensi aplikasi dalam biomedis dilakukan dengan mengamati aktivitas daya hambat terhadap patogen Candida albicans. Ferofluida CoxFe3-xO4 dengan fraksix = 0 danx = 0.125 menunjukkan diemeter hambat paling besar yakni  ± 130 mm lebih besar dibanding dengan hasil penelitian sebelumnya tetapi tidak lebih besar dibanding obat Nystatin. Namun, surfaktansi dengan PEG dan PVP menyebabkan ferofluida CoxFe3-xO4 memiliki tingkat hidrofilik yang jauh lebih tinggi dibanding Nystatin sehingga berpotensi besar untuk penggunaan sebagai agen antijamur Candida albicans.