DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Improving Students’ Comprehension of Poems Using Two Stay-Two Stray Strategy at the English Department of FKIP Unisma. (Thesis)

Hamiddin Hamiddin

Abstrak


The researcher's experience in teaching college students especially in teaching poetry shows that the ability of the students in comprehending poems is low. Based on the preliminary study that is conducted on 16th of November 2009, the students are unable to comprehend poems well especially in comprehending elements of poem. The result of the preliminary study showed that around 18 (78%) out of 23 students shows low performance in comprehending poems. It was also supported by the average score of student test which was 59.7.

The study is directed to improve students' comprehension of poems using the Two Stay-Two Stray (henceforth: TS-TS) strategy. The subject of this study is 23 students of the sixth semester of English department of FKIP at Islamic University of Malang. To cope of students' problem in comprehending of poems and to increase students' active involvement during learning process, the researcher uses collaborative action research design which consists of four main steps: planning, implementing, observing, and reflecting. In gaining the required data, this study uses some instruments namely: observation checklist, field notes, and quiz. The gathered data are analyzed and presented quantitatively and qualitatively.

The research is conducted from May 18 to June 10, 2010, and it is conducted in two cycles that consist of four meetings; three meeting for giving treatment and implementing TS-TS strategy. One meeting is used to test students' comprehension of poems. The criteria of success of this classroom action research is (1) all students (100%) at least got score 55 in comprehension of poem and the mean score of students test is greater than or equal to 70, (2) at least 65% of the students are active in teaching and learning process

The findings indicate that using TS-TS strategy can improve the students' comprehension of poems. The average score of the students' test in Cycle 1 is 76 and only one student gets score under 55 and the students' active involvement in Cycle 1 is 71%. The average score of students' test in Cycle 2 is 80 and the students' active involvement in Cycle 2 is 86%. The data are obtained from the implementation of TS-TS strategy in improving students' comprehension of poems. The procedures of TS-TS strategy are: (1) the lecturer activates students' background knowledge by asking questions about the elements of poetry (structure and content), (2) the lecturer gives guidances how to identify the elements of poetry in a poem, (3) the lecturer divides students into several groups each of which consists of four students (a group should consist of high, average, and low achiever students) and giving the groups freedom in deciding the leader of group discussion, the ‘stayers', and ‘strayers', (4) The lecturer decides and explains the rules of group discussion orally or in written form, (5) the lecturer gives the groups the same poem, guided questions, answer's sheet, and strayers' note, (6) the lecturer asks the groups to disccuss the poem and complete their work with certain duration of time, (7) the lecturer asks two group members (strayers) to leave their home group and stray individually to other groups while the remaining group members (‘stayers') explain what their group has done to the visiting ‘strayers'. The strayer's discussion is limited by certain duration of time, (8) the lecturer asks the ‘strayers' return to their home groups and report what they have got, while ‘stayers' report on the feedbacks they have received, (9) the lecturer asks the groups to revise and complete their work, and another round of Stay-Stray can take place with new ‘strayers' if the time is enough, (10) the lecturer clarifies and discusses the poem that the students have been discussed. During the home group discussion and stray-group discussion, the teacher monitors and controls students' activities and responds to the students' questions. All indicators of criteria of success are achieved; however, the researcher stops the research only in two cycles.

Based on the research findings, two suggestions are offered. First, for the teachers of literature, it is suggested that teachers of literature use this strategy to improve the students' comprehension of poems. Second, for future researchers, they are suggested that they use the research for their references for further research in the same field or other literature subjects.

 

Abstrak:

Kata Kunci: Kemampuan Memahami Puisi, Strategi Dua Tinggal-Dua Bertamu

Pengalaman peneliti selama mengajar mahasiswa terutama mengajar puisi menunjukkan bahwa kualitas pemahaman mahasiswa dalam memahami puisi masih rendah. Berdasarkan studi awal yang telah dilakukan pada 16 November 2009, mahasiswa tidak bisa memahami puisi dengan baik terutama memahami elemen-elemen dari puisi. Hasil dari studi awal menunjukkan bahwa sekitar 18 (78%) dari 23 mahasiswa lemah dalam memahami puisi. Hal ini juga didukung dengan nilai rata-rata hasil tes mahasiswa yakni 59,7.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami puisi dengan menggunakan strategi Dua Tinggal-Dua Bertamu (selanjutnya: DT-DB). Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester 6 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang yang berjumlah 23 orang. Untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami puisi dan untuk meningkatkan partisipasi mereka selama proses pembelajaran, peneliti menggunakan desain penelitian tindakan kolaboratif yang terdiri dari empat langkah yaitu: perencanaan, penerapan, pengamatan dan refleksi. Dalam memperoleh data, penelitian ini menggunakan beberapa instrumen yaitu lembar pengamatan, catatan lapangan dan tes. Data yang diperoleh akan dianalisa dan disajikan secara kuantitatif dan kualitatif.

Penelitian ini telah dilakukan dari tanggal 18 Mei sampai tanggal 10 Juni 2010 yang dilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat pertemuan dengan rincian: tiga pertemuan untuk penerapan strategi DT-DB dan satu pertemuan untuk mengukur kemampuan pemahaman mahasiswa terhadap puisi melalui tes. Kriteria keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah (1) paling tidak 65% dari mahasiwa aktif dalam proses belajar mengajar, (2) semua mahasiswa (100%) setidak-tidaknya mendapatkan nilai 55 dan nilai rata-rata hasil tesnya adalah sama dengan 70 atau lebih besar.

Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi DT-DB bisa meningkatkan kemampuan pemahaman mahasiswa terhadap puisi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata kemampuan mahasiswa pada siklus pertama adalah 76, hanya seorang mahasiswa yang memperoleh nilai dibawah 55 dan keterlibatan mahasiswa adalah 71%. Sedangkan nilai rata-rata kemampuan mahasiswa pada siklus kedua adalah 80 dan keterlibatan mahasiswa adalah 86%. Data ini diperoleh selama penerapan strategi DT-DB dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap puisi. Sedangkan prosedur dari strategi ini adalah: (1) dosen memberikan pertanyaan untuk mengaktifkan pengetahuan mahasiswa tentang elemen-elemen puisi (struktur dan isinya), (2) dosen memberikan cara untuk mengidentifikasi elemen puisi, (3) dosen membagi mahasiswa kedalam kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari empat orang (satu kelompok harus terdiri dari mahasiswa yang pintar, sedang, dan kurang pintar) dan memberikan kebebasan kepada kelompok tersebut untuk menentukan ketua kelompok dan tamu serta tuan rumah, (4) dosen memberikan aturan diskusi bagi secara lisan maupun tulisan, (5) dosen memberikan puisi, pertanyaan arahan, lembar jawaban dan catatan untuk tamu, (6) dosen memerintahkan kelompok untuk mendiskusikan puisi tersebut dan menyelesaikan tugas kelompok dalam waktu tertentu, (7) dosen menyuruh dua orang untuk bertamu secara individu ke kelompok lain sementara dua orang mahasiswa tinggal di kelompokkan untuk menjelaskan hasil kerja mereka pada tamu dari kelompok lain. Diskusi antar kelompok ini juga dibatasi dengan waktu, (8) dosen menyuruh tamu untuk kembali ke kelompok masing-masing dan melaporkan informasi yang mereka peroleh sedangkan penerima tamu mencatat apa yang telah mereka peroleh, (9) dosen meminta kelompok merevisi pekerjaan mereka dan apabila waktu bertamu masih ada, anggota kelompok bisa bertamu lagi, (10) dosen membahas dan mendiskusikan puisi yang telah dikerjakan oleh mahasiswa. Selama proses diskusi kelompok dan diskusi antar kelompok, dosen memantau, mengatur, dan mendampingi mahasiswa secara intensif. Karena semua indikator keberhasilan telah dicapai maka peneliti menghentikan penelitian ini hanya dalam dua siklus.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, dibuatlah dua saran. Saran pertama untuk dosen yang mengajar sastra. Dosen yang mengajar sastra disarankan untuk menggunakan strategi dua tinggal dua bertamu untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap puisi. Saran kedua untuk peneliti mendatang. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya di bidang yang sama atau bidang sastra yang lain.