DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Berpikir Siswa dalam Membuat Koneksi Matematis Ditinjau dari Gaya Kognitif

Syaifudin Dian Rifia

Abstrak


RINGKASAN

Syaifudin, Dian Rifia. Proses Berpikir Siswa dalam Membuat Koneksi Matematis Ditinjau dari Gaya Kognitif. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana UM.

Pembimbing :         

(1) Dr. Subanji, S.Pd, M.Si.,

(2) Prof. H. Akbar Sutawidjaja, M.Ed, Ph.D.

 

Kata kunci: proses berpikir, koneksi, gaya kognitif

Hasil studi pendahuluan memperlihatkan bahwa ada perbedaan koneksi matematis yang dibuat siswa dalam menyelesaikan soal. Ketika membuat koneksi, siswa mengalami proses berpikir untuk menentukan hubungan diantara ide-ide matematis. Proses berpikir yang dilakukan setiap siswa juga berbeda sesuai dengan cara mereka memproses informasi. Perbedaan siswa dalam memproses informasi lebih dikenal dengan gaya kognitif.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tujuan  untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa bergaya kognitif reflektif dan impulsif dalam membuat koneksi matematis. Subjek penelitian yaitu 2 siswa untuk masing-masing kategori gaya kognitif yang dipilih dari 30 siswa kelas VIII.F SMPN 13 Malang. Tes yang digunakan untuk membagi gaya kognitif adalah Matching Familiar Figure Test (MFFT) sedangkan tes koneksi matematis berupa soal cerita matematika.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam membuat koneksi matematika dengan masalah yang ada. Siswa bergaya kognitif reflektif mengaitkan pengetahuan konseptual persegi panjang dan trapesium dengan masalah yang ada. Koneksi antar ide matematis yang dilakukan adalah mengaitkan antara informasi tekstual tentang keliling, panjang, lebar persegi panjang, konsep keliling dan luas persegi panjang dan penjumlahan bentuk aljabar. Mereka juga mengaitkan antara fakta luas sketsa, ukuran sisi trapesium, konsep luas trapesium, konsep persamaan linier satu variabel, konsep skala dan konsep konversi satuan panjang. Sedangkan siswa bergaya kognitif impulsif tidak secara tepat mengaitkan pengetahuan konseptual tentang persegi panjang dan trapesium dengan masalah yang ada. Koneksi antar ide matematis yang dilakukan juga tidak benar saat mengaitkan antara fakta keliling, panjang, lebar pada permasalahan, konsep keliling dan luas persegi panjang. Mereka juga salah dalam mengaitkan antara fakta ukuran sisi-sisi dan luas trapesium,  jarak antar tiang, konsep keliling dan luas trapesium, modifikasi gambar trapesium, konsep pythagoras dan konsep konversi satuan panjang.