DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Wujud Strategi Literasi Komunikasi Berbahasa Indonesia Mahasiswa Asing dalam Perkuliahan di Pascasarjana Universitas Negeri Malang

Kardona Nyoman Yulio

Abstrak


ABSTRAK

Kardona, Nyoman Yulio. 2019. Wujud Strategi Literasi Komunikasi Berbahasa Indonesia Mahasiswa Asing dalam Perkuliahan di Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I) Prof. Dr. Imam Suyitno., M. Pd,

(II) Prof. Dr. Anang Susanto, M. Pd.

 

Kata kunci: strategi belajar, literasi komunikasi, mahasiswa asing

Literasi komunikasi merupakan salah satu jenis literasi yang sedang berkembang. Ada tiga kemampuan sebagai penunjang keberhasilan dalam berliterasi komunikasi, yaitu kemampuan memahami informasi, kemampuan mengolah informasi, serta kemampuan menyampaikan informasi sesuai konteks komunikasi secara lisan atau tulis. Literasi komunikasi juga berkembang di dunia pendidikan Bahasa Indonesia bagi penutur asing atau yang akrab disebut BIPA. BIPA merupakan pembelajaran bahasa Indonesia yang diajarkan kepada pelajar berkewarganegaraan asing yang bukan warga negara Indonesia. Keberadaan BIPA bukanlah merupakan fakta baru mengingat program BIPA sudah ada baik secara formal hampir di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta atau non-formal pada lembaga-lembaga belajar bahasa Indonesia.

Penelitian ini secara khusus hanya mengungkap wujud strategi atau usaha yang dilakukan oleh mahasiswa asing dalam meningkatkan literasi berbahasa Indonesia.

Fokus penelitian ini disesuaikan dengan kemampuan penunjang berliterasi komunikasi yang meliputi

(1) strategi memahami,

(2) strategi mengolah, dan

(3) strategi menyampaikan informasi berbahasa Indonesia oleh mahasiswa asing dalam perkuliahan di Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada program studi magister Pendidikan Bahasa Indonesia di Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pemilihan Pascasarjana Universitas Negeri Malang menjadi lokasi penelitian dikarenakan universitas tersebut menerima mahasiswa asing sebagai mahasiswa utama dan bukan menjadi mahasiswa salah satu program BIPA yang ada. Selain itu, mahasiswa asing tidak hanya berasal dari satu negara saja sehingga dalam penelitian ini sekaligus dapat membandingkan bagaimana perilaku belajar mahasiswa tersebut apakah berbeda berdasarkan budaya negara mahasiswa berasal. Penelitian ini dilakukan di dalam kelas selama perkuliahan dan di luar kelas namun tetap dalam lingkup universitas ketika perkuliahan tersebut usai. Ada lima mahasiswa asing yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Dua diantaranya merupakan mahasiswa yang berasal dari Korea Selatan dan tiga lainnya merupakan mahasiswa yang berasal dari Thailand. Peneliti sebagai pengamat penuh dan terlibat dalam pembelajaran di kelas hanya untuk mendokumentasikan dan memahami aktivitas belajar para mahasiswa asing.

Data penelitian ini bersumber langsung dari mahasiswa asing yang berupa catatan lapangan penelitian, tulisan, serta tuturan mahasiswa yang berisi semua informasi tentang materi-materi bahasa yang didapat selama perkuliahan, penggunaan strategi belajar, serta problematika yang dihadapi mahasiswa asing dalam meningkatkan literasi komunikasi bahasa Indonesia yang diperoleh dari pengamatan langsung terhadap aktivitas belajar pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen.

Setelah dilakukan penelitian, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Strategi memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi merupakan tiga kemampuan utama dalam berliterasi komunikasi. Ketiga strategi tersebut dapat dilihat dari strategi belajar yang digunakan, materi bahasa yang dipelajari, serta problematika yang dihadapi mahasiswa asing. Strategi belajar yang digunakan mahasiswa asing dapat diklasifikasi menjadi tiga, yaitu strategi kognitif, metakognitif, atau sosioafektif. Materi bahasa yang dipelajari dimaksudkan pada materi bahasa yang telah diperoleh dan dipelajari serta dirasa sangat membantu mahasiswa asing dalam meningkatkan kemampuan berliterasi komunikasi berbahasa. Beberapa problematika juga muncul dan dihadapi para mahasiswa asing dalam meningkatkan literasi komunikasi berbahasa Indonesianya.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat dibuat simpulan bahwa mahasiswa asing yang melaksanakan perkuliahan pada program studi magister Pendidikan Bahasa Indonesia di Pascasarjana UM melakukan strategi peningkatan literasi komunikasi bahasa Indonesia yang dirinci sebagai berikut. Pertama, wujud strategi memahami informasi bahasa untuk meningkatkan literasi komunikasi yang digunakan mahasiwa asing terfokus pada strategi belajar ranah sosioafektif dikarenakan dalam memahami sebuah informasi bahasa mahasiswa asing masih kesulitan yang nampak dalam banyaknya problematika yang muncul meski telah dibantu materi-materi bahasa yang telah dipelajari. Kedua, wujud strategi mengolah informasi bahasa bahasa untuk meningkatkan literasi komunikasi yang digunakan mahasiswa asing terfokus pada perpaduan strategi belajar ranah kognitif dan ranah sosioafektif dikarenakan mahasiswa mulai menggunakan kemampuan kognisinya, yaitu daya nalar dan kreativitasnya berbekal materi bahasa yang telah dipelajari yang nampak ketika mahasiswa dihadapkan pada tugas-tugas. Ketiga, wujud strategi menyampaikan informasi bahasa untuk meningkatkan literasi komunikasi yang digunakan mahasiswa asing lebih didominasi oleh penggunaan strategi belajar ranah kognitif dikarenakan mahasiswa asing dituntut secara individu untuk dapat membaca konteks komunikasi untuk menyampaikan informasi baru yang lebih mutakhir secara tepat. Oleh karena itu, peneliti berikutnya disarankan untuk dapat meneliti dengan fokus yang lebih menyempit supaya dapat diperoleh penjelasan yang lebih rinci terkait peningkatan literasi komunikasi oleh para mahasiswa asing yang belajar bahasa Indonesia dan berada di Indonesia.