DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penalaran analogi siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah aljabar dan Scaffoldingnya.

Ridhoi Mohammad

Abstrak


RINGKASAN

Ridhoi, Mohammad. 2019. Penalaran analogi siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah aljabar dan Scaffoldingnya. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing

(I) Dr.rer.nat. I Made Sulandra, M.Si,

(II) Dr. Sukoriyanto, M.Si.

 

Kata Kunci : Penalaran Analogi, Masalah Aljabar, Scaffolding.

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa SMP dalam menyelesaikan masalah aljabar dan scaffolding-nya. Penalaran analogi dideskripsikan berdasarkan empat tahapan penalaran analogi Sternberg yang meliputi encoding, inferring, mapping dan applying. Penelitian dilakukan di kelas VIII SMPN 01 Pasirian-Lumajang. Tes pertama untuk mengategorikan siswa menjadi 3 kategori yaitu kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Tes kedua untuk memilih  2 subjek dari masing-masing kategori. Pemilihan  subjek berdasarkan tahapan penalaran analogi yang paling banyak dilakukan siswa pada tes kedua serta pertimbangan guru kelas terkait. Siswa yang dipilih sebagai subjek menjadi sumber data pada penelitian ini. Berdasarkan hasil tes kedua, peneliti melakukan wawancara untuk melakukan konfirmasi atas jawaban yang tertulis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kemampuan tinggi mampu menggunakan semua tahapan penalaran analogi dalam menyelesaikan masalah aljabar. Proses awal yang dilakukan subjek setelah memahami masalah yang diberikan adalah mengidentifikasi dan menuliskan unsur yang diketahui dari masalah sumber dan masalah target (encoding). Selanjutnya mencari hubungan yang berlaku pada masalah sumber (inferring). Kemudian memetakan hubungan yang berlaku dari masalah sumber pada masalah target (mapping). Langkah selanjutnya subjek menerapkan prosedur penyelesaian dari masalah sumber pada masalah target (applying). Subjek kemampuan sedang belum mampu melakukan semua tahapan penalaran analogi dalam menyelesaikan aljabar dengan baik. Pada tahap encoding subjek hanya mampu mengidentifikasi tanpa menuliskan unsur-unsur yang diketahui dari masalah sumber dan masalah target. Pada proses inferring subjek mampu menduga dan membuktikan hubungan yang berlaku pada masalah sumber dengan memproses unsur-unsur yang sudah diidentifikasi pada masalah sumber. Langkah selanjutnya subjek memetakan hubungan yang berlaku dari masalah sumber masalah target. Pada tahap applying subjek tidak menerapkan prosedur saat mencari hubungan masalah sumber. Subjek kemampuan rendah juga tidak mampu melakukan semua tahapan penalaran analogi. Pada tahap encoding subjek hanya mampu mengidentifikasi tanpa menuliskan unsur-unsur yang diketahui dari masalah sumber dan masalah target. Pada tahap inferring subjek mampu menduga akan tetapi tidak mampu membuktikan hubungan yang berlaku dari masalah sumber yang mengakibatkan subjek kesulitan melanjutkan ketahap mapping dan applying. sehingga bisa disimpulkan bahwa subjek yang mampu melakukan semua tahapan penalaran analaogi dalam menyelesaikan aljabar adalah subjek kategori kemampuan tinggi.

 

Peneliti memberikan scaffolding kepada subjek yang tidak dapat melakukan semua tahapan penalaran analogi sebagai intervensi untuk membantu subjek supaya bisa melakukan semua tahapan penalaran analogi dalam menyelesaikan masalah aljabar. Pemberian scaffolding mengacu pada teori Anghileri. Scaffolding yang diberikan adalah level 2 yaitu reviewing dan restructuring. Pemberian scaffolding terhadap subjek mampu memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, sehingga subjek kemampuan sedang dan kemampuan rendah mampu melakukan semua tahapan penalaran analogi dalam menyelesaikan masalah aljabar dengan benar.